Jumat, 18 Februari 2022

Kabupaten Mojokerto Masuki PPKM Level 3

Bupati Mojokerto dr. Ikfina Fahmawati, M. Si 
www.kemlagi.desa.id - Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah di Jatim yang harus menerapkan PPKM level 3. Lonjakan kasus positif COVID-19 di Bumi Majapahit didominasi tanpa gejala dan gejala ringan. Sehingga tempat isolasi yang disediakan masih lengang. 
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan terdapat dua indikator yang membuat daerahnya berstatus PPKM level 3. Yaitu angka konfirmasi positif COVID-19 masuk tingkat dua dan positive rate pada tingkat sedang. Ia meminta masyarakat waspada dengan selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Tidak arahan khusus terkait pengetatan. Kami hanya menyesuaikan dengan Inmendagri 10, sudah ada pembatasan-pembatasan yang harus kami laksanakan, kami laksanakan saja," kata Ikfina kepada wartawan di Pendapa Graha Maja Tama Kantor Bupati Mojokerto, Rabu (16/2/2022). 

Sampai hari ini, warga Kabupaten Mojokerto yang sedang positif COVID-19 mencapai 419 jiwa. Terjadi lonjakan 373 kasus dalam dua pekan terakhir. Tingkat kesembuhan pasien saat ini di angka 92,74 persen, sedangkan tingkat kematian 2,58 persen. Ikfina mengakui mengendalikan penularan COVID-19 bukanlah perkara mudah. Namun, ia mengimbau masyarakat tidak terlalu cemas. Karena mayoritas kasus baru Virus Corona di Kabupaten Mojokerto tergolong orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.

"Gelombang tajam terkonfirmasi positif ternyata tak diikuti tajamnya rawat inap. Artinya, sebagian besar OTG dan gejala ringan. Oleh sebab itu pemerintah ambil kebijakan tidak injak rem terlalu dalam," terangnya. 

Bupati perempuan pertama di Mojokerto ini menjelaskan, rendahnya pasien dengan gejala sedang hingga berat terlihat dari keterisian tempat isolasi yang sudah disiapkan.

Di isoter Desa Claket, Kecamatan Pacet misalnya, dari 200 tempat tidur yang disiapkan, baru terisi 3 pasien saja. "Untuk sementara rawat inap dan BOR masih aman. Karena situasi seperti ini pemerintah mengizinkan isolasi mandiri untuk OTG dan gejala ringan," jelasnya. 

Agar Kabupaten Mojokerto bisa turun ke PPKM level 2 dan 1, Ikfina sedang mengoptimalkan tracing. Sehingga positive rate bisa ditekan. "Terkait indikator respons bisa kami upayakan, kami perbanyak jumlah testing agar positif rate makin kecil karena pembaginya makin besar," tandasnya.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

0 komentar :