Selasa, 30 Juli 2019

Satu Keluarga Ini Ikut Bursa Calon Kepala Desa

Banner Balon Kades Satu Keluarga
www.kemlagi.desa.id - Pemilihan Kepala Desa di Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara ini tidak biasa. Pasalnya, 5 peserta calon kepala desa ini masih satu keluarga. Mereka sepakat menyalonkan diri bersama dengan tujuan menghadang politik uang.

Mereka adalah Sholatun anak pertama, Surahman anak kedua serta Harun Al Rasyid anak keempat. Selain itu, calon kepala desa lain adalah Kun Pangesti yang merupakan istri dari Harun Al Rasyid dan Saefurohman adalah saudara sepupu dari keempat calon kades tersebut.

Bahkan, tiga calon Kades di antaranya tinggal dalam satu rumah, yakni Surahman, Harun Al Rasyid beserta istrinya Kun Pangesti. Kesehariannya, Surahman merupakan pengacara, sedangkan Sholatun dan Saefurohman wirausaha, Harun Al Rasyid bekerja sebagai ojek online dan istrinya ibu rumah tangga.

Kelima calon kepala desa ini lolos seleksi ujian dari 13 calon kepala desa Kutawuluh yang mendaftar. Berdasarkan hasil ujian, hanya 5 calon tersebut yang dinyatakan lolos. Ada satu cakades yang lolos yakni Achmad Nurudin mengundurkan diri. Seperti Saefurohman, Nurudin adalah juga sepupu dari keempat cakades lainnya.

“Dari keluarga, ada enam yang mendaftar kepala desa. Dan Alhamdulillah mendapat peringkat 1 sampai 6,” kata salah satu calon Kades Kutawuluh, Surahman, saat ditemui di rumahnya, Jumat (26/7/2019).

Surahman menuturkan, keikutsertaannya maju Pilkades bersama keluarganya ini berawal dari keresahan perihal praktik politik uang ketika pemilihan, termasuk Pilkades. Menurutnya, dengan semua calon Kades yang berasal dari satu keluarga akan menghindari pratik politik uang.

“Tujuan kami adalah untuk menghilangkan adanya praktik politik uang. Biasanya, praktik-praktik itu selalu terjadi saat pemilihan, termasuk saat Pilkades,” tuturnya.

Dia bersama keempat suadaranya ini sepakat untuk tidak melakukan praktik politik uang. Bahkan, saat melakukan kampanye selalu dilakukan bersama-sama.

“Dalam melakukan kampanye, kami menemui tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk peserta yang sebelumnya ikut mendaftar Pilkades. Kami pun melakunnya bareng-bareng dalam menemui masyarakat. Visi dan misi yang kami sampaikan adalah transparansi,” ujarnya.

Alat peraga kampanye (APK) yang dipasang pun tidak sendiri-sendiri. Mereka memasang foto kelima calon melalui spanduk maupun stiker di tepi jalan.

Surahman berharap, ujian seleksi ini bisa diterapkan di pilihan lain seperti pemilihan legislatif. Sehingga, setia kandidat memiliki kopetensi sebelum nantinya dipilih oleh masyarakat.

“Kalau ujian selesksi bisa diterapkan di pilihan-pilihan lain akan lebih baik. Jadi semua calon ini benar-benar mempunyai kopetensi,” harapnya.

Calon Kades Kutawuluh lainnya, Harun Al Rasyid mengatakan, sebelum seleksi mereka melakukan belajar bersama. Bahkan, ia menyempatkan untuk belajar di sela-sela bekerja sebagai ojek online.

“Kami belajar bareng, pas menunggu penumpang juga menyempatkan untuk belajar materi seleksi ujian,” kata dia.

Harun mengaku, dari pihak keluarga tidak ada yang mengarahkan untuk memilih salah satu calon kepada warga. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pemilih di Desa Kutawuluh.

“Semuanya terserah warga mau memilih siapa. Dari kami semuanya mendukung siapa pun yang nanti terpilih,” ujarnya.

Sumber : detik.com
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi