Senin, 09 Desember 2019

Bupati Mojokerto Berpesan Agar Kades yang Baru Dilantik Menjaga Kerukunan dan Kekompakan di Desanya

Pelantikan Kepala Desa Periode Tahun 2019-2025 di Pendopo Graha Majatama Kab.Mojokerto
www.kemlagi.desa.id - Sebanyak 251 Kepala Desa (Kades) terpilih dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto resmi dilantik oleh Plt. Bupati Pungkasiadi di Pendapa Graha Prajatama, pada Senin (9/12/2019).

Dalam sambutannya, Plt Bupati Pungkasiadi menyampaikan supaya semua Kades tetap menjaga kerukunan dan kekompakan di semua elemen masing-masing desanya.

Pada amanatnya, Plt Bupati Pungkasiadi meminta agar seluruh kepala desa yang dilantik, mampu melaksanakan kewenanganya secara tepat dan bijak. Ia juga meminta seluruh kepala desa agar dapat memahami kebutuhan desa beserta masyarakatnya.

“Bekerjalah dan laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh. Penuhi tanggung jawab sesuai kewenangan, fungsi dan tugas Saudara. Terus jalin komunikasi yang baik dan harmonis dengan lembaga, baik di desa maupun lembaga lain yang terkait dengan sistem pemerintah desa,” pesan Plt Bupati Pungkasiadi.

Plt Bupati Pungkasiadi juga menyebut bahwa seorang kepala desa, tidak saja mendapatkan legitimasi sebagian besar masyarakatnya, namun juga harus mempunyai kemampuan manajerial yang efisien dan efektif.

“Kepala desa mengemban amanat yang tidak ringan. Kepala desa harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” tandas Plt Bupati Pungkasiadi.

Menurutnya orang nomer satu di Kabupaten Mojokerto tersebut, keberhasilan pemerataan pembangunan masing-masing desa, karena adanya dukungan penuh dari semua elemen desa.

Di samping itu, merupakan langkah awal untuk menunjukkan kebersamaan dalam memajukan desa.

"Saya berpesan kepada para kepala kesa yang sudah dilantik, agar selalu menjaga kerukunan maupun silaturahmi kepada semua lapisan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, mengatakan, pelantikan 251 kepala desa terpllih dalam pilkades Oktober lalu, telah sesuai dengan Undang-Undang No 6 Tahun 2014.

"Alhamdulillah, kami dapat melaksanakan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 dengan sebaik baiknya," ujarnya.

Dalam agenda tersebut turut hadir, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto beserta Forpimda. Di samping itu, setelah pelantikan Kades terpilih ini juga dilaksanakan pelantikan ketua TP PKK Desa yang dalam hal ini dijabat oleh istri kades terpilih.

Sumber https://www.timesindonesia.co.id/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 05 Desember 2019

Gubernur Khofifah Tetapkan UMK 2020, Kota Surabaya Tertinggi di Jatim

www.kemlagi.desa.id-Penetapan tersebut sesuai dengan UU Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan dan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akhirnya menetapkan upah minimum kabupaten/ kota (UMK) 2020, Rabu (20/11/2019). Penetapan tersebut dituangkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/568/KPTS/013/2019.

Dalam keputusan tersebut, ditetapkan besaran UMK tahun 2020 yang tertinggi masih dipegang oleh Kota Surabaya yaitu Rp 4.200.479,19. Sementara UMK Gresik, Sidoarjo, Pasuruan dan Mojokerto masih di bawahnya. Untuk UMK terendah di Jawa Timur, diberlakukan di Kabupaten Magetan yaitu Rp 1.913.321,73.

Ketua Dewan Pengupahan Jatim Achmad Fauzi mengatakan, UMK Tahun 2020 di 38 kabupaten/kota telah disetujui gubernur pada Selasa (19/11/2019) malam. Penetapan tersebut sesuai dengan UU Nomor 13 tentang Ketenagakerjaan dan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

"Setelah mendapatkan klarifikasi resmi dari bupati/walikota maka disepakati bahwa penetapan UMK di Jatim sepenuhnya berpedoman dengan ketentuan yang ada, yaitu naik sebesar 8,51 pesen dari nilai UMK tahun sebelumnya," katanya saat jumpa pers di Kantor Gubernur Jatim.

Sementara itu, Khofifah menyampaikan, dengan ditetapkan UMK yang baru mampu menjaga iklim hubungan industrial di Jawa Timur untuk tetap terpelihara secara kondusif dan konstruktif-produktif.

"Iklim ketenagakerjaan yang sehat ini pada gilirannya akan berdampak baik terhadap masuk, berkembang dan terpeliharanya iklim investasi di Jatim yang positif dan bertumbuh kembangnya perekonomian yang diarahkan untukkemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat Jatim," kata dia.

Sebelum disepakati, dua kabupaten dan satu kota di Jawa Timur yang mengajukan (UMK) 2020 sempat mengalami penolakan. Pasalnya, usulan yang diajukan ketiga daerah tersebut terlalu tinggi.

Ketua Dewan Pengupahan Jatim Achmad Fauzie mengatakan, ketiga daerah yang ditolak tersebut yaitu Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo dan Kota Blitar. Ketiga daerah itu usulannya ditolak lantaran tak sesuai dengan aturan.

"Ketiga daerah itu tak sesuai karena sudah disepakati bahwa penetapan UMK di Jatim sepenuhnya berpedoman dengan ketentuan sebesar 8,51 persen dari nilai UMK tahun sebelumnya," ujarnya.

Data yang didapat kontributor Suara.com, Bupati Pasuruan mengusulkan dua alternatif UMK ke Dewan Pengupahan Jatim, yakni Rp 4.441.541,09 dan Rp 4.179.787,17. Wali Kota Blitar mengusulkan Rp 1.954.635,76 dan Rp 2.006.063,00. Sedangkan Bupati Sidoarjo masih belum mengirimkan draft usulan pada Senin (11/11/2019) lalu.

Kemudian, ketiga daerah akhirnya ditetapkan besaran UMK nya oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Kabupaten Pasuruan mendapatkan UMK sebesar Rp 4.190.133,19, Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp 4.193,581,85, Kota Blitar sebesar Rp 1.954.635,76.

Berikut rincian UMK 38 kabupaten/kota di Jatim:
  1. Kota Surabaya : Rp. 4.200.479,19
  2. Kab. Gresik : Rp. 4.197,030,51
  3. Kab. Sidoarjo : Rp. 4.193,581,85
  4. Kab. Pasuruan : Rp. 4.190,133,19
  5. Kab. Mojokerto : Rp. 4.179,787,17
  6. Kab. Malang : Rp. 3.018.530,66.
  7. Kota Malang : Rp. 2.895.502,74.
  8. Kota Batu : Rp. 2.794.800,00.
  9. Kota Pasuruan : Rp. 2.794,801,59
  10. Kab. Jombang : Rp. 2.654.095,87.
  11. Kab. Tuban : Rp. 2.532.234,77.
  12. Kab. Probolinggo : Rp. 2.503.265,94.
  13. Kota Mojokerto : Rp. 2.456,302,97
  14. Kab. Lamongan : Rp. 2.423,724,77
  15. Kab. Jember : Rp. 2.355.662,90.
  16. Kota Probolinggo : Rp. 2.319,796,75
  17. Kab. Banyuwangi : Rp. 2.314.278,87.
  18. Kota Kediri : Rp. 2.060.925,00.
  19. Kab. Bojonegoro : Rp. 2.016.780,00.
  20. Kab. Kediri : Rp. 2.008.504,16.
  21. Kab. Lumajang : Rp. 1.982.295,10.
  22. Kab. Tulungagung : Rp. 1.958.844,16.
  23. Kab. Bondowoso : Rp. 1.954.705,75.
  24. Kab. Bangkalan : Rp. 1.954.705,75.
  25. Kab. Nganjuk : Rp. 1.954.705,75.
  26. Kab. Blitar : Rp. 1.954.705,75.
  27. Kab. Sumenep : Rp. 1.954.705,75.
  28. Kota Madiun : Rp. 1.954.705,75.
  29. Kota Blitar : Rp. 1.954.635,76.
  30. Kab. Sampang : Rp. 1.913.321,73.
  31. Kab. Situbondo : Rp. 1.913.321,73.
  32. Kab. Pamekasan : Rp. 1.913.321,73.
  33. Kab. Madiun : Rp. 1.913.321,73.
  34. Kab. Ngawi : Rp. 1.913.321,73.
  35. Kab. Ponorogo : Rp. 1.913.321,73.
  36. Kab. Pacitan : Rp. 1.913.321,73.
  37. Kab. Trenggalek : Rp. 1.913.321,73.
  38. Kab. Magetan : Rp. 1.913.321,73.
Sumber https://jatim.suara.com/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Kemlagi

Rabu, 04 Desember 2019

Wabup Mojokerto : Diharap Semua Desa Membuat Perdes tentang Pengelolaan Sampah dengan Memanfaatkan Pembiayaan yang Masuk ke Desa

Penerimaan Adipura 2018 Kategori Kota Kecil Mojosari Kab.Mojokerto
www.kemlagi.desa.id - Setelah sempat tertunda beberapa kali, akhirnya penerima anugerah Adipura 2017-2018 diumumkan. Kota Mojosari kembali meraih Adipura, mewakili Kabupaten Mojokerto untuk kategori kota kecil. Acara digelar Senin (14/1) pagi Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1), dengan tajuk Penganugerahan Adipura dan Green Leadership Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD.

Adipura ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, kepada Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi.

Turut mendampingi beberapa kepala OPD antara lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Zainul Arifin, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bambang Eko Wahyudi, serta Kepala Bagian Humas Alfiyah Ernawati. Hadir pula 50 orang bupati/walikota se-Jawa dan seluruh Indonesia.

“Kita harap semua desa/kelurahan di Kabupaten Mojokerto, dapat membuat Peraturan Desa tentang pengelolaan sampah dengan memanfaatkan pembiayaan yang masuk ke desa. Terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto, serta seluruh pendukung program Adipura dari dinas/instansi, muspida, kecamatan, desa/kelurahan, pihak perusahaan/swasta yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Dengan penganugrahan Adipura ini sebagai motivasi lingkungan masyarakat bebas dari sampah, dan tidak lagi membuang sampah sembarangan. Tahun 2019, Kabupaten Mojokerto harus bebas sampah,” kata wakil bupati Pungkasiadi.

Anugerah Adipura kali ini terasa spesial, sebab diraih di tengah perubahan sistem penilaian Adipura dan penerapan Perpres 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Serta turunannya Perbup Mojokerto No. 78 Tahun 2018 tentang Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga Tahun 2018-2025. Pada kedua aturan tersebut, dicantumkan target pengelolan sampah sampai tahun 2025, yakni  ada 2 (dua) penanganan sampah oleh pemerintah dengan target 70%, dan pengurangan sampah oleh masyarakat sebesar 30%.

Pada Adipura ini, terdapat 1 daerah penerima Adipura Kencana, 42 penerima Anugerah Adipura, 4 penerima Serifikat Adipura, dan 3 penerima Plakat Adipura. Total penerima Adipura tercatat sejumlah 119 kab/kota dari seluruh Indonesia termasuk 50 dari Pulau Jawa.

Tantangan pengelolaan sampah ke depan masih banyak dan selalu membutuhkan inovasi dan perbaikan. Peningkatan penanganan sampah saat ini masih 10%, dan pengurangan sampah baru 17%. Maka diperlukan perjalanan panjang untuk mencapai target Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) dan Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada). Keduanya akan menjadi rencana induk pengelolaan sampah nasional dan daerah yang terukur pencapaiannya secara bertahap sampai tahun 2025.

Biasanya dalam Adipura, penilaian hanya meliputi kondisi eksisting suatu daerah, meliputi kebersihan wilayah serta TPA dan sarana pengelolaan sampah lainnya. Namun, untuk penilaian Adipura tahun 2018, Kementerian LHK telah meningkatkan standar penilaian. Yakni dengan menyertakan Jakstrada Pengelolaan Sampah dalam perhitungan penilaian Adipura.

Jakstrada sendiri meliputi perhitungan neraca pengurangan sampah, yaitu pembatasan timbulan sampah, pemanfaatan dan pendauran ulang serta neraca penanganan sampah yang meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan sampah serta pemrosesan akhir sampah.

Sejak lama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, sangat peduli dengan pengelolaan sampah.  Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengadaan sarana prasarana seperti bak sampah, gerobak sampah, fasilitas TPA hingga pembangunan software berupa pendidikan, pelatihan, sosialisasi penanganan, dan pengurangan sampah. Tidak lupa program Sekolah Adiwiyata, yakni sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Peningkatan penanganan sampah terjadi setiap tahun. Saat ini sampah yang masuk ke TPA tercatat lebih dari 30 ton per hari. Pemkab Mojokerto melalui DLH, telah mengembangkan TPA dari semula 1,5 hektar menjadi 4 hektar pada tahun 2017. Serta membangun beberapa fasilitas seperti zona aktif, jalan operasi, kantor dan gudang bank sampah induk, taman hijau, juga perpustakaan.

Upaya pengurangan sampah di tingkat masyarakat Kabupaten Mojokerto juga cukup tinggi. Salah satu bentuk upayanya yakni dengan mementuk lembaga pengurangan sampah secara mandiri oleh warga pada tahun 2017. Tercatat pada tahun 2018 terdapat 217 bank sampah unit yang aktif dioperasikan warga.

Sumber http://suaramedianasional.co.id/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Senin, 02 Desember 2019

Koesbini Anak Dari Hutan Kemlagi

Pencipta lagu (Hymne) Bagimu Negeri
Oleh : Joehannafiq
Raden Koesbini
www.kemlagi.desa.id - Kita sering menyanyikan lagu Padamu Negeri, tetapi kita tidak banyak tahu siapa pencipta lagu itu. Padahal komposernya adalah orang yang lahir di daerah Mojokerto. Begini sedikit kisahnya.

Tahun 1943, Raden Koesbini bertemu dengan Soekarno. Pertemuan dua orang yang masa kecilnya pernah hidup di Mojokerto itu bukan tanpa tujuan. Soekarno yang saat itu dipercaya sebagai Ketua Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA) oleh Jepang sengaja memanggil Koesbini. Soekarno ingin Koesbini menciptakan sebuah lagu bertema tentang kecintaan pada Indonesia. Soekarno ingin ada lagu Indonesia untuk mengurangi efek propaganda lewat lagu ciptaan Jepang. Tugas itu diselesaikan Koesbini dengan menciptakan lagu "Bagimu Negeri".

Koesbini pada masa Jepang memang sudah menyandang nama besar di dunia musik Indonesia. Karena nama besarnya tersebut dia ditunjuk sebagai wakil ketua bagian musik pada Keimin Bunka Shideshe (Pusat Kebudayaan) yang didirikan Jepang pada tanggal 1 April 1943. Demikian pula ketika Soekarno ditunjuk sebagai ketua PUTERA tidak lupa mengajak Kusbini beserta seniman lainnya untuk memperkuat lembaga tersebut. Dari sana pergaulan Koesbini semakin luas, bukan hanya soal musik, dia pun bertambah rasa kebangsaannya.

Sebagai bukti Koesbini salah tokoh yang patut diperhitingkan pada masa penjajahan Jepang adalah namanya masuk dalam buku "Orang Indonesia Yang Terkemuka di Jawa". Buku terbitan Gunseikanbu itu terbit pada tahun 1943.

Raden Koesbini lahir di Kemlagi pada 1 Januari 1909. Dia anak R. Koesnio, seorang mantri kehutanan (hoofdiner Boswissen) dan ibunya bernama Moesinah. Sebagai anak pegawai kehutanan maka Koesbini terbiasa hidup berpindah tempat di daerah yang boleh dibilang kawasan pinggiran. Maka Koesbini pun banyak bergaul dengan anak-anak desa tepi hutan yang hidup dalam kesengsaraan jaman penjajahan.

Di sebelah utara perempatan desa Kemlagi memang ada lokasi Kemantrian kehutanan yang menjadi bagian dari pemangku kehutanan Mojokerto. Kemungkinan besar di tempat yang sekarang digunakan sebagai tempat pembibitan tanaman itulah Koesbini kecil lahir dan  menghabiskan waktu bermainnya. Hidup di Kemlagi memang tidak lama karena harus mengikuti orang tuanya pindah tugas sebagai Mantri Kehutanan.

Pendidikannya diawali dengan belajar di HIS Jombang. Masuk ke HIS sudah menunjukkan kelas sosial keluarga Koesbini sebagai bagian dari strata priyayi. Setelah itu dia melanjutkan ke MULO dan kemudian mengambil kursus ilmu dagang di Senerpont Dornis di Surabaya hingga selesai pada tahun 1926. Namun setelah selesai justru ketrampilan tersebut tidak digunakannya. Sempat sebentar bekerja di Toko Lindeteves Surabaya namun Koesbini lebih memilih menjadi musisi.

Sejak kecil mamang gandrung dengan alat musik. Dia belajar secara otodidak dengan bimbingan kakaknya, Koesbandi. Setelah selesai sekolah Koesbini segera menyusul kakaknya yang terlebih dulu merintis karir musik di Surabaya. Koesbini bergabung dengan orkes keroncong Jong Indische Stryken Tokkel Orkest (JISTO) dimana Koesbandi juga ada di dalamnya. Sang kakak memang menjadi panutan Koesbini dalam memulai karirnya. Karena minatnya pada musik itu dia ingin menambah ilmu dengan masuk pada Algemene Muziekler Apollo (Sekolah Musik Apollo) di Malang tahun 1927.

Tawaran menjadi pemain musik dan penyayi datang dari radio NIROM. Dia juga dipercaya memimpin Studio Orkes Surabaya (SOS) merangkap sebagai penyayi bersama S. Abdullah, Miss Netty dan Soelami. Selain itu, Kusbini juga merangkap pembantu penyiar pada radio "CIRVO" (Chines Inheemse Radio 
Luisteraars Vereniging Oost java) dan bekerja juga sebagai penggubah lagu di pabrik piringan hitam "Hoo Sun Hoo".

Karir musiknya menanjak dan kian diperhitungkan. Koesbini kemudian diajak oleh Fred Young untuk bergabung pada Majestic Film Company yang berpusat di Malang. Dia diminta untuk membuat ilustrasi musik pada film yang diproduseri oleh Fred Young. Karena kegiatan film lebih banyak di Batavia maka Koesbini pun pindah kesana.

Di dunia film itulah kemampuan Koesbini semakin terasah. Bukan hanya ilustrasi musik, dia juga menciptakan lagu film atau soundtrack pada film musikal "Jantung Hati". Ada 11 lagu gubahan Koesbini dinyanyikan dalam sepanjang film yang diputar untuk pertama kalinya pada tahun 1941. Film berbiaya tinggi untuk ukuran saat itu disokong pembuatannya oleh pemilik Pabrik Gula Candi Sidoarjo. Koesbini juga mendapat kesempatan beradu peran dengan bintang film pribumi pada beberapa film produksi Majestic Film.

Lagu Bagimu Negeri memang lagu Koesbini yang paling dikenal. Lagu pendek pesanan Soekarno itu sudah menjadi persoalan sejak awalnya. Jepang mencurigai lagu Koesbini itu sebagai lagu yang memprovokasi kaum pribumi untuk merdeka. Untung tuduhan itu bisa dijawab dengan alasan semua orang harus mengabdi pada negeri, seperti orang Jepang juga. Demikian pula setelah Indonesia merdeka, Koesbini sempat dituduh memplagiasi lagu itu oleh Joseph Moeljo Semedi. Namun gugatan itu tidak diteruskan setelah Koesbini menjawab tidak kenal dan tidak pernah bertemu dengan Semedi. Tentu jawaban yang cukup kuat karena tidak mungkin mencontek jika tidak tahu dan lagu Semedi juga tidak pernah dipublikasi.

Saat persiapan kemerdekaan Indonesia, Soekarno mengajak Koesbini manjadi anggota Panitia Lagu Kebangsaan. Panitia yang diketuai Soekarno itu juga beranggotakan WR. Soepratman dan beberapa pemusik lainnya. Dari panitia itulah muncul usulan Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Koesbini menghabiskan masa hidupnya di Jogjakarta. Dia tetap berkiprah di dunia musik yang dicintainya. Konsistensinya di dunia musik keroncong membuat dirinya mendapatkan gelar "Buaya Keroncong". Koesbini meninggal pada tahun 1991 dan untuk menghormatinya maka jalan di depan rumahnya diganti menjadi Jalan Koesbini.

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2752006268359649&id=2016135171946766

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 29 November 2019

Menkeu Pangkas 'Subsidi' Naik Gaji Perangkat Desa 69 Persen

www.kemlagi.desa.id-Pemerintah memangkas usulan bantuan gaji untuk perangkat desa yang setara Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan IIA hingga Rp2,58 triliun atau 69 persen dari usulan awal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Semula pemerintah mengusulkan alokasi bantuan penyetaraan penghasilan tetap (siltap) perangkat desa mencapai Rp3,7 triliun. Namun, dalam postur sementara APBN 2020, usulan tersebut turun hingga 69,73 persen atau Rp2,58 triliun menjadi Rp1,12 triliun.

Sebagai catatan, penyaluran bantuan penyetaraan siltap menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU).

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti mengungkapkan pemangkasan terjadi karena setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), jumlah daerah yang berhak menerima bantuan siltap menurun.

"Daerah yang memenuhi kriteria untuk diberikan bantuan, yaitu daerah yang menganggarkan alokasi dana desa 10 persen dari dana transfer umum dan kemampuan daerahnya kurang untuk dapat dibiayai penyesuaian siltap, jumlahnya menurun dari perkiraan semula," kata Astera melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (12/9).

Sayangnya, Astera tak merinci berapa banyak daerah yang tidak jadi menerima bantuan penyetaraan siltap tersebut.

Selain bantuan penyetaraan siltap, pemerintah juga memangkas bantuan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebesar Rp409,7 miliar menjadi Rp4,26 triliun. Dengan demikian, total usulan DAU dalam postur sementara RAPBN 2020 merosot dari Rp430,08 triliun menjadi Rp427,09 triliun.

Astera menambahkan, daerah lain tetap memberi penyetaraan gaji perangkat desa, karena mereka memiliki kemampuanAPBD yang lebih baik.
Proses verifikasi sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu namun mengingat kondisi daerah dan desa sangat bervariasi jadi memerlukan agak panjang dalam melakukan verifikasi ini.

Sebagai informasi, penyetaraan gaji perangkat desa diberikan sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Desa.

Dalam pidato Penyampaian RAPBN 2020 dan Nota Keuangan pada 16 Agustus 2019 lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan alokasi anggaran untuk penghasilan tetap perangkat desa diberikan agar kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan pemerintahan desa meningkat.

Sumber https://m.cnnindonesia.com 
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 28 November 2019

Angin Kencang Melanda Wilayah Kecamatan Kemlagi, Tarmasuk Desa Kemlagi

Kandang milik salah satu warga Desa Mojogebang yang rata dengan tanah
www.kemlagi.desa.id - Hasil update Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mencatat ada lima desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang disapu angin puting beliung. Selain Desa Mojogebang, Mojowiryo, Pandankrajan dan Mojowono, angin juga menerjang Desa Mojokusumo.
Kawan-kawan Polsek Kemlagi bersama warga ikut mengevakuasi pohon yang tumbang
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini, ada tambahan satu desa yang diterjang angin puting beliung. “Yakni Desa Mojokusumo. Dengan kecepatan angin 35 knot (+_ 70 km/jam) menyebabkan kerusakan,” ungkapnya, Rabu (27/11/2019).

Di Desa Mojokusumo, lanjut Zaini, angin puting beliung terjadi di Dusun Kani Rejo dan menerjang atap Masjid al Muklisin, satu rumah warga dan satu warung bagian asbes. Bahkan rumah milik Muji dengan ukuran 5×12 meter tersebut roboh akibat angin puting beliung.

“Di Desa Pandankrajan, angin terjang Dusun Sambikerep. Desa Mojogebang ada dua dusun yakni Dusun Dempul dan Dusun Kelompok. Desa Mojowono terjadi di Dusun Segawe Kidul, Segawe Lor dan Wonorejo. Desa Mojowiryo terjadi di Dusun Pekembangan, Mlaten dan Sidowiryo,” katanya.

Angin Kencang Berdampak Pula di Desa Kemlagi

Ada beberapa rumah dan bangunan warga Desa Kemlagi yang atapnya terbawa oleh angin kencang tersebut, namun alhamdulillah tidak sampai menimbulkan korban. Disamping itu pula rumah Sdr. Doni Rusdiana di Kemlagi Selatan yang dekat dengan bangunan kosong, bahwa pagar tembok sebelah utara yang berdekatan dengan rumahnya Doni tersebut sudah akan ambruk, sehingga dikhawatirkan tembok tersebut akan menimpa bangunan rumahnya.

Pohon di sebelah selatan lapangan Desa Kemlagi dan makam Desa Kemlagi juga tak lepas dari terjangan angin kencang tersebut yang mengakibatkan pengait kabel putus sehingga listrik di Desa Kemlagi sempat padam, namun akhirnya sekitar pukul 15.00 WIB sudah nyala kembali.

Beberapa tempat usaha juga terkena dampak dari terjangan angin kencang tersebut seperti yang dialamai oleh Sugiantoro, kolam renang barokah dan bengkel sekaligus rumah Abdullah.

Berikut ini foto dan video yang dikirim oleh beberapa warga Desa Kemlagi terkait angin kencang ini :
 Rumah Sdr. Achmad Supali, Kemlagi Barat

Rumah Sdr. Budiono, Kemlagi Barat

Atap rumah Sdr. Ghufron, Kemlagi Barat
Kolam Renang Barokah Desa Kemlagi, Kemlagi Timur
Rumah sekaligus bengkel Sdr. Abdullah, Kemlagi Timur
Tembok gudang dekat rumah Sdr. Doni, Kemlagi Selatan
Atap rumah Sdr. Ludlian, Kemlagi Selatan
Depan rumah Sdr. Sugiantoro, Kemlagi Barat
Video kondisi pohon tumbang dan salah satu rumah warga

Sumber https://beritajatim.com/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 24 November 2019

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa Kemlagi Tahun 2019

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Desa Kemlagi Tahun 2019
www.kemlagi.desa.id - Dalam rangka mensinergikan tugas dan fungsi kelembagaan yang ada di Desa Kemlagi yang meliputi Kepala Desa, Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) maka pada hari Senin, 18 November 2019 di salah satu rumah makan di kawasan Desa Mojokumpul dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas kelembagaan desa dengan narasumber Camat Kemlagi, Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto serta Inspektorat Kabupaten Mojokerto.
Peserta antusias ikuti kegiatan

Camat Kemlagi Bapak Tri Cahyo Hariyanto, S.Sos, MM.

Sebagai narasumber yang pertama, Camat Kemlagi menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini adalah sebagai wadah untuk mensinergikan antar kelembagaan yang ada di desa. Termasuk juga jika ada regulasi atau aturan yang baru ditetapkan kelembagaan yang ada di desa ini bisa segera mengetahuinya, sehingga arah dan jalan kita dalam mengemban tugas tidak salah.

Lebih lanjut Camat Kemlagi mengharap agar kegiatan malam ini lebih banyak diisi dengan diskusi.
Pj Kades dan Perangkat Desa dengarkan materi dari narasumber

Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Bapak Drs. Ardi Sepdianto, M.Si

Bapak Ardi Sepdianto menyampaikan bahwa yang utama harus kita pahami adalah kewenangan yang dimiliki oleh desa. Dan kewenangan ini jangan diartikan sebagai kekuasaan.

Kewengan desa diantaranya kewenangan hak asal-usul yakni kewenangan asli yang ada sejak desa itu ada, misalnya mengelola tanah dan aset desa. Lanjut Kepala DPMD.

Kewenangan lokal berskala desa yakni terkait dengan prakarsa yang ada di desa. Misalnya pengelolaan pemandian umum milik desa.

Kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah yang meliputi Bidang Pemerintahan, Pembangunan, Pembinaan dan Pemberdayaan Masyarakat.

BPD (Badan Permusyawaratan Desa) adalah sebagai mitra Pemerintah Desa. Hubungan kerja antara pemerintah desa dan BPD diharapkan tidak ada konspirasi atau permufakatan jahat, misalnya seharusnya pembangunan jalan sepanjang 100 meter, tapi dikonspirasi hanya sepanjang 75 meter.
BPD dan LPM sedang dengarkan materi dari narasumber

Inspektorat Kabupaten Mojokerto Bpk. Ari Manuhutu

Peningkatan kapasitas merupakan suatu poin penting yang menjadi peran strategis dalam pemerintahan desa.  Hal ini karena sebagai perencana, pelaksana, penanggungjawab kegiatan yang ada di desa harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Fungsi inspektorat adalah membina dan pengawasan. Kades, Perangkat Desa, BPD dan LPM ini diharap saling mendukung dan men-suport.

Intinya inspektorat berharap agar peserta peningkatan kapsitas ini menjalankan sesuai tugas pokok dan fungsinya agar nantinya tidak terjerat dengan persoalan hukum.

Peningkatan kapasitas ini selengkapnya bisa disaksikan di akun youtube Desa Kemlagi di :
https://www.youtube.com/watch?v=TE04VfPDEDE

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 23 November 2019

Semaan Al-Qur'an, Dzikrul Ghofilin, Tausiyah Jantiko Mantab di Desa Kemlagi Tahun 2019


Gus Sabuth saat berikan tausiyah
www.kemlagi.desa.id - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah atau 2019 Masehi dilaksanakan kegiatan Semaan Al-Qur'an, Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab yg diasuh oleh Gus Sabuth Panoto Projo dari Kediri.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 November 2019 bertempat di halaman balai Desa Kemlagi dan Masjid Besar Al-Hidayah Kemlagi dimulai sejak selesai salat subuh sampai dengan 23.00 (11 malam) WIB.
Khifdul Qur'an oleh para khafid
Sehabis salat subuh kegiatan dimulai dengan mengumandangkan ayat-ayat Al-qur'an oleh para khafid (penghafal Al-Qur'an) sampai khatam.  Setelah salat maghrib berjamaah acara dilanjutkan dengan Dzikrul Ghofilin yg dipimpin oleh Gus Feri Khusnul Maaf (Putra Gus Sabhut Panoto Projo).
Ribuan jamaah mengikuti acara dengan seksama
Ribuan jamaah mengikuti acara dengan seksama
Gus  Sabuth sendiri hadir pada kegitan ini adalah setelah salat Isya dan langsung menyampaikan tausiyah.

Terselenggaranya kegiatan ini adalah atas kerja sama Pemerintah Desa Kemlagi, NU Ranting Kemlagi, Linmas, Banser dan seluruh komponen masyarakat Desa Kemlagi serta didukung oleh Wilis TV dari Kediri.

Peringatan Maulid Nabi ini dihadiri oleh muslimin dan muslimat yg tidak hanya dari Desa Kemlagi saja bahkan dihadiri dari kawasan Kediri, Jombang, Sidoarjo dan warga lainnya di Jawa Timur ini.
Pj Kades Kemlagi (Husen Shofi) dan Ketua Ranting NU Desa Kemlagi (H. Nur Rosyid)
saat wawancara dengan Wilis TV
Husen Shofi selaku Pj Kades Kemlagi menyampaikan bahwa kegiatan kali ini terlenggara atas partisipasi seluruh komponen masyarakat, Linmas, Banser, Forpimka Kemlagi, Babinsa, Babinkamtibmas, NU Ranting Desa Kemlagi dan Pemerintah Desa Kemlagi.

Lebih lanjut Husen Shofi menambahkan bahwa kegiatan ini sudah diprogramkam dan dianggarkan oleh Pemerintah Desa Kemlagi.

Sementara itu H. Nur Rosyid sebagai Ketua Ranting NU Desa Kemlagi menuturkan bahwa pada tahun 2014 kegiatan semacam ini sudah pernah dilaksanakan di Desa Kemlagi, dan baru pada tahun 2019 ini dilaksanakan lagi di Desa Kemlagi.

Tokoh sentral kegiatan ini adalah putra Gus Mik (alm) yakni Gus Sambut Pranoto Pojo.  Lanjut H.Nur Rosyid bahwa Gus Sabuth dalam menyampampaikan dakwahnya mudah dimengerti oleh umat.

Tausiyah Gus Sabuth Panoto Projo
  1. Di akhir jaman ini, Allah SWT menurunkan banyak penyakit dan mudah-mudahan dengan kita mengikuti kegiatan ini Allah sembuhkan penyakit kita;
  2. Minta umur panjang itu penting, tapi yang terpenting adalah umur panjang yang barokah. Sehingga jika kita meninggal nanti dalam keadaan yang baik atau meninggal yang khusnul khotimah;
  3. Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa orang yang dikasihi oleh Allah SWT selain Nabi Muhammad SAW adalah Salman Al Farizi, dia disayangi Allah SWT karena kemiskinannya;
  4. Kita hidup di dunia ini hakikatnya adalah kita hanya menunggu datangnya kematian. Oleh karena itu mumpung masih ada kesempatan marilah kita beribadah dan berbuat baik sebanyak-banyaknya.
Isi lengkap kegiatan ini bisa diakses di akun youtube Wilis TV :
https://youtu.be/qRQbwP4ifSs
https://youtu.be/3PFuvBM4tg0t
https://youtu.be/BHkE9ZYASJM
https://youtu.be/mktTITIrXps
https://youtu.be/2CETs0lNXSg

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Cara Mendapatkan Kartu Pra Kerja dari Kemenaker

Tip Dapatkan Kartu Pra Kerja oleh Menaker-Ida Fauziah
www.kemlagi.desa.id-Pemerintah berencana membagikan kartu pra-kerja yang merupakan kartu bantuan pelatihan vokasi yang akan diberikan kepada pencari kerja, pekerja buruh aktif, dan terkena putus hubungan kerja (PHK) yang membuat peningkatan kompetensi.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah sebut ada delapan cara untuk bisa mendapatkan kartu pra-kerja.

"Jadi desain kartu pra-kerja tidak dicetak secara fisik, namun digital," ucap Ida saat menghadiri rapat dengan komisi IX DPR di Gedung DPR,Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Pertama-tama calon peserta harus mendaftarkan diri melalui kemenaker.go.id

"Prinsip first in first serves. Artinya yang lebih dulu mendaftar akan dapat mengikuti pelatihan vokasi lebih awal dibandingkan yang mendaftar belakangan," ucap Ida.

Kedua, pemerintah akan melakukan proses seleksi secara online. Hasilnya pun akan diumumkan melalui situs Kemenaker.

Ketiga, kalau calon peserta lulus seleksi, mereka perlu memilih lembaga pelatihan vokasi melalui website atau aplikasi.

 Keempat, peserta nantinya akan mengikuti pelatihan sesuai pilihan mereka, baik secara tatap muka maupun daring. Biaya pelatihan berkisar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta akan ditanggung pemerintah.

Kelima, setelah mendapatkan sertifikasi kompetensi dapat mengikuti uji kompetensi, biaya akan disubsisidi dari program kartu pra-kerja hingga Rp 90.000.

Keenam, peserta akan mendapat insentif persiapan melamar pekerjaan sebesar Rp 500.000.

"Karena mereka pencari kerja mereka tidak dalam status finansial untuk mencari lowongan," kata Ida.

Ketujuh, peserta akan memberikan penilaian dan evaluasi proses pelatihan yang telah diikuti.

Terakhir, peserta harus mengisi survei kepekerjaan yang dilakukan secara periodik untuk mendapat data apakah sudah mendapatkan kerja atau belum.

Sumber https://money.kompas.com/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 10 Oktober 2019

Para Calon Kades di Kab. Mojokerto Siap Sukseskan Pilkades Damai

Para Calon Kades Ucapkan Janji Ikrar Damai Pilkades 2019
www.kemlagi.desa.id - Sebanyak 721 Calon Kepala Desa (cakades) berjanji akan menerima apapun hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, 23 Oktober 2019 nanti. Janji itu diucapkan dalam acara ikrar damai yang digelar di Pendopo Graha Majatama, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Rabu siang (9/10/2019). Ikrar damai ini dibuka oleh Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi. Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengatakan semua cakades dari 18 kecamatan dan para pendukungnya harus siap menang dan kalah dalam kontestasi Pilkades serentak.

“Kepada 721 cakades yang ikut Pilkades serentak 2019, saya minta harus siap menang maupun kalah,” tandas Pungkasiadi. 

Wabup juga berharap para kontestan dan pendukungnya agar ikut berupaya memelihara situasi kondusif. Jangan sampai ada konflik, apalagi menjurus pada  benturan fisik antar pendukung.

“Pilkades serentak adalah agenda demokrasi rutin enam tahunan yang harus disikapi secara dewasa, wajar, arif dan bijaksana sesuai aturan hukum,” kata Pungkasiadi.

Selain itu, Pungkasiadi juga mewanti-wanti, agar kampanye dari masing-masing calon dilakukan dengan tertib, dan tidak boleh saling menjatuhkan rival.

“Semua kegiatan kampanye harus tertib, damai, dan santun. Hindari kampanye hitam dan menjatuhkan rival, apalagi ujaran-ujaran kebencian yang berunsur Sara. Semua yang terlibat dalam pilkades maupun panitia pemilihan desa, saya minta terus berkoordinasi dan mengantisipasi kerawanan-kerawanan yang terjadi,” ujar Pungkasiadi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto ini menilai, Pilkades harus dipandang sebagai sarana perwujudan demokrasi dan partisipasi masyarakat desa. Karena itu, hajatan demokrasi ini hendaknya disambut dengan suka cita dan menjadi alat  pemersatu masyarakat.

“Bukan malah melahirkan kubu-kubuan dan mengotak-kotakan masyarakat,” ujarnya.

Hadir dalam ikrar damai ini Kapolres Kota Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto, Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, Sekda Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, Kepala Kejakasaan Negeri Mojokerto, Rudy Hartono, Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto, Muslim, Asisten beserta Staf Ahli, unsur Forkopimda lainnya, beserta OPD.

Sumber: https://inilahmojokerto.com/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 09 Oktober 2019

Mari Kenali Gangguan Jiwa

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id - Gangguan jiwa adalah penyakit medis yg memiliki patologi gangguan didalam saraf otak. Gangguan jiwa bisa dialami oleh siapa aja lho, karenanya yuk kenali gejalanya.

Skizofrenia/Psikotik adalah gangguan penilaian realitas yang dicirikan dengan halusinasi, pembicaraan yang tidak nyambung, merasa berbeda, dan disertai perilaku agresif berbahaya seperti merusak dan melukai orang lain.

Depresi adalah perasaan sedih yang mendalam disertai hilangnya semangat dan motivasi, badan mudah lelah, pola tidur dan makan berubah, tidak fokus dan ada keinginan untuk bunuh diri.

Bipolar adalah ganguan mood/perasaan. Mengalami perubahan mood secara drastis, tidak tidur-tidur, belanja berlebihan, melakukan hal yang berisiko.

Cemas/Ansietas didominasi oleh perasaan cemas/khawatir/panik, adanya perubahan pada tubuh seperti nafas cepat dan pendek, jantung berdebar, keringat dingin, nyeri perut, pusing dan penglihatan kabur.

Jika gejala diatas terus terjadi, kamu harus waspada agar jiwa sehatmu tidak terganggu. Caranya dengan deteksi dini agar mudah diobati, sehingga bisa cepat pulih dan produktif kembali. Deteksi dini bisa dilakukan di Puskesmas, rumah sakit, psikiater, psikolog dan RSJ.

Yuk mulai berpikir positif, karena sehat jiwa dimulai dari diri sendiri.


Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 04 Oktober 2019

Bank Sampah-pun Dapat Penghargaan Dari Dunia

www.kemlagi.desa.id - Program bank sampah Pegadaian “The Gade Clean and Gold” meraih Gold Award di ajang International Convention of Quality Control Circles (ICQCC) di Jepang yang berlangsung tanggal 21-27 September 2019. Kegiatan itu diikuti oleh 370 tim yang berasal dari 20 negara.

Dalam ajang tersebut Tim Pegadaian digawangi oleh Khoiriyah Dwi Putranti, Aditya Rachman, Theo Andino Putra, Adi Wijaya, serta Sari Nur Sabari didampingi oleh Hertin Maulida selaku fasilitator dan Rully Yusuf selaku sponsor.

Saat kontestasi mereka menyampaikan presentasi berjudul "The Implementation of The Gade Clean and Gold Program to Sustain Enviromental Hygiene, Empower Middle to Lower Class Society and Ecquire New Customer to PT Pegadaian (Persero)".

Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan mengatakan penghargaan ini menunjukkan bahwa program memilah sampah menabung emas yang digagas oleh perseroan merupakan alternatif solusi masalah lingkungan yang menarik perhatian baik di dalam maupun luar negeri.

Di dalam negeri, program bank sampah Pegadaian mendapat dukungan banyak pihak, mulai dari bupati hingga presiden. Program ini telah mendapatkan penghargaan Nusantara CSR Award kategori Pelibatan Komunitas dalam Menangani Sampah.

"Sementara di ajang internasional ICQCC program ini memenangkan kontes antar negara. Ini karena memang program ini sederhana dan mudah dilaksanakan serta dipandang efektif dalam pengelolaan sampah rumah tangga," katanya, Rabu (2/10/2019).

Damar mengatakan peran keluarga terutama ibu rumah tangga sangat penting dengan cara memilah sampah rumah tangga sebelum disetorkan ke bank sampah. Oleh karena itu komunitas masyarakat yang berbasis pada keluarga menjadi perhatian serius Pegadaian dalam melakukan edukasi dan sosialisasi program tersebut.

Direktur Pengelolaan Sampah Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengapresiasi Pegadaian atas penghargaan tersebut. Pengelolaan sampah tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan semua pihak harus terlibat dalam mewujudkan Indonesia Bersih pada tahun 2025.

“Program yang digagas Pegadaian tersebut sangat menarik. Perusahaan yang lain pun harus mempunyai program-program yang inovatif dan terus dikampanyekan kepada masyarakat. Di sinilah peran PR (humas) sangat penting dalam membangun kesadaran bersama dalam menciptakan budaya bersih lingkungan," ujarnya.

Proses tata kelola bank sampah “The Gade Clean and Gold” relatif sederhana. Sampah yang sudah dipilah dari rumah disetor ke bank sampah untuk ditimbang dan dinilai harganya. Selanjutnya sampah dibeli oleh bank sampah dan uangnya dimasukkan dalam bentuk tabungan emas.

Emas hasil menabung dapat dijual atau digadaikan jika masyarakat memerlukan dana. Juga dapat dimanfaatkan untuk biaya menunaikan ibadah haji atau umroh.

Dengan saldo tabungan emas seberat 3,5 gram, masyarakat dapat mengajukan pembiayaan ibadah haji sehingga memperoleh porsi haji dengan pembiayaan yang dapat direncanakan sesuai kemampuan keuangannya.

Sumber : https://www.inews.id/finance/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 29 September 2019

Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id - Dengan mendasarkan pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020. Penggunaan Dana Desa diprioritaskan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Prioritas penggunaan Dana Desa sebagaimana dimaksud harus bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Desa berupa:
  1. peningkatan kualitas hidup;
  2. peningkatan kesejahteraan;
  3. penanggulangan kemiskinan; dan
  4. peningkatan pelayanan publik.
Peningkatan kualitas hidup masyarakat Desa diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pelayanan sosial dasar yang berdampak langsung pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa diutamakan untuk:

  1. membiayai pelaksanaan program yang bersifat lintas kegiatan;
  2. menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan;
  3. meningkatkan pendapatan ekonomi bagi keluarga miskin; dan
  4. meningkatkan pendapatan asli Desa.
Penanggulangan kemiskinan diutamakan untuk:

  1. membiayai program penanggulangan kemiskinan;
  2. melakukan pemutakhiran data kemiskinan;
  3. melakukan kegiatan akselerasi ekonomi keluarga dan padat karya tunai untuk menyediakan lapangan kerja;
  4. menyediakan modal usaha dan pelatihan bagi masyarakat Desa yang menganggur, setengah menganggur, keluarga miskin; dan
  5. melakukan pencegahan kekurangan gizi kronis (stunting).
Peningkatan pelayanan publik diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial.


Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 21 September 2019

Sosialisai Program JKN -KIS Bagi Perangkat Desa Se-Kecamatan Kemlagi

Melinda (perwakilan dari BPJS Kesehatan Mojokerto) sedang berikan sosialisasi
www.kemlagi.desa.id - BPJS Kesehatan Mojokerto menggelar sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi Kepala Desa beserta Perangkat Desa se-Kecamatan Kemlagi di Kantor Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jum'at (20/9/19).

Sekcam Kemlagi H. Wujud, SH. dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada BPJS yang berkenan melakukan sosialisasi di wilayah Kemlagi. “Semoga sosialisasi JKN – KIS bisa diikuti sampai selesai dan dipahami oleh peserta yang hadir serta dimungkinkan untuk dimasukkan dalam APBDes sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Bupati Nomor 77 Tahun 2018 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Desa,” Harapnya.
Sekcam Kemlagi H. Wujud, SH sedang berikan sambutan sekaligus buka kegiatan ini
Melinda, narasumber dari BPJS Mojokerto memaparkan jenis kepesertaan BPJS, diantaranya : 1) Pekerja Penerima Upah (PPU), 2) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), 3) Bukan Pekerja (BP) dan anggota keluarganya.

Yang termasuk Pekerja Penerima Upah (PPU) sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 Pasal 4 Ayat 2, antara lain : Pejabat Negara, Pimpinan dan anggota DPR, PNS, Anggota TNI, Anggota Polri, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Pegawai Swasta dan Pekerja lain yang tidak termasuk diatas yang menerima upah.
Perangkat desa antusias ikuti sosialisasi
Dijelaskan juga oleh Ibu Melinda, tentang besaran iuran program JKN dan hak kelas rawat. Untuk Kelas I, UMK (Rp 4.000.000 – Rp 8.000.000). Sedangkan Kelas II (Rp 4.000.000). Sesuai dengan Perpres No. 28 Tahun 2015, berlaku mulai 1 April 2016.

Besaran iuran adalah sebesar 5 % dari UMK Kabupaten Mojokerto dengan komposisi 3 % ditanggung oleh Pemerintah Desa dan 2 % oleh Perangkat Desa. Lanjut Melinda.

Sebagaimana ketentuan Peraturan Bupati Nomor 77 Tahun 2018 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Desa, bahwa untuk jaminan sosial bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa diambilkan dari PAD (Pendapatan Asli Desa) khususnya hasil aset Pengelolaan TKD selain tanah bengkok.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 18 September 2019

Bimbingan Teknis Updating Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2019

Bimtek Updating Prodeskel Tahun 2019
www.kemlagi.desa.id - Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 September 2019 di Aula (lantai 3) Kantor Kecamatan Kemlagi yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan SDM DPMD Kabupaten Mojokerto dan diikuti oleh seluruh operator Profil Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Kemlagi.

Bimbingan Teknis Updating Profil Desa dan Kelurahan ini dilaksanakan sudah berjalan rutin setiap tahunnya yang dilaksanakan sejak tahun 2014.

Sampai dengan kegiatan ini dilaksanakan masih ada 10 (sepuluh) desa yang sudah melakukan updating profilnya secara lengkap termasuk Desa Kemlagi, sementara 10 (sepuluh) desa yang belum updating profilnya secara lengkap, diharapkan setelah kegiatan ini sudah bisa memenuhinya.

Betapa pentingnya updating data pada suatu instansi pemerintahan, karena dengan updating data maka pihak-pihak yang membutuhkan suatu data akan dapatkan informasi secara lengkap dan terpercaya.
Peserta antusias ikuti bimbingan teknik dari narasumber
Sambutan Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan SDM

Adi Nafuzi, S.P, M.M selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan SDM DPMD Kabupaten Mojokerto pada kegiatan ini menyampaikan beberapa hal:
  1. Era Revoulusi 4.0 keberadaan data sangat penting sehingga pemerintah sekarang ini sudah betul-betul memperhatikan bahwa kebijakan sekarang ini berbasis data. Jadi selaku operator di desa agar melaksanakan updating data secara maksimal dengan meningkatkan kualitas;
  2. Data itu berharga manakala dibutuhkan pada saat yang tepat. Pengisian data profil ini merupakan keberlanjutan dari tahun sebelumnya, sehingga tidak ada kesulitan bagi kita selaku operator.
Harapan akhir Adi Nafuzi, bahwa dari hasil bimbingan teknis ini akan menghasilkan data yang lebih bagus kualitasnya, menggambarkan betul-betul kondisi desa yang sebenarnya dan bisa menjadi pertimbangan-pertimbangan untuk mengambil kebijakan di desa.

Sambutan Camat Kemlagi
H. Wujud, SH selaku Sekretaris Kecamatan Kemlagi mewakili Camat Kemlagi juga menyampaikan beberapa hal :
  1. Agar peserta mengikuti dengan seksama kegiatan ini;
  2. Pada tahun 2020 pemerintah akan melaksanakan SPBE  (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 21 Agustus 2019

Proyeksi Dana Desa Tahun 2020

Grafik Perkembangan Dana Desa, 2015-2020 
www.kemlagi.desa.id - Dalam periode tahun 2015-2019, dana desa meningkat dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 35,4 persen pertahunnya dari sebesar Rp20.766,2 miliar pada tahun 2015, meningkat menjadi Rp69.832,1 miliar pada outlook APBN tahun 2019. Peningkatan alokasi dana desa tersebut guna memenuhi roadmap dana desa yang ditentukan sebesar 10 persen dari dan di luar Transfer ke Daerah (on top) secara bertahap. 

Seiring dengan kenaikan pengalokasian anggaran Dana Desa, Pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan Dana Desa, serta mengupayakan penyiapan kapasitas aparat desa yang lebih baik lagi dalam pelaksanaan Dana Desa. 

Keberhasilan Dana Desa

Seiring dengan peningkatan Dana Desa dalam periode tahun 2015-2019, rata-rata dana yang diterima per desa juga meningkat, yaitu dari Rp280 juta per desa pada tahun 2015 menjadi Rp933 juta per desa pada tahun 2019. Jumlah desa yang menerima Dana Desa juga meningkat yaitu dari 74.093 desa pada tahun 2015 menjadi 74.953 desa pada tahun 2019. 

Berdasarkan hasil evaluasi dalam pelaksanaan Dana Desa selama tahun 2015–2018, telah menghasilkan output berupa tersedianya sarana dan prasarana dasar publik yang bermanfaat bagi masyarakat desa, berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yaitu jalan desa sepanjang lebih dari 191.600 km, jembatan sepanjang 1.140.378 m, sambungan air bersih sebanyak 959.596 unit, embung desa sebanyak 4.175 unit, saluran drainase sebanyak 29.558 km, irigasi sebanyak 58.931 unit, posyandu sebanyak 24.820 unit, pasar desa sebanyak 8.983 unit, PAUD desa sebanyak 50.854 unit, dan MCK sebanyak 240.587 unit.

Sedangkan, sinergi pelaksanaan Dana Desa bersama-sama dengan berbagai sumber pendanaan lainnya, seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra) telah menghasilkan outcome, antara lain berupa: (1) menurunnya rasio gini perdesaan, dari 0,329 pada tahun 2015 menjadi 0,319 pada tahun 2018; dan (2) menurunnya jumlah penduduk miskin perdesaan, dari 17,89 juta jiwa (14,09 persen) pada tahun 2015 menjadi 15,54 juta jiwa (13,10 persen) pada tahun 2018. 

Penyempurnaan Kebijakan

Selanjutnya, untuk lebih mendukung upaya pengentasan kemiskinan di desa, mengurangi pengangguran di desa, mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardesa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, maka pada Dana Desa tahun 2019 telah dilakukan beberapa penyempurnaan kebijakan baik dalam hal penyempurnaan formula pengalokasian, penyaluran, pelaksanaan, pemanfataan, penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan, serta pengawasan pengelolaan Dana Desa. Dengan demikian, diharapkan Dana Desa dapat lebih optimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa yang semakin fokus pada upaya untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan pelayanan dasar antardesa, memajukan perekonomian desa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, maka arah kebijakan Dana Desa pada tahun 2020 ditujukan untuk:

  1. menyempurnakan kebijakan pengalokasian, dengan tetap: a) memperhatikan pemerataan dan keadilan; b) memberikan afirmasi kepada desa tertinggal dan desa sangat tertinggal serta kemiskinan; dan c) memperhatikan kinerja desa dalam pengelolaan Dana Desa; 
  2. meningkatkan porsi penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa; 
  3. memperbaiki pengelolaan Dana Desa melalui pelatihan dan pembinaan aparat desa, peningkatan kompetensi tenaga pendamping, dan penguatan sistem pengawasan;  
  4. meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan desa, serta tenaga pendamping; 
  5. mengoptimalkan peran pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota dalam pengelolaan Dana Desa; 
  6. meningkatkan akuntabilitas dan kinerja pelaksanaan Dana Desa melalui penyaluran berdasarkan kinerja dan pemberian insentif atas kinerja penyaluran.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Dana Desa, serta mendukung pelaksanaan padat karya tunai di desa, mekanisme penyaluran Dana Desa pada tahun 2018 mengalami perubahan, yaitu: (a) penyaluran semula dua tahap menjadi tiga tahap, paling cepat bulan Januari dari sebelumnya bulan Maret. Melalui penyaluran yang dilakukan pada bulan Januari, diharapkan kegiatan Dana Desa terutama padat karya tunai bisa segera dilaksanakan; dan (b) perubahan persentase penyaluran dari RKUD ke RKD dalam laporan realisasi penyaluran Dana Desa sampai dengan tahap II, dari semula paling sedikit 90 persen menjadi paling sedikit 75 persen, sebagai persyaratan penyaluran tahap III.

Berdasarkan arah kebijakan tersebut di atas, pagu anggaran dana desa dalam RAPBN tahun 2020 direncanakan sebesar Rp72.000,0 miliar atau meningkat sebesar Rp2.167,9 miliar (3,1 persen) apabila dibandingkan dengan outlook APBN tahun 2019.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 17 Agustus 2019

Sedekah Desa Kemlagi Tahun 2019 Dihadiri oleh KH Khusen Ilyas

KH Khusen Ilyas
www.kemlagi.desa.id - Sedekah Desa merupakan kearifan lokal Desa Kemlagi yang setiap tahun dilaksanakan berbarengan dengan jelang peringatan kemerdekaan negara kita, tahun ini dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 16 Agustus 2019.

Sedekah Desa di Desa Kemlagi merupakan satu rangkaian dalam rangka peringatan kemerdekaan negara kita, pada setiap tanggal 16 Agustus pagi harinya setelah shalat subuh dilaksanakan khatmil Al-Qur'an di Balai Desa Kemlagi kemudian dilanjutkan pada malam harinya dengan pembacaan tahlil ditujukan kepada arwah para pejuang Desa Kemlagi semoga amal ibadahnya diterima dan khilafnya diampuni oleh Allah SWT.

Dan sebagai puncaknya acara kegiatan Sedekah Desa Kemlagi diisi dengan tausiyah atau ceramah agama yang kali ini dihadiri oleh KH Khusen Ilyas dari Mojokerto.

Warga Desa Kemlagi antusias dengarkan ceramah KH Khusen Ilyas
Kerajaan Majapahit

Sesuai tema dalam rangka peringatan kemerdekaan negara kita, maka KH Khusen Ilyas pada kesempatan kali ini membicarakan atau menceritakan tentang Kerajaan Majapahit.

Dikisahkan bahwa sampai saat ini tidak ada yang tahu bekas atau lokasi keberadaan kerajaan Majapahit itu ada dimana, namun semakin lama kisah kerajaan Majapahit semakin harum. Konon Ronggowarsito pernah bilang dalam bahasa jawa:
  • besok akhir zaman
  • blitar dadi latar
  • tulungagung jadi kedung
  • kediri dadi kali
  • kertosono ora ono
  • jombang kambang
  • suroboyo dadi rowo
  • mojopahit kecepit
  • mojokerto gaknok opo opo

Lebih lanjut KH Khusen Ilyas menuturkan bahwa meskipun kerajaan majapahit yang sudah tidak diketahui bekas keberadaanya, namun pusaka milik majapahit masih utuh.

Pusaka peninggalan majapahit yang sampai sekarang masih ada adalah keris yang namanya sabuk inten nogo sosro, baju onto kusumo, jala pamungkas dan lain-lain.

Kemudian dengan ajaran para wali (yang juga hidup pada masa majapahit) sebarkan agama Islam di negara kita adalah tidak dengan peperangan, tapi dengan kewibawaan dan rasa kasih sayang.

Disimpulkan bahwa kita selaku bangsa Indonesia tidak harus berkecil hati malah kita harus bangga, karena dengan semangat yang dimiliki oleh majapahit bahwa negara kita adalah negara yang besar dan kuat.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 16 Agustus 2019

Penyampaian Nota Keuangan RAPBN Tahun 2020

Pidato Presiden Joko Widodo saat sampaikan Nota Keuangan RAPBN TA 2020
www.kemlagi.desa.id - Menindaklanjuti himbauan Camat Kemlagi agar Kepala Desa dan Perangkat Desa mengikuti pidato presiden pada penyampaian nota keuangan dan RAPBN TA 2020 melalui layar televisi, maka sejak pagi hingga sore hari Kades dan Perangkat Desa Kemlagi mengikuti dengan cermat siaran langsung tersebut melalui televisi nasional yang ada dan tentunya lebih difokuskan pada program dari Pemerintah untuk desa.

Pidato Presiden Republik Indonesia terkait RAPBN TA 2020 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI MP I TS 2019 - 2020, hari Jumat, 16 Agustus 2019, yang dimulai jam 14.00 sd 15.00 WIB

Dana Desa Tahun 2020

Dana Desa pada tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp 72 triliun. Penggunaan dana desa tersebut akan lebih ditingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa, sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa. Di samping itu, dana desa diharapkan dapat mendorong inovasi dan entrepreneur baru, sehingga produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat dipasarkan secara nasional, bahkan global, melalui market place.


Dalam lima tahun terakhir, hasil dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik, seperti akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni (APM) dari PAUD sampai dengan SMA sederajat.

Tingkat kesenjangan di perdesaan juga menurun, yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,334 pada tahun 2015, menjadi 0,317 pada tahun 2019. Demikian juga dengan kesenjangan fiskal antardaerah, di mana Indeks Williamson turun dari 0,726 pada tahun 2015, menjadi 0,597 pada tahun 2018.

Anggaran untuk Siltap Perangkat Desa

Pada tahun 2020, selain dukungan pendanaan kelurahan, Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penghasilan tetap perangkat desa, agar kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan Pemerintahan Desa meningkat. Selain itu, telah dialokasikan juga anggaran untuk penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung pembiayaan dari APBD.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 15 Agustus 2019

Survey Keluarga Sehat Oleh Puskesmas Kemlagi di Desa Kemlagi

Logo Keluarga Sehat
www.kemlagi.desa.id - Direncanakan mulai tanggal 21 Agustus 2019 kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kemlagi Kec.Kemlagi Ka.Mojokerto. Setiap keluarga dimohon untuk mempersiapkan foto copy kartu keluarga dan kartu BPJS Kesehatan atau KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang dimiliki, masing masing 1 (satu lembar). Nantinya Kader Kesehatan Desa Kemlagi akan mendatangi untuk melakukan survey disetiap rumah.

Pendataan keluarga dalam rangka program indonesia sehat melalui pendekatan keluarga di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 2016.

Adapun tujuan dari survey keluarga sehat tersebut adalah mewujudkan keluarga sehat di dalam masyarakat sehingga akan dapat terpantau kesehatan masyarakat secara menyeluruh

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah yang berada di Desa Kemlagi untuk memastikan 12 indikator, dan hasil dari indikator tersebut akan dilaporkan ke dinas kesehatan melalui Puskesmas Kemlagi.

Adapun 12 indikator utama yang telah ditetapkan untuk menyatakan suatu keluarga sehat atau tidak, yaitu:
  1. Keluarga mengikuti program keluarga berencana (KB)
  2. Ibu melakukan fasilitas persalinan di fasilitas kesehatan
  3. Bayi mendapat air susu ibu (ASI)
  4. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
  6. Penderita tuberkolosis paru mendapatkan pengobatan secara standar
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak di telantarkan
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
  10. Keluarga sudah menjadi anggota jaminan kesehatan nasional (JKN) atau BPJS
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
  12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Berdasarkan indikator tersebut dilakukan penghitungan indeks keluarga sehat (IKS) dari setiap keluarga, kemudian ditempelkan satu stiker sebagai tanda bahwa survey telah dilakukan.
Stiker Keluarga Sehat
Dari 12 indikator utama keluarga sehat, cakupan tertinggi adalah keluarga yang memilikki akses atau menggunakan sarana air bersih,sedangkan untuk indikator terendah adalah penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan, demikian upaya mewujudkan keluarga sehat menjadi titik awal terwujudnya masyarakat sehat.

Hal ini berarti pula bahwa keberhasilan upaya prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan kunci bagi keberhasilan upaya menciptakan kesehatan masyarakat.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi