Senin, 23 Desember 2019

Startup-startup Untuk Pembangunan Desa

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id - Bagi masyarakat desa tentunya masih asing dengan istilah yang namanya startup. Untuk itulah semoga dengan tulisan ini kita selaku masyarakat desa bisa memahami akan hal ini.

Pengertian Startup

Mengutip dari Wikipedia, perusahaan rintisan atau umum disebut (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua yang belum lama beroperasi.

Dengan kata lain, mayoritas perusahaan-perusahaan merupakan perusahaan yang baru saja didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.

Istilah startup kerap kali dihubung-hubungkan dengan perusahaan baru di bidang teknologi dan informasi. Mengapa demikian?

Ternyata alasannya adalah karena istilah startup menjadi populer secara internasional pada masa bubble dot-com (tahun 1998 hingga 2000), karena banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan pada periode tersebut.

Dengan demikian, banyak perusahaan yang memanfaatkan internet sebagai sarana mengembangkan bisnisnya hingga lahirlah bisnis startup itu.

Pembangunan Desa dan Startup

Dalam membangun sebuah desa tidaklah cukup peranan pemerintah saja, tapi juga perlu buah pikiran dan dorongan berbagai pihak, termasuk kini yang tengah digalakkan oleh pemerintah adalah startup. Kehadiran startup khususnya startup yang bergerak dalam lingkup pedesaan di industri 4.0 ini sangat berperan penting dalam usaha pemerintah dalam pemerataan ekonomi tanah air.

Dengan penggunaan teknologi yang sudah maju dikombinasikan dengan ide-ide segar yang dimiliki masing-masing startup maka kehadiran startup-startup diharapkan memberikan perubahan yang positif bagi desa yang menjadi mitranya.

Saat ini sudah mulai menggeliat bisnis-bisnis startup yang memfokuskan kegiatan pada pengembangan wilayah pedesaan, masing-masing startup memiliki produk atau jasa yang berbeda-beda sesuai dengan visi dan misi startup itu.

Salah satu startup yang bergerak dalam pengembangan desa adalah startup Abang Desa, pendirian startup yang berasal dari Kalimantan Barat ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas kurangnya akses pendanaan atau perbankan terhadap bisnis-bisnis di pedesaan sehingga bisnis di pedesaan cenderung stagnan padahal mereka memiliki potensi yang tidak kalah besar.

Startup Abang Desa ini bisa dibilang sebagai penghubung antara investor sebagai pemilik modal dengan pelaku usaha yang berada di desa dengan menggunakan internet sebagai medianya.

Bisnis yang dijalankan oleh Abang Desa ini bukan tanpa tantangan, dikarenakan kondisi pedesaan yang relatif jauh dari perkotaan ditambah dengan belum adanya akses internet yang masuk kedesa menjadi kesulitan tersendiri sehingga dampaknya terputusnya komunikasi antara investor dan para pelaku bisnis karena pelaku bisnisnya sendiri tidak bisa mengakses internet sebagai medianya.

Oleh karena itu startup Abang Desa menyiasatinya dengan menyediakan agen-agen yang ditempatkan pada setiap desa yang tidak bisa mengakses internet. Agen desa ini berfungsi sebagai pendamping dan membantu para pelaku bisnis di desa agar dapat akses permodalan dari investor di perkotaan, selain itu pula agen ini bertugas untuk mevalidasi dan memverifikasi data si pelaku bisnis agar bisa menentukan apakah pengaju pinjaman modal layak atau tidak mendapatkan pinjaman sesuai dari data yang di berikan.

Selain itu pula ada program pembangunan desa yang diselenggarakan oleh pemerintah, melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika, pemerintah menyelenggarakan program Solusi Broadband Desa Terpadu, program ini bekerja sama dengan para startup untuk membantu penyelenggaraan program ini.

Dasar program ini adalah pemecahan masalah untuk 4 kategori permasalahan yang harus dicari solusinya yaitu, mata pencaharian, layanan keamanan, layanan kesehatan dan layanan keamanan.

Tahap awal program ini adalah tiap startup harus memberikan ide-ide yang berisi solusi untuk kategori pilihannya, setelah itu tiap ide tersebut akan diseleksi kesesuaian dan kelayakannya. Startup yang terpilih akan diberikan pengarahan dan bimbingan dalam kegiatan bootcamp untuk menyempurnakan produk yang dimiliki sebelum ditempatkan di desa masing-masing.

Dari kedua contoh startup diatas bisa dikatakan bahwa perlu peran serta berbagai pihak agar program pengembangan desa dapat berjalan dengan lancar dan optimal. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dengan keterbatasannya yang ada, perlu ide-ide segar yang bisa didapatkan dari para startup agar permasalahan yang dihadapi dapat di selesaikan dengan solusi yang tepat sasaran.

Sedangkan para startup sendiri tidak bisa berjalan tanpa dampingan pemerintah sebagai regulator agar program yang dijalankan dapat berjalan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Dengan adanya kerjasama yang harmonis antara kedua belah pihak maka diharapkan akan memancing pertumbuhan startup sejenisnya.

Contoh beberapa startup yang sudah berjalan dan bersinergi dengan pedesaan adalah:
  1. Tanihub, bisa diakses di www.tanihub.com
  2. Sikumis, bisa dibuka di https://www.sikumis.com/
  3. Abangdesa, silahkan dibuka https://abangdesa.business.site/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi