Sabtu, 23 Mei 2020

Malam Takbiran Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto Tembus 24 Orang

ilustrasi
www.kemlagi.desa-Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto bertambah lima orang. Hal itu diungkapkan juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, Sabtu (23/5-2020).

“Jumlah pasien positif Covid-19 hari ini bertambah lima orang, jadi jumlah totalnya adalah 24 pasien,” ujar Ardi (23/5-2020) malam.

Pasien laki-laki berinisial G berusia 29 tahun merupakan pasien asal Desa Kebonagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. “Pasien ini awalnya merasakan demam dengan suhu badan 38 derajat. Ini pada 8 Mei lalu,” tuturnya.

Pada 11 Mei, pasien G masih mengalami demam dan dibawa ke RS Sakinah untuk menjalani rawat jalan. “Pada 12 Mei, pasien kemudian dibawa ke RS Gatoel, saat diperiksa, ada peradangan pada paru-paru pasien,” jelasnya.

Mengetahui hal itu, pasien kemudian menjalani pengambilan sample untuk uji swab pada 16 Mei, kemudian pada 22 Mei, pasien keluar dari rumah sakit dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Hasil uji swab pasien baru keluar pada 23 Mei, hasilnya pasien positif terkonfirmasi Covid-19. Saat ini pasien menjalani perawatan dan isolasi di RS Gatoel,” kata Ardi.

Pasien selanjutnya, adalah perempuan berinisial A dengan usia 39 tahun. Pasien ini berasal dari Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pasien ini terdeteksi saat hendak melakukan operasi melahirkan pada 14 Mei lalu.

“Sebelum dilakukan operasi, pasien ini lebih dulu dilakukan rapid test, hasilnya reaktif. Kemudian langsung dilakukan pengambilan sample untuk uji swab,” jelasnya.

Pada 15 Mei, pasien menjalani operasi dan melahirkan dengan selamat, selanjutnya pada 18 Mei, pasien pulang dari rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri di rumahnya. “Hasil uji swab pasien A baru keluar 23 Mei, pasien dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19,” imbuhnya.

Ardi menjelaskan, pasien selanjutnya adalah seorang tenaga medis di salah satu puskesmas di Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Pasien tersebut merupakan perempuan berinisial A dengan usia 50 tahun asal Desa/Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

“Pada 14 Mei lalu, seluruh petugas medis di Kecamatan Prambon dilakukan rapid test, pasien A hasilnya reaktif. Pada 15 Mei, pasien menjalani uji swab di RSUD Sidoarjo, dan hasilnya baru keluar pada 23 Mei, pasien dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19,” tambahnya.

Saat ini, pasien A menjalani isolasi mandiri di rumahnya setelah mengetahui hasil uji swabnya keluar dan hasilnya positif terkonfirmasi Covid-19.

Seorang laki-laki berusia 62 tahun berinisial S warga asal Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto juga positif terkonfirmasi Covid-19. “Pasien S awalnya mengeluh mual dan muntah sejak sebulan lalu, kemudian pasien dilakukan swab pada 18 Mei,” imbuhnya.

Mengingat, kondisi kesehatan pasien membaik, pasien diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada 19 Mei. “Hasil swab pasien baru keluar pada 23 Mei, hasilnya pasien positif terkonfirmasi Covid-19,” ungkap Ardi.

Selanjutnya, adalah pasien perempuan berinisial R berusia 49 tahun asal Perumahan Canggu Permai, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. “Pada 8 Mei lalu, suami pasien meninggal dunia di RSUD Wahidin Sudiro Husodo, kemudian dimakamkan dengan protokol Covid-19,” terangnya.

Pada 13 Mei, pasien R menjalani rapid test dan hasilnya negatif. Meski demikian, pasien R dilanjutkan menjalani uji swab pada 16 Mei dan melakukan isolasi mandiri di rumahnya. “Pada 23 Mei, hasil uji swab pasien R keluar dan hasilnya adalah positif,” tukasnya.

Dengan adanya tambahan lima pasien positif hari ini, jumlah total pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mojokerto 24 orang. Dengan rincian 22 pasien dalam perawatan, dua pasien dinyatakan sembuh dan satu pasien meninggal dunia.

Ardi mengimbau, masyarakat agar mematuhi anjuran-anjuran pemerintah seperti penerapan physical dan social distancing, di rumah saja jika tidak ada hal-hal mendesak untuk keluar rumah.

“Selama pandemi ini, hari ini adalah tambahan pasien positif terkonfirmasi Covid-19 paling banyak per hari. Jangan sampai di kemudian hari jumlahnya semakin meledak. Ayo, kita patuhi surat edaran yang sudah dikeluarkan pemerintah,” imbaunya. (uyo)

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi