Sabtu, 21 September 2019

Sosialisai Program JKN -KIS Bagi Perangkat Desa Se-Kecamatan Kemlagi

Melinda (perwakilan dari BPJS Kesehatan Mojokerto) sedang berikan sosialisasi
www.kemlagi.desa.id - BPJS Kesehatan Mojokerto menggelar sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi Kepala Desa beserta Perangkat Desa se-Kecamatan Kemlagi di Kantor Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jum'at (20/9/19).

Sekcam Kemlagi H. Wujud, SH. dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada BPJS yang berkenan melakukan sosialisasi di wilayah Kemlagi. “Semoga sosialisasi JKN – KIS bisa diikuti sampai selesai dan dipahami oleh peserta yang hadir serta dimungkinkan untuk dimasukkan dalam APBDes sebagaimana ketentuan dalam Peraturan Bupati Nomor 77 Tahun 2018 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Desa,” Harapnya.
Sekcam Kemlagi H. Wujud, SH sedang berikan sambutan sekaligus buka kegiatan ini
Melinda, narasumber dari BPJS Mojokerto memaparkan jenis kepesertaan BPJS, diantaranya : 1) Pekerja Penerima Upah (PPU), 2) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), 3) Bukan Pekerja (BP) dan anggota keluarganya.

Yang termasuk Pekerja Penerima Upah (PPU) sesuai dengan Perpres 82 Tahun 2018 Pasal 4 Ayat 2, antara lain : Pejabat Negara, Pimpinan dan anggota DPR, PNS, Anggota TNI, Anggota Polri, Kepala Desa dan Perangkat Desa, Pegawai Swasta dan Pekerja lain yang tidak termasuk diatas yang menerima upah.
Perangkat desa antusias ikuti sosialisasi
Dijelaskan juga oleh Ibu Melinda, tentang besaran iuran program JKN dan hak kelas rawat. Untuk Kelas I, UMK (Rp 4.000.000 – Rp 8.000.000). Sedangkan Kelas II (Rp 4.000.000). Sesuai dengan Perpres No. 28 Tahun 2015, berlaku mulai 1 April 2016.

Besaran iuran adalah sebesar 5 % dari UMK Kabupaten Mojokerto dengan komposisi 3 % ditanggung oleh Pemerintah Desa dan 2 % oleh Perangkat Desa. Lanjut Melinda.

Sebagaimana ketentuan Peraturan Bupati Nomor 77 Tahun 2018 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Desa, bahwa untuk jaminan sosial bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa diambilkan dari PAD (Pendapatan Asli Desa) khususnya hasil aset Pengelolaan TKD selain tanah bengkok.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 18 September 2019

Bimbingan Teknis Updating Profil Desa dan Kelurahan Tahun 2019

Bimtek Updating Prodeskel Tahun 2019
www.kemlagi.desa.id - Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 17 September 2019 di Aula (lantai 3) Kantor Kecamatan Kemlagi yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan SDM DPMD Kabupaten Mojokerto dan diikuti oleh seluruh operator Profil Desa dan Kelurahan yang ada di Kecamatan Kemlagi.

Bimbingan Teknis Updating Profil Desa dan Kelurahan ini dilaksanakan sudah berjalan rutin setiap tahunnya yang dilaksanakan sejak tahun 2014.

Sampai dengan kegiatan ini dilaksanakan masih ada 10 (sepuluh) desa yang sudah melakukan updating profilnya secara lengkap termasuk Desa Kemlagi, sementara 10 (sepuluh) desa yang belum updating profilnya secara lengkap, diharapkan setelah kegiatan ini sudah bisa memenuhinya.

Betapa pentingnya updating data pada suatu instansi pemerintahan, karena dengan updating data maka pihak-pihak yang membutuhkan suatu data akan dapatkan informasi secara lengkap dan terpercaya.
Peserta antusias ikuti bimbingan teknik dari narasumber
Sambutan Kabid Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan SDM

Adi Nafuzi, S.P, M.M selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Pengembangan SDM DPMD Kabupaten Mojokerto pada kegiatan ini menyampaikan beberapa hal:
  1. Era Revoulusi 4.0 keberadaan data sangat penting sehingga pemerintah sekarang ini sudah betul-betul memperhatikan bahwa kebijakan sekarang ini berbasis data. Jadi selaku operator di desa agar melaksanakan updating data secara maksimal dengan meningkatkan kualitas;
  2. Data itu berharga manakala dibutuhkan pada saat yang tepat. Pengisian data profil ini merupakan keberlanjutan dari tahun sebelumnya, sehingga tidak ada kesulitan bagi kita selaku operator.
Harapan akhir Adi Nafuzi, bahwa dari hasil bimbingan teknis ini akan menghasilkan data yang lebih bagus kualitasnya, menggambarkan betul-betul kondisi desa yang sebenarnya dan bisa menjadi pertimbangan-pertimbangan untuk mengambil kebijakan di desa.

Sambutan Camat Kemlagi
H. Wujud, SH selaku Sekretaris Kecamatan Kemlagi mewakili Camat Kemlagi juga menyampaikan beberapa hal :
  1. Agar peserta mengikuti dengan seksama kegiatan ini;
  2. Pada tahun 2020 pemerintah akan melaksanakan SPBE  (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik).
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 21 Agustus 2019

Proyeksi Dana Desa Tahun 2020

Grafik Perkembangan Dana Desa, 2015-2020 
www.kemlagi.desa.id - Dalam periode tahun 2015-2019, dana desa meningkat dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 35,4 persen pertahunnya dari sebesar Rp20.766,2 miliar pada tahun 2015, meningkat menjadi Rp69.832,1 miliar pada outlook APBN tahun 2019. Peningkatan alokasi dana desa tersebut guna memenuhi roadmap dana desa yang ditentukan sebesar 10 persen dari dan di luar Transfer ke Daerah (on top) secara bertahap. 

Seiring dengan kenaikan pengalokasian anggaran Dana Desa, Pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan Dana Desa, serta mengupayakan penyiapan kapasitas aparat desa yang lebih baik lagi dalam pelaksanaan Dana Desa. 

Keberhasilan Dana Desa

Seiring dengan peningkatan Dana Desa dalam periode tahun 2015-2019, rata-rata dana yang diterima per desa juga meningkat, yaitu dari Rp280 juta per desa pada tahun 2015 menjadi Rp933 juta per desa pada tahun 2019. Jumlah desa yang menerima Dana Desa juga meningkat yaitu dari 74.093 desa pada tahun 2015 menjadi 74.953 desa pada tahun 2019. 

Berdasarkan hasil evaluasi dalam pelaksanaan Dana Desa selama tahun 2015–2018, telah menghasilkan output berupa tersedianya sarana dan prasarana dasar publik yang bermanfaat bagi masyarakat desa, berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yaitu jalan desa sepanjang lebih dari 191.600 km, jembatan sepanjang 1.140.378 m, sambungan air bersih sebanyak 959.596 unit, embung desa sebanyak 4.175 unit, saluran drainase sebanyak 29.558 km, irigasi sebanyak 58.931 unit, posyandu sebanyak 24.820 unit, pasar desa sebanyak 8.983 unit, PAUD desa sebanyak 50.854 unit, dan MCK sebanyak 240.587 unit.

Sedangkan, sinergi pelaksanaan Dana Desa bersama-sama dengan berbagai sumber pendanaan lainnya, seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra) telah menghasilkan outcome, antara lain berupa: (1) menurunnya rasio gini perdesaan, dari 0,329 pada tahun 2015 menjadi 0,319 pada tahun 2018; dan (2) menurunnya jumlah penduduk miskin perdesaan, dari 17,89 juta jiwa (14,09 persen) pada tahun 2015 menjadi 15,54 juta jiwa (13,10 persen) pada tahun 2018. 

Penyempurnaan Kebijakan

Selanjutnya, untuk lebih mendukung upaya pengentasan kemiskinan di desa, mengurangi pengangguran di desa, mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardesa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, maka pada Dana Desa tahun 2019 telah dilakukan beberapa penyempurnaan kebijakan baik dalam hal penyempurnaan formula pengalokasian, penyaluran, pelaksanaan, pemanfataan, penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan, serta pengawasan pengelolaan Dana Desa. Dengan demikian, diharapkan Dana Desa dapat lebih optimal dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat desa.

Untuk lebih mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa yang semakin fokus pada upaya untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi ketimpangan pelayanan dasar antardesa, memajukan perekonomian desa, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, maka arah kebijakan Dana Desa pada tahun 2020 ditujukan untuk:

  1. menyempurnakan kebijakan pengalokasian, dengan tetap: a) memperhatikan pemerataan dan keadilan; b) memberikan afirmasi kepada desa tertinggal dan desa sangat tertinggal serta kemiskinan; dan c) memperhatikan kinerja desa dalam pengelolaan Dana Desa; 
  2. meningkatkan porsi penggunaan Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa; 
  3. memperbaiki pengelolaan Dana Desa melalui pelatihan dan pembinaan aparat desa, peningkatan kompetensi tenaga pendamping, dan penguatan sistem pengawasan;  
  4. meningkatkan kapasitas aparatur dan kelembagaan desa, serta tenaga pendamping; 
  5. mengoptimalkan peran pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota dalam pengelolaan Dana Desa; 
  6. meningkatkan akuntabilitas dan kinerja pelaksanaan Dana Desa melalui penyaluran berdasarkan kinerja dan pemberian insentif atas kinerja penyaluran.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Dana Desa, serta mendukung pelaksanaan padat karya tunai di desa, mekanisme penyaluran Dana Desa pada tahun 2018 mengalami perubahan, yaitu: (a) penyaluran semula dua tahap menjadi tiga tahap, paling cepat bulan Januari dari sebelumnya bulan Maret. Melalui penyaluran yang dilakukan pada bulan Januari, diharapkan kegiatan Dana Desa terutama padat karya tunai bisa segera dilaksanakan; dan (b) perubahan persentase penyaluran dari RKUD ke RKD dalam laporan realisasi penyaluran Dana Desa sampai dengan tahap II, dari semula paling sedikit 90 persen menjadi paling sedikit 75 persen, sebagai persyaratan penyaluran tahap III.

Berdasarkan arah kebijakan tersebut di atas, pagu anggaran dana desa dalam RAPBN tahun 2020 direncanakan sebesar Rp72.000,0 miliar atau meningkat sebesar Rp2.167,9 miliar (3,1 persen) apabila dibandingkan dengan outlook APBN tahun 2019.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 17 Agustus 2019

Sedekah Desa Kemlagi Tahun 2019 Dihadiri oleh KH Khusen Ilyas

KH Khusen Ilyas
www.kemlagi.desa.id - Sedekah Desa merupakan kearifan lokal Desa Kemlagi yang setiap tahun dilaksanakan berbarengan dengan jelang peringatan kemerdekaan negara kita, tahun ini dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 16 Agustus 2019.

Sedekah Desa di Desa Kemlagi merupakan satu rangkaian dalam rangka peringatan kemerdekaan negara kita, pada setiap tanggal 16 Agustus pagi harinya setelah shalat subuh dilaksanakan khatmil Al-Qur'an di Balai Desa Kemlagi kemudian dilanjutkan pada malam harinya dengan pembacaan tahlil ditujukan kepada arwah para pejuang Desa Kemlagi semoga amal ibadahnya diterima dan khilafnya diampuni oleh Allah SWT.

Dan sebagai puncaknya acara kegiatan Sedekah Desa Kemlagi diisi dengan tausiyah atau ceramah agama yang kali ini dihadiri oleh KH Khusen Ilyas dari Mojokerto.

Warga Desa Kemlagi antusias dengarkan ceramah KH Khusen Ilyas
Kerajaan Majapahit

Sesuai tema dalam rangka peringatan kemerdekaan negara kita, maka KH Khusen Ilyas pada kesempatan kali ini membicarakan atau menceritakan tentang Kerajaan Majapahit.

Dikisahkan bahwa sampai saat ini tidak ada yang tahu bekas atau lokasi keberadaan kerajaan Majapahit itu ada dimana, namun semakin lama kisah kerajaan Majapahit semakin harum. Konon Ronggowarsito pernah bilang dalam bahasa jawa:
  • besok akhir zaman
  • blitar dadi latar
  • tulungagung jadi kedung
  • kediri dadi kali
  • kertosono ora ono
  • jombang kambang
  • suroboyo dadi rowo
  • mojopahit kecepit
  • mojokerto gaknok opo opo

Lebih lanjut KH Khusen Ilyas menuturkan bahwa meskipun kerajaan majapahit yang sudah tidak diketahui bekas keberadaanya, namun pusaka milik majapahit masih utuh.

Pusaka peninggalan majapahit yang sampai sekarang masih ada adalah keris yang namanya sabuk inten nogo sosro, baju onto kusumo, jala pamungkas dan lain-lain.

Kemudian dengan ajaran para wali (yang juga hidup pada masa majapahit) sebarkan agama Islam di negara kita adalah tidak dengan peperangan, tapi dengan kewibawaan dan rasa kasih sayang.

Disimpulkan bahwa kita selaku bangsa Indonesia tidak harus berkecil hati malah kita harus bangga, karena dengan semangat yang dimiliki oleh majapahit bahwa negara kita adalah negara yang besar dan kuat.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 16 Agustus 2019

Penyampaian Nota Keuangan RAPBN Tahun 2020

Pidato Presiden Joko Widodo saat sampaikan Nota Keuangan RAPBN TA 2020
www.kemlagi.desa.id - Menindaklanjuti himbauan Camat Kemlagi agar Kepala Desa dan Perangkat Desa mengikuti pidato presiden pada penyampaian nota keuangan dan RAPBN TA 2020 melalui layar televisi, maka sejak pagi hingga sore hari Kades dan Perangkat Desa Kemlagi mengikuti dengan cermat siaran langsung tersebut melalui televisi nasional yang ada dan tentunya lebih difokuskan pada program dari Pemerintah untuk desa.

Pidato Presiden Republik Indonesia terkait RAPBN TA 2020 beserta Nota Keuangan dalam Rapat Paripurna DPR RI MP I TS 2019 - 2020, hari Jumat, 16 Agustus 2019, yang dimulai jam 14.00 sd 15.00 WIB

Dana Desa Tahun 2020

Dana Desa pada tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp 72 triliun. Penggunaan dana desa tersebut akan lebih ditingkatkan untuk pemberdayaan masyarakat desa dan pengembangan potensi ekonomi desa, sehingga dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat desa. Di samping itu, dana desa diharapkan dapat mendorong inovasi dan entrepreneur baru, sehingga produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat dipasarkan secara nasional, bahkan global, melalui market place.


Dalam lima tahun terakhir, hasil dari dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa sudah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat melalui peningkatan kinerja pelayanan dasar publik, seperti akses rumah tangga terhadap sanitasi dan air minum layak, persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan, serta angka partisipasi murni (APM) dari PAUD sampai dengan SMA sederajat.

Tingkat kesenjangan di perdesaan juga menurun, yang ditunjukkan dengan semakin rendahnya Rasio Gini dari 0,334 pada tahun 2015, menjadi 0,317 pada tahun 2019. Demikian juga dengan kesenjangan fiskal antardaerah, di mana Indeks Williamson turun dari 0,726 pada tahun 2015, menjadi 0,597 pada tahun 2018.

Anggaran untuk Siltap Perangkat Desa

Pada tahun 2020, selain dukungan pendanaan kelurahan, Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penghasilan tetap perangkat desa, agar kinerja dan kualitas pelayanan penyelenggaraan Pemerintahan Desa meningkat. Selain itu, telah dialokasikan juga anggaran untuk penggajian Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk mendukung pembiayaan dari APBD.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 15 Agustus 2019

Survey Keluarga Sehat Oleh Puskesmas Kemlagi di Desa Kemlagi

Logo Keluarga Sehat
www.kemlagi.desa.id - Direncanakan mulai tanggal 21 Agustus 2019 kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kemlagi Kec.Kemlagi Ka.Mojokerto. Setiap keluarga dimohon untuk mempersiapkan foto copy kartu keluarga dan kartu BPJS Kesehatan atau KIS (Kartu Indonesia Sehat) yang dimiliki, masing masing 1 (satu lembar). Nantinya Kader Kesehatan Desa Kemlagi akan mendatangi untuk melakukan survey disetiap rumah.

Pendataan keluarga dalam rangka program indonesia sehat melalui pendekatan keluarga di Indonesia telah dilakukan sejak tahun 2016.

Adapun tujuan dari survey keluarga sehat tersebut adalah mewujudkan keluarga sehat di dalam masyarakat sehingga akan dapat terpantau kesehatan masyarakat secara menyeluruh

Pendataan dilakukan dari rumah ke rumah yang berada di Desa Kemlagi untuk memastikan 12 indikator, dan hasil dari indikator tersebut akan dilaporkan ke dinas kesehatan melalui Puskesmas Kemlagi.

Adapun 12 indikator utama yang telah ditetapkan untuk menyatakan suatu keluarga sehat atau tidak, yaitu:
  1. Keluarga mengikuti program keluarga berencana (KB)
  2. Ibu melakukan fasilitas persalinan di fasilitas kesehatan
  3. Bayi mendapat air susu ibu (ASI)
  4. Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap
  5. Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan
  6. Penderita tuberkolosis paru mendapatkan pengobatan secara standar
  7. Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur
  8. Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak di telantarkan
  9. Anggota keluarga tidak ada yang merokok
  10. Keluarga sudah menjadi anggota jaminan kesehatan nasional (JKN) atau BPJS
  11. Keluarga mempunyai akses sarana air bersih
  12. Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
Berdasarkan indikator tersebut dilakukan penghitungan indeks keluarga sehat (IKS) dari setiap keluarga, kemudian ditempelkan satu stiker sebagai tanda bahwa survey telah dilakukan.
Stiker Keluarga Sehat
Dari 12 indikator utama keluarga sehat, cakupan tertinggi adalah keluarga yang memilikki akses atau menggunakan sarana air bersih,sedangkan untuk indikator terendah adalah penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan, demikian upaya mewujudkan keluarga sehat menjadi titik awal terwujudnya masyarakat sehat.

Hal ini berarti pula bahwa keberhasilan upaya prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan kunci bagi keberhasilan upaya menciptakan kesehatan masyarakat.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 10 Agustus 2019

Dispendik Berencana Bangun 2 SMP Negeri Baru di Mojokerto, Ini Lokasinya

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id - Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto berencana akan menambah dua SMPN baru. Lembaga itu akan ditempatkan diwilayah yang dianggap blind spot atau yang tidak bisa terakses ke SMP negeri.

Informasi yang dihimpun Maja FM, penambahan 2 lembaga pendidikan baru itu merupakan hasil evaluasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi. Sebab, dari 39 SMPN di Kabupaten Mojokerto, belum sepenuhnya bisa mencakup seluruh wilayah di 18 Kecamatan.

Mujiati, Kabid Pendidikan Dasar, Dispendik Kabupaten Mojokerto mengatakan, ada sejumlah Desa di dua Kecamatan yang menjadi daerah blind spot atau tidak dapat terakses ke SMP negeri, diantaranya Kecamatan Puri dan Kemlagi.

Selain luasan wilayah, kondisi itu juga karena peningkatan jumlah penduduk sekitar. Sementara di masing-masing Kecamatan itu hanya memiliki 1 SMP Negeri. “ Seperti di wilayah Puri saat ini sudah tumbuh banyak perumahan. Makanya, dua kecamatan itu kita usulkan untuk pendirian SMP Negeri Baru,” ujarnya.

Mujiati juga mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan masyarakat, pamong desa, serta pihak Kecamatan. Selain itu dari hasil rapat internal dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, disepakati jika pendirian sekolah akan ditempatkan di Desa Brayung, Kecamatan Puri, serta di Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi - Mojokerto.

Mujiati memperkirakan, pembangunan 2 sekolah itu paling cepat akan terealisasi pada tahun depan. “ Kita masih menjaring dari bawah dulu. Dan masyarakat kemarin sudah menyatakan tidak keberatan adanya SMP disitu (Puri dan Kemlagi),” tandasnya.

Dengan adanya rencana pembangunan 2 sekolah baru itu, maka tahun pelajaran 2020-2021 mendatang, total SMPN di Kabupaten Mojokerto akan bertambah menjadi 41 lembaga.

Sumber : http://www.majamojokerto.com/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Sabtu, 03 Agustus 2019

Logo, Pedoman dan Template HUT Ke 74 RI 2019. SDM Unggul Indonesia Maju.

Logo HUT RI Ke 74 Tahun
www.kemlagi.desa.id - Pada HUT ke 74 Kementrian Sekretariat Negara merevisi tema Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dari Menuju Indonesia Unggul menjadi SDM Unggul Indonesia Maju.

Sebelumnya Menseneg telah menandatangani surat No. B 681 /M Sesneg/Set/TU 00 04/06/2019 tentang Penyampaian Tema dan Logo Peringatan Hari Kemerdekaan Tahun 2019 yang disampaikan ke pimpinan lembaga negara dan institusi negara. Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa tema atau tagline adalah "Menuju Indonesia Unggul".

Lalu tema itu dilakukan revisi atau penyempurnaan dengan surat No. B-779/M.Sesneg/SET/TU.00.04/07/2019. Yang ditandatangani Mensesneg pada 23 Juli 2019.

Inti dari revisi tersebut adalah tema menjadi ‘SDM Unggul Indonesia Maju’. Selain itu mensesneg juga menyertakan pedoman dan template dalam penggunaan logo dalam desain keperluan PHBN yang bisa di download di sini.

Himbauan Mensesneg yaitu kepada pimpinan lembaga, institusi pemerintahan, institusi swasta, para kepala daerah, dan pihak terkait lainnya untuk ikut melakukan sosialisasi tema dan logo menyambut HUT RI tersebut kepada masyarakat.

Selain itu juga meminta kepada instansi dan masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih serentak di lingkungan instansi mulai 1 Agustus hingga 31 Agustus 2019.

Himbauan juga atas partisipasi masyarakat dengan memasang umbul-umbul, dekorasi, dan hiasan lainnya yang sejalan dengan tema HUT Kemerdekaan ke-74 RI.

Dengan tema SDM Unggul Indonesia Maju, maka diharapkan sumber daya manusia Indonesia unggul baik perilaku, ketrampilan dan pengetahuannya untuk menunjang Pembangunan. 

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Jumat, 02 Agustus 2019

4 (Empat) Bakal Calon Kades Resmi Mendaftar di Pilkades Desa Kemlagi Tahun 2019

Rapat Panitia Pilkades Desa Kemlagi Tahun 2019
www.kemlagi.desa.id - Sampai dengan hari terakhir Kamis, 1 Agustus 2019 pada Tahapan Pencalonan Pemilihan Kepala Desa Kemlagi Tahun 2019 ditutup tepat pukul 14.00 WIB ternyata ada 4 (empat) Bakal Calon Kepala Desa yang mendaftar.

Adapun ke-empat bakal calon tersebut kesemuanya adalah warga Desa Kemlagi sendiri, yaitu (urutan sesuai waktu mendaftar):
  1. Abd. Wahab, SE alamat Kemlagi Timur RT.05 RW.03 Desa Kemlagi
  2. Moh. Irfan, S.IP alamat Kemlagi Timur RT.05 RW.03 Desa Kemlagi
  3. Kusnun alamat Kemlagi Barat RT.03 RW.02 Desa Kemlagi
  4. Roni Hidayatullah, SH alamat Kemlagi Timur RT.03 RW.03 Desa Kemlagi
Bagi pendaftar yang belum bisa melengkapi berkas pendaftaran, maka sesuai Perbup No. 8 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Perbup No.19 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa diberikan kesempatan untuk melengkapinya selama 6 (enam) hari kerja terhitung sejak tanggal 2 Agustus 2019 sampai dengan 9 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB.

Apabila Bakal Calon Kepala Desa tidak dapat melengkapi persyaratan berkas pendaftaran sampai tanggal 9 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB, maka Bakal Calon Kepala Desa dinyatakan tidak memenuhi persyaratan administrasi, sebagaimana ketentuan Perbup No. 19 Tahun 2019 Pasal 11 angka (5)

Sehubungan pendaftar tidak lebih dari 5 (lima) orang dan sesuai ketentuan atau peraturan yang ada, maka tidak dilakukan tambahan Tahapan Penjaringan Bakal Calon Kades. Selanjutnya akan dilakukan tahapan berikutnya yaitu Penyaringan, Klarifikasi, Penetapan serta Pengumuman Calon Kepala Desa.

Penyaringan, Klarifikasi, Penetapan serta Pengumuman Calon Kepala Desa, Panitia Pemilihan  melakukan penelitian kelengkapan persyaratan administrasi, klarifikasi serta pengumuman calon yang berhak dipilih dalam jangka waktu 20 (dua puluh) hari kerja mulai tanggal 2 Agustus s.d 29 Agustus 2019 yang dibagi beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Panitia Pemilihan melakukan penelitian kelengkapan persyaratan administrasi Bakal Calon Kepala Desa selama 3 (tiga) hari kerja pada tanggal 2,5,6 Agustus 2019;
  2. Panitia Pemilihan melakukan klarifikasi penelitian kelengkapan dan keabsahan administrasi Bakal Calon Kepala Desa selama 16 (enam belas) hari pada tanggal 7,8,9,12,13,14,15,16,19,20,21,22,23,26,27,28 Agustus 2019;
  3. Apabila Bakal Calon Kepala Desa yang memenuhi persyaratan administrasi lebih dari 5 (lima) orang, Panitia Pemilihan melakukan seleksi tambahan pada tanggal 28 Agustus 2019;
  4. Penetapan Bakal Calon Kepala Desa menjadi Calon Kepala Desa yang berhak dipilih dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2019.
Sumber : 

  1. Perbup No. 8 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Perbup No.19 Tahun 2019
  2. Keputusan Panitia Pilkades Desa Kemlagi No. 2 Tahun 2019 
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Selasa, 30 Juli 2019

Satu Keluarga Ini Ikut Bursa Calon Kepala Desa

Banner Balon Kades Satu Keluarga
www.kemlagi.desa.id - Pemilihan Kepala Desa di Kutawuluh, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara ini tidak biasa. Pasalnya, 5 peserta calon kepala desa ini masih satu keluarga. Mereka sepakat menyalonkan diri bersama dengan tujuan menghadang politik uang.

Mereka adalah Sholatun anak pertama, Surahman anak kedua serta Harun Al Rasyid anak keempat. Selain itu, calon kepala desa lain adalah Kun Pangesti yang merupakan istri dari Harun Al Rasyid dan Saefurohman adalah saudara sepupu dari keempat calon kades tersebut.

Bahkan, tiga calon Kades di antaranya tinggal dalam satu rumah, yakni Surahman, Harun Al Rasyid beserta istrinya Kun Pangesti. Kesehariannya, Surahman merupakan pengacara, sedangkan Sholatun dan Saefurohman wirausaha, Harun Al Rasyid bekerja sebagai ojek online dan istrinya ibu rumah tangga.

Kelima calon kepala desa ini lolos seleksi ujian dari 13 calon kepala desa Kutawuluh yang mendaftar. Berdasarkan hasil ujian, hanya 5 calon tersebut yang dinyatakan lolos. Ada satu cakades yang lolos yakni Achmad Nurudin mengundurkan diri. Seperti Saefurohman, Nurudin adalah juga sepupu dari keempat cakades lainnya.

“Dari keluarga, ada enam yang mendaftar kepala desa. Dan Alhamdulillah mendapat peringkat 1 sampai 6,” kata salah satu calon Kades Kutawuluh, Surahman, saat ditemui di rumahnya, Jumat (26/7/2019).

Surahman menuturkan, keikutsertaannya maju Pilkades bersama keluarganya ini berawal dari keresahan perihal praktik politik uang ketika pemilihan, termasuk Pilkades. Menurutnya, dengan semua calon Kades yang berasal dari satu keluarga akan menghindari pratik politik uang.

“Tujuan kami adalah untuk menghilangkan adanya praktik politik uang. Biasanya, praktik-praktik itu selalu terjadi saat pemilihan, termasuk saat Pilkades,” tuturnya.

Dia bersama keempat suadaranya ini sepakat untuk tidak melakukan praktik politik uang. Bahkan, saat melakukan kampanye selalu dilakukan bersama-sama.

“Dalam melakukan kampanye, kami menemui tokoh masyarakat, tokoh agama termasuk peserta yang sebelumnya ikut mendaftar Pilkades. Kami pun melakunnya bareng-bareng dalam menemui masyarakat. Visi dan misi yang kami sampaikan adalah transparansi,” ujarnya.

Alat peraga kampanye (APK) yang dipasang pun tidak sendiri-sendiri. Mereka memasang foto kelima calon melalui spanduk maupun stiker di tepi jalan.

Surahman berharap, ujian seleksi ini bisa diterapkan di pilihan lain seperti pemilihan legislatif. Sehingga, setia kandidat memiliki kopetensi sebelum nantinya dipilih oleh masyarakat.

“Kalau ujian selesksi bisa diterapkan di pilihan-pilihan lain akan lebih baik. Jadi semua calon ini benar-benar mempunyai kopetensi,” harapnya.

Calon Kades Kutawuluh lainnya, Harun Al Rasyid mengatakan, sebelum seleksi mereka melakukan belajar bersama. Bahkan, ia menyempatkan untuk belajar di sela-sela bekerja sebagai ojek online.

“Kami belajar bareng, pas menunggu penumpang juga menyempatkan untuk belajar materi seleksi ujian,” kata dia.

Harun mengaku, dari pihak keluarga tidak ada yang mengarahkan untuk memilih salah satu calon kepada warga. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pemilih di Desa Kutawuluh.

“Semuanya terserah warga mau memilih siapa. Dari kami semuanya mendukung siapa pun yang nanti terpilih,” ujarnya.

Sumber : detik.com
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Senin, 22 Juli 2019

Memahami Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes)

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id - Salah tugas dan kewajiban BPD di bulan Juli untuk setiap tahunnya adalah mengadakan musyawarah desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) yang tahun ini adalah RKPDes 2020 dengan mengundang seluruh komponen masyarakat.

RPKDes atau Rencana Kerja Pemerintah Desa merupakan dokumen perencanaan yang memuat pokok-pokok kebijakan pembangunan di desa dan mengarahkan pencapain tujuan, visi dan misi desa. Sehingga dengan RKPDes ini pembangunan desa sesuai dengan arah dan tujuannya untuk mencapai tujuan bersama, baik masyarakat, desa, daerah dan negara.

Apakah tujuan dari RKPDes?
Tujuan RKPDes adalah terwujudnya perencanaan desa dalam usaha mewujudkan rencana pembangan jangka menengah desa. Dan tercapainya pemanfaatan potensi desa secara maksimal, efisien, efektif dan ekonomis dalam pembangunan desa menjuju desa yang maju, mandiri dan sejahtera.

Apakah Maksud dari RKPDes?
Maksud dari RKPDes adalah tercapainya penyusunan rencana kerja pemerintah desa yang terdiri dari:
  1. Kerangka acuan bagi Kepala Desa dan Perangkat Desa dalam menyusun program dan kegiatan tahunan yang sinergis sesuai tugas pokok fungsinya untuk mewujudkan tercapainya visi misi yang telah ditetapkan dalam RPJM Desa.
  2. Sebagai instrumen penilaian kinerja perangkat desa, dalam mengukur efektivitas pelaksanaan tugasnya.
  3. Sebagai instrumen akuntabilitas dan transparansi manajemen pamerintah desa oleh masyarakat maupun elemen pemerhati pemerintahan yang berkepentingan memantau kinerja pemerintah desa.
Penyusunan RKP Desa dilakukan dengan kegiatan yang meliputi:
  1. Penyusunan perencanaan pembangunan Desa melalui musyawarah Desa;
  2. Pembentukan tim penyusun RKP Desa;
  3. Pencermatan pagu indikatif Desa dan penyelarasan program/kegiatan masuk ke Desa; 
  4. Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa;
  5. Penyusunan rancangan RKP Desa;
  6. Penyusunan RKP Desa melalui musyawarah perencanaan pembangunan Desa;
  7. Penetapan RKP Desa;
  8. Perubahan RKP Desa; dan
  9. Pengajuan daftar usulan RKP Desa.
Sumber : https://biizaa.com/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 21 Juli 2019

Pastikan Anda Terdaftar Sebagai Pemilih Dalam Pilkades 2019

Banner Informasi Pendaftaran Pemilih
www.kemlagi.desa.id - Salah satu tahapan dalam Pilkades Serentak 2019 di Kabuapten Mojokerto termasuk di Desa Kemlagi adalah tahapan Pendaftaran dan Penetapan Pemilih.  Kegiatan ini dilaksanakan selama 20 (dua puluh) hari kerja yang dimulai tanggal 22 Juli 2019 sampai tanggal 16 Agustus 2019.

Pendaftaran Pemilih
Syarat untuk menjadi pemilih dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2019 ini adalah :
  1. Penduduk Desa yang pada hari pemungutan suara pemilihan Kepala Desa sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun dan atau sudah/pernah menikah ditetapkan sebagai pemilih;
  2. Nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya;
  3. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap;
  4. Berdomisili di desa sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sebelum disahkannya Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada tanggal 27 Agustus 2019 yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk atau surat keterangan kependudukan;dan
  5. Seorang pemilih hanya terdaftar 1 (satu) kali dalam daftar pemilih.
Pemilih yang telah terdaftar diberikan tanda bukti pendaftaran oleh panitia. Sedangkan petugas atau panitia yang akan melakukan pendaftaran pemilih dari rumah ke rumah di lingkungan Kemlagi Selatan adalah Abd. Wahab, Lukman Arianto dan Roni Hidayatullah. Lingkungan Kemlagi Barat adalah Suhamto, Agus Priyanto, Syamsul Arif, Yulianto dan H. Woni. Lingkungan Kemlagi Timur adalah H. Woni, Sumaryono, Istichomah, M. Ainur Rofiq, Kuswari dan H. Yasin. Sementara untuk Lingkungan Kemlagi Utara adalah Soviana Ulva dan Kamandaka Didik Handayanto.

Daftar pemilih yang digunakan dalam pemilihan Kepala Desa mengacu pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legistatif dan Presiden Desa Kemlagi Tahun 2019.

Daftar pemilih dimutakhirkan dan divalidasi oleh panitia pemilihan sebagai bahan penyusunan Daftar Pemilih Sementara (DPS) per Dusun untuk Pemilihan Kepala Desa Kemlagi.

Daftar Pemilih Sementara

Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) paling lama 7 (tujuh) hari kerja setelah berakhirnya pendaftaran pemilih yakni pada tanggal 19 s.d 27 Agustus 2019 dengan mekanisme mengundang Kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat.

DPS diumumkan oleh panitia pada tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat desa dengan bantuan perangkat desa, pengurus RT atau RW untuk mendapat tanggapan dari masyarakat.

Pengumuman DPS dilaksananakn selama 3 tiga) hari kerja sejak DPS ditetapkan yakni tanggl 28,29,30 Agustus 2019.

Daftar Pemilih Tambahan
Pemilih yang belum terdaftar dalam DPS, secara aktif melaporkan kepada panitia pemilihan melalui Kepala Dusun, RW atau RT setempat didaftar sebagai pemilih tambahan.

Pencatatan daftar pemilih tambahan dilaksanakan paling lambat selama 3 (tiga) hari kerja mulai tanggal 2,3,4 September 2019.

Daftar pemilih tambahan diumumkan oleh panitia pemilihan pada tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat yakni selama 3 (tiga) hari kerja mulai tanggal 5,6,9 September 2019.

Daftar Pemilih Tetap
Panitia pemilihan menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) berdasarkan DPS dan Daftar Pemilih Tambahan mulai tanggal 10,11,12 September 2019 dengan mekanisme mengundang Kepala Desa, BPD dan Tokoh Masyarakat.

DPT tersebut diumumkan oleh panitia pemilihan pada tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat selama 3 (tiga) hari kerja mulai tanggal 13,16,17 September 2019.

DPT yang sudah ditetapkan oleh panitia pemilihan tidak dapat diubah, kecuali kalau ada pemilih yang meninggal dunia, panitia membubuhkan catatan dalam daftar pemilih tetap pada kolom keterangan "meninggal dunia"

Rekapitulasi jumlah pemilih tetap dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan kebutuhan surat suara dan surat undangan untuk mencoblos.

Sumber : Tata Tertib Pilkades Desa Kemlagi Tahun 2019 
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 17 Juli 2019

Desa Kemlagi, dari Desa Maju menjadi Desa Mandiri

Taman Desa Kemlagi
www.kemlagi.desa.id - Syukur Alhamdulillah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Desa Kemlagi bisa memenuhi harapan Bupati Mojokerto atau Pemda Kabupaten Mojokerto, bahwa desa-desa yang di tahun 2018 termasuk kategori desa maju diharapkan untuk tahun 2019 menjadi desa yang mandiri dan itu bisa diwujudkan oleh Desa Kemlagi melalui program Pemutakhiran Status Perkembangan Desa Indeks Desa Membangun (IDM) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Sebagai bahan evaluasi bahwa skor IDM Desa Kemlagi di tahun 2018 adalah 0,7162 (kategori desa maju) maka tahun 2019 ini adalah 0,8951 (kategori desa mandiri) atau bisa dikatakan rangking ke 3 diantara 12 desa di Kabupaten Mojokerto ini yang masuk kategori desa mandiri.

Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan. Perangkat indikator yang dikembangkan dalam IDM dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa Maju dan Mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan dimana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.

Indeks Pembangunan Desa memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa.

Indeks Pembangunan Desa mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.

Kegiatan ini merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Selasa, 16 Juli 2019

Status Desa Tertinggal di Kabupaten Mojokerto Nihil

www.kemlagi.desa.id - Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, mengapresiasi kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD), sehingga status desa tertinggal di Kabupaten Mojokerto nihil tahun ini. Hal ini Ia sampaikan pada pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas BPD tahun 2019, Senin (15/7-2019) Kecamatan Trawas.

“Tahun 2018, Indeks Desa Membangun (IDM) kita menunjukkan status desa tertinggal di ada 12 desa, desa berkembang 266 desa, desa maju 21 desa, dan desa mandiri belum ada. Namun 2019 ini, ada peningkatan dimana desa tertinggal sudah tidak ada, desa berkembang 201 desa, desa maju 86 desa, dan desa mandiri tercatat 12 desa. Saya sangat mengapresiasi kinerja BPD,” kata wabup.

Wabup juga mengajak semua entitas BPD agar tidak takut dengan prosedur pemerintahan. Sebab fokus di Pemerintah Desa yang baik (good village governance) saat ini adalah harus transparan, akuntabel, partisipatif dan responsif. Salah satu contonya yakni menolak segala bentuk pungli.

“Mengutip bapak Presiden Jokowi “ada pungli saya kejar, saya hajar”. Saya harap kita dapat mengikuti peraturan pemerintah yang ada. Beri pelayanan publik yang bagus. Junjung tinggi pemerintahan bersih, akuntabel, transparan, partisipatif, dan responsif,” kata wabup di hadapan 298 Kepala BPD selaku peserta pelatihan.

Sumber https://inilahmojokerto.com/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Inisiasi Pembangkit Listrik Dari Sampah Plastik

Gubernur Jatim Khofifah I.P didampingi Wabup Mojokerto Pungkasiadi
dan Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno
www.kemlagi.desa.id - Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur kembali melakukan kunjungan kerja di Mojokerto. Informasi yang dihimpun Fuad Amanulloh, Reporter Maja FM, kali ini Khofifah meninjau rencana pabrik dalam memproses sampah plastik bekas yang bakal diubah menjadi energi listrik.

" Tujuan utama datang kesini yakni melihat rencana pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik yang akan dimulai pada awal Agustus mendatang," ujarnya, Senin (15/07/19)

Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Plastik (PLTSP) baru pada tahap penjajakan teknologi. Didampingi Wabup Mojokerto Pungkasiadi dan Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno, Khofifah meninjau pabrik kertas PT Mega Surya Eratama di Jalan Raya Jasem No 112, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Mojokerto.

Selain perintah langsung dari Presiden untuk melakukan pemetaan pengolahan sampah, pengolahan sampah plastik menjadi energi listrik meenjadi salah satu Rencana Umum Energi Daerah (RUED). Menurutnya, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) RUED saat ini sedang dibahas oleh DPRD Jatim.

"Kami berharap energi terbarukan atau energi nonfosil di Jawa Timur ini mencapai 16,8 persen tahun 2025 nanti. Nah, diantara energi nonfosil, hari ini kita ke sini untuk melihat bahwa sampah plastik bisa menjadi energi listrik," ujarnya.

Namun, dalam kunjungan kali ini pihaknya menemukan pabrik kertas di Jatim yang terancam berhenti beroperasi dengan adanya reexport sampah kertas oleh pemerintah yang dilakukan sejak 20 Juni lalu.

Pabrik kertas di Jatim masuk 5 besar export di Jawa timur. Industri kertas di Jatim ini menyumbang 23 persen industri kertas nasional. Ditambah industri kertas di Jatim kebanyakan menggunakan waste paper, termasuk pabrik pengolahan kertas PT Mega Surya Eratama di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

" Ini infonya, bahan baku pabrik kertas ini yang hanya bisa bertahan 10 hari, sebab 305 kontainer yang berisikan kertas bekas masih tertahan di pelabuhan dan terancam akan di reexport oleh pemerintah," jelasnya.

Selama ini yang menjadi masalah soal impor sampah dari luar negeri yakni ikutannya, maka dari itu sejak 20 Juni yang lalu sampah yang akan masuk di reexport ke negara asal.

Dengan adanya hal itu banyak pabrik kertas di Jawa timur bahan bakunya kehabisan, sehingga terancam tidak bisa beroperasi. " Lah ini yang menjadi PR pemerintah, kita akan segera melakukan koordinasi bersama KLHK dan Perindustrian untuk mancari solusi," terangnya.

Khofifah mengatakan, pemerintah memang menolak adanya impor sampah plastik. Tapi kemudian impor sampah kertas yang menjadi bahan baku pabrik kertas tertahan. " Kebetulan pabrik yang kita datangi ini 100 persen bahan bakunya menggunakan kertas bekas. Suplai nasional kertas bekas hanya memenuhi 20 persen dari total kebutuhan bahan baku pabrik ini," ungkapnya.

Kalau ini jalan di awal Agustus, maka kesepakatan dengan owner (pemilik) pabrik juga Kepala Dinas ESDM, ingin mengkomunikasikan dengan ITS (Institut Teknologi Sepuluh November di Surabaya).

Khofifah berharap, ITS mampu meniru mesin pengolah sampah plastik menjadi energi listrik yang dibeli PT. Mega Surya Eratama dari luar negeri. "Kalau ITS bisa melakukan replikasi mesin ini, akan sangat bermakna bagi penyiapan energi terbarukan atau nonfosil. Maka harga mesin untuk mengolah sampah plastik menjadi listrik akan lebih mudah dan murah, kebutuhan spare part juga lebih mudah aksesnya," tegasnya

Sumber : http://www.majamojokerto.com/

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Minggu, 30 Juni 2019

Semua Bakal Cakades Wajib Tes Narkoba Pada Pilkades Serentak Kabupaten Mojokerto 2019

www.kemlagi.desa.id - Persyaratan kandidat yang ikut bertarung di Pemilihan Kepala Desa serentak 2019 se-Kabupaten Mojokerto diperketat. Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto untuk memastikan bakal calon kepala desa (Cakades) bebas narkoba.

Syarat bersih dari narkoba bagi cakades ini sesuai Pasal 29 Ayat (1) Huruf M Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kepala Desa yang diubah dengan Perda Nomor 3 Tahun 2018. Selain itu, persyaratan ini juga bagian dari peran Pemkab dalam rangka mendukung upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran narkoba di Kabupaten Mojokerto.

“Narkoba adalah extra ordinary crime, sangat berbahaya. Maka kita perlu bersinergi dengan semua elemen masyarakat untuk memberantasnya,” kata Wakil Bupati Pungkasiadi, Jumat (28/6) pagi di ruang Satya Bina Karya.

Kerjasama Pemkab dan BNN Kota Mojokerto itu ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Wakil Bupati Pungkasiadi, bersama Ketua BNN Mojokerto AKBP Suharsi yang dengan disaksikan perwakilan unsur Forkopimda, serta Kepala OPD. Nantinya, setiap bakal kontestan Pilkades harus menjalani serangkaian tes narkoba yang dilakukan BNN Kota Mojokerto.

“Kita mencari figur pemimpin di tingkat desa yang berintegritas, yang bersih dan bebas narkoba. Karena kepala desa akan jadi panutan dan teladan masyarakatnya,” jelas Wabup Pungkasiadi.

Selain bebas narkoba, ada persyaratan lain yang akan dipenuhi calon kepala desa dalam pendaftaran, yakni pernyataan tidak pernah terancam pidana lebih dari 5 tahun. 

“Kalau mantan narapidana yang ancaman dan vonis pidananya di bawah 5 tahun masih boleh mendaftar (cakades),” tambah Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto, M. Ardi Sepdianto.

Sebagai informasi, Pilkades serentak Kabupaten Mojokerto Tahun 2019 akan digelar tanggal 23 Oktober. Dari 299 desa/kelurahan di Kabupaten Mojokerto, ada 253 desa dari 18 kecamatan yang akan menggelar hajatan rakyat di tingkat pemerintahan paling bawah ini.

Tahapan Pilkades 2019 di Kabupaten Mojokerto dimulai 22 Juli mendatang, untuk pendaftaran cakades. Setelah dua minggu proses pendaftaran, panitia pemilihan akan melakukan verifikasi berkas setiap bakal calon.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Rabu, 26 Juni 2019

Sosialisasi Pemantapan Tahapan Pilkades Serentak dan Kamtibnas Tahun 2019

Sosialisasi Pemantapan Tahapan Pilkades dan Kamtibmas Tahun 2019
www.kemlagi.desa.id - Kegiatan ini merupakan program atau agenda dari Kecamatan Kemlagi dengan tujuan agar dalam menghadapi pemilihan Kepala Desa serentak Tahun 2019 dan untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Kemlagi dalam keadaan yang kondusif.

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara bergiliran di desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Kemlagi mulai tanggal 17 Juni 2019 sampai dengan 26 Juni 2019. Sementara itu giliran Desa Kemlagi dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 25 Juni 2019 yang dihadiri oleh Tim I yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil. Sementara dari Desa Kemlagi dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkat desa, Lembaga Desa (BPD, LPM, PKK, RT-RW, Karang Taruna dll), Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta Organisasi Kemasyarakatan (NU, LDII, Muslimat, Fatayat dan lain-lain).
Kades Kemlagi, Abd. Wahab,SE saat berikan sambutan
Kepala Desa Kemlagi, Abd.Wahab,SE menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja dilakanakan bersamaan dengan kegiatan Halal Bihalal Pemerintah Desa Kemlagi. Hal ini karena agenda kegiatan halal bihalal sudah diagendakan beberapa hari yang lalu, namun berbagai kegiatan yang ada Desa Kemlagi dan Kecamatan Kemlagi, sehingga kegiatan tersebut baru bisa terlaksana pada hari ini.
Kasi Pelayanan Kec.Kemlagi, Dwi Juni Siswanto, S.IP.MM saat jelaskan tahapan Pilkades
Camat Kemlagi yang diwakili oleh Kasi Pelayanan, Dwi Juni Siswanto, S.IP.MM menyampaikan bahwa pada pentahapan penyusunan Tata Tertib Pilkades 2019 nanti pada tanggal 19 Juli 2019 Panitia Pilkades tingkat desa bahwa Tatib tersebut sudah harus dikirim ke Kecamatan Kemlagi. Dwi Juni Siswanto juga berpesan agar pentahapan dan pelaksanaan Pilkades ini dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada, sehingga nantinya kegiatan Pilkades ini bisa berjalan dengan baik dan optimal.
Kapolsek Kemlagi APK Eddie saat berikan sambutan
Kapolsek Kemlagi AKP Eddie berpesan agar Panitia Pilkades melaksankan tugas ini sesuai dengan aturan yang ada dan jaga netralitas,. Hal ini karena Pilkades memiliki kerawanan yang lebih tinggi dari pada Pemilihan Gubernur dan Pemilu lainnya. Disamping itu, lebih lanjut APK Eddie berharap kepada semua yang hadir pada acara itu (yang merupakan perwakilan masyarakat) untuk menjaga kondusifitas di lingkungan masing-masing.
Danramil Kemlagi, Kapten Eko saat berikan motivasi kepada masyarakat dan Panitia Pilkades
Danramil Kemlagi Kapten Eko juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat Desa Kemlagi karena sampai dengan saat ini situasi wilayah Kecataman Kemlagi masih kondusif dan mudah-mudahan kita bisa mempertahankan kondisi ini, sehingga kedepan kita bisa melaksanakan tugas secara aman, damai dan sukses. Kapten Eko juga berharap kepada Panitia Pilkades agar dalam melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku serta jaga netralitas. Diharapkan juga kepada seluruh masyarakat agar bijaksana dalam menggunakan media sosial, pungkas Kapten Eko.

Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi bekerja sama dengan Panitia Pilkades Desa Kemlagi Tahun 2019

Minggu, 09 Juni 2019

Keutamaan dan Tanggung Jawab Dzurriyah Nabi Muhammad SAW

Makam Pangeran Bulu/Mbah Suwahyu Jati (Cucu Sunan Giri)
lokasi Desa Jolotundo Kec.Jetis Kab.Mojokerto
Foto by Iwan Abdillah - Camat Jetis
 
www.kemlagi.desa.id - Beberapa waktu yang lalu, salah satu koran di Jawa Timur mempublikasikan tentang keturunan Sunan Giri yang ada didaerah Mojokerto.  Tentunnya keturunannya kalau kita tarik garis keatas, maka sampailah pada baginda Nabi Muhammad SAW. Untuk menambah pengetahuan kita  tentang hal tersebut, maka tidak ada salahnya jika mempelajari tentang dzurriyah Nabi Muhammad SAW.


Apa Itu Dzurriyah ?
Kata dzurriyah berasal dari kata kerja dzara artinya mencipta dan berarti juga membanyakan. Atau bisa jadi di ambil dari kata kerja dzara artinya terbang dan mencecer. Atau boleh bisa di ambil dari kata dzarara artinya anak-anak kecil.
Kata dzurriyah di pergunakan untuk arti anak-anak dan keturunan hingga hari kiamat,tidak terbatas hanya pada anak langsung.

Kekhususan Para Dzurriyah Nabi SAW

  1. KEKHUSUSAN YANG PERTAMA : Diharamkan menerima zakat atas mereka
  2. KEKHUSUSAN YANG KEDUA : Mereka adalah manusia termulia dari sisi nasab dan garis keturunannya
  3. KEKHUSUSAN YANG KETIGA : Bahwa garis keturunan, nasab mereka dengan rasulullah saw akan tetap bersambung dan bermanfaat di dunia dan di akhirat
  4. KEKHUSUSAN YANG KEEMPAT : Mereka sah di sebut putra-putri rasulullah saw
  5. KEKHUSUSAN YANG KELIMA : Bahwa memandang wajah dzurriyah nabi saw adalah ibadah
  6. KEKHUSUSAN YANG KEENAM : Bahwa mencintai dan menghormati mereka demi rasulullah saw adalah kewajiban setiap muslim
  7. KEKHUSUSAN YANG KETUJUH : Berbuat baik kepada mereka akan langsung di balas rasullah saw kelak di hari kiamat
  8. KEKHUSUSAN YANG KEDELAPAN: Bahwa mncintai mereka dapat memanjangkan umur dan memutihkan wajah kelak di hari kiamat
Dan mereka menyamai dengan rasullah dalam beberapa hal :

  1. dalam shalawat dalam tasyahud
  2. dalam salam
  3. dalam penyucian
  4. di haramkannya menerima zakat
  5. dalam kewajiban untuk di cintai
Salah Satu Keutamaan Rasul Berupa Keturunanya

Dengan kewafatannya Nabi Muhammad SAW maka kita beriman dengan ketetapan Allah SWT bahawa tiada lagi Nabi dan Rasul selepas baginda. Dalam lain perkataan, tiada lagi kesinambungan pembawa obor kemuliaan keluarga nubuwwah bertaraf Nabi dan Rasul selepas Rasulullah SAW. Justru timbul beberapa persoalan. Antaranya, adakah lagi rangkaian salasilah dari keturunan atau zuriat Nabi Muhammad SAW di kalangan umat manusia pada hari ini? Dan kalaupun ada, apakah masih ada lagi bibit-bibit kemuliaan pada keturunan baginda ?

Tidak ada alasan sama sekali untuk meragukan bahawa masih adanya zuriat atau apa yang Rasulullah SAW sebut sebagai ‘itrati’ (keturunanku) dizaman ini. Zuriat ini turut mewarisi kemuliaan dan keutamaan yang tersendiri pula. Bahkan ciri-ciri ini akan sentiasa kekal pada cucu-cicit baginda, Insya Allah sehingga datangnya Hari Kiamat. Fakta ini berdasarkan dalil Al-Quran dan Al-Hadist yang sahih.

Semasa baru bermulanya kedatangan Islam di bumi Mekah, Rasulullah SAW serta para sahabat baginda menghadapi berbagai ujian dalam bentuk cemoohan, siksaan dan boikot dari puak-puak musyrikin yang mahu mereka meninggalkan Agama Islam. Sedang baginda menghadapi tekanan yang begitu hebat dari semua arah, Abdullah, putera Nabi SAW wafat dalam usia yang masih kecil, dan ini begitu menghibakan hati Nabi.

Mendengar berita kewafatan putera Rasulullah SAW itu, puak-puak Quraysh berasa begitu gembira dan melaung-laungkan “Muhammad adalah orang abtar (lelaki yang bakal tidak berketurunan), Muhammad tidak mempunyai putera, lantaran itu dia tidak akan memperolehi anak cucunya lagi. Ini akan melenyapkan nama beliau setelah wafat nanti.” Berikutan dengan peristiwa itu, Allah SWT telah mewahyukan Surah Al-Kautsar: “ Sesungguhnya Kami telah anugerahkan kepadamu nikmat yang amat banyak. Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu, dan sembelihlah (ternak kurban). Sungguhlah, orang yang membencimu itulah orang yang abtar (terputus keturunan).”

Ayat ini diwahyukan bagi menenangkan hati dan memantapkan tekad Rasulullah SAW dengan menegaskan bahawa anugerah rahmat Allah SWT yang tertinggi, adalah darjat nubuwwah (kerasulan) dan Rahmatun-Lil-‘Alameen (pembawa rahmat bagi sekelian alam). Firman Allah SWT dalam ayat di atas akhirnya terbukti dengan hakikat bahawa setelah lebih daripada 1,400 tahun, bukan sahaja terdapat berjuta-juta umat Islam yang kasih serta bangga menjadi umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga membuktikan keturunan Rasulullah SAW masih tetap berkembang biak di mana-mana pun di muka bumi ini.

Melalui cucu-cucu Rasulullah SAW, iaitu Al-Hassan dan Al-Hussein, zuriat baginda tetap diberi kesinambungan dan keutamaan oleh Allah SWT sehinggalah di penghujung zaman kelak dengan kemunculan Imamul Al- Mahdi yang juga bernasab dan berzuriat dari baginda sendiri. Sebuah Hadits Sahih riwayat Imam Ahmad bin Hambal menyebut : “Kutinggalkan di tengah kalian dua pusaka (peninggalan): Kitabullah sebagai tali terentang antara langit dan bumi, dan keturunanku…Ahli-Baitku. Sungguhlah keduaduanya itu tidak akan terpisah hingga kembali kepadaku di Haudh (Telaga Nabi di Syurga).”

Sabda Rasulullah SAW “ Jika dunia ini hanya tinggal sehari sahaja nescaya Allah akan bangkitkan seorang lelaki dari keluargaku yang akan memenuhinya dengan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi dengan kekejaman.” (HR Abu Dawud & At-Tarmidzi) Dari Ali bin Abi Thalib, sabda Rasulullah SAW : “Mahdi ialah dari kami ahlul-bait, Allah membawakan kebaikan dengannya pada satu malam.”

Wallahu A'lam

Sumber:

  1. https://banihasyim.wordpress.com/
  2. https://radarmojokerto.jawapos.com/
Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

Kamis, 30 Mei 2019

Tahapan Pilkades Serentak Tahun 2019

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id - Kalau beberapa hari yang lalu kita memaparkan tentang persyaratan bakal calon kepala desa maka pada kesempatan kali ini Panitia Pemilihan Kepala Desa Kemlagi akan membahas Tahapan Pilkades Serentak Tahun 2019 di Kabupaten Mojokerto yang merupakan pijakan bagi desa-desa di Kabupaten Mojokerto yang akan selenggarakan Pemilihan Kepala Desa.

Dasar Pelaksanaan

  1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 65 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa;
  2. Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kepala Desa;
  3. Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 8 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Bupati Mojokerto Nomor 19 Tahun 2019.
Tahap Persiapan

  1. Rapat Koordinasi Persiapan Pemilihan Kepala Desa Serentak Tahun 2019 Tingkat Kabupaten dan Panitia Pemilihan Kades Tingkat Kabupaten Mojokerto dan Penyampaian Surat Keputusan Bupati tentang Pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa Tingkat Kabupaten Mojokerto Tahun 2019, bulan Maret/April 2019;
  2. Penetapan Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pilkades melalui SK Bupati, bulan Maret/April 2019;
  3. Penyampaian informasi hari dan tanggal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (bulan April/Mei 2019);
  4. Sosialisasi dan penyampaian informasi hari dan tanggal pelaksanaan Pilkades (pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan per eks Pembantu Bupati), tanggal 29,30 April - 2,3 Mei 2019;
  5. Pembentukan Panitia Pemilihan Desa oleh BPD, tanggal 10, 13, 14, 15, 16, 17, 20, 21, 23, 24, 27, 28, 29, 31 Mei 2019 (15 hari kerja);
  6. Penyusunan perencanaan biaya Pilkades oleh Panitia diajukan ke Bupati melalui Camat, tanggal 10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 25, 26, 27 ,28 Juni - 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 16, 17, 18, 19 Juli 2019 ( 30 hari kerja);
  7. Penyusunan dan penetapan Tata Tertib Pilkades oleh Penitia dan dikonsultasikan ke BPD dan Kecamatan, tanggal 10, 11, 12, 13, 14, 17, 18, 19, 20, 21, 24, 25, 26, 27, 28 Juni - 1, 2, 3, 4, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 15, 16, 17, 18, 19 Juli 2019 (30 hari kerja);
  8. Panitia mengirimkan SK Panitia Pemilihan Desa ke Camat, tanggal 19 Juli 2019;
  9. Camat mengirimkan SK Panitia Pemilihan Desa ke Bupati dan DPMD, tanggal 22 Juli 2019.
 Tahap Pencalonan

  1. Pengumuman, pendaftaran dan persyaratan Bakal Calon Kades, tanggal 22, 23, 24, 25, 26, 29, 30, 31 Juli - 1 Agustus 2019 (9 hari kerja);
  2. Penelitian kelengkapan persyaratan administrasi, klarifikasi, penetapan serta pengumuman calon yang berhak dipilih, tanggal 2 s/d 29 Agustus 2019 (20 hari kerja);
  3. Panitia pemilihan melakukan penelitian kelengkapan persyaratan administrasi, tanggal 2, 5, 6, Agustus 2019 (3 hari kerja);
  4. Penitia pemilihan melakukan klarifikasi penelitian kelengkapan dan administrasi Bakal Calon Kades, tanggal 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16, 19, 20, 21, 22, 23, 26, 27, 28 Agustus 2019 (16 hari kerja);
  5. Seleksi tambahan apabilan Bakal Calon Kades yang memenuhi persyaratan lebih dari 5 lima) orang, meliputi : pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan dan usia, taanggal 28 Agustus 2019 (1 hari kerja);
  6. Penetapan Bakal Calon Kades menjadi Calon Kades yang berhak dipilih oleh Panitia Pemilihan, tanggal 29 Agustus 2019 (1 hari kerja);
  7. Pengumuman Calon Kades yang berhak dipilih, tanggal 29 Agustus 2019 (1 hari kerja).
Perpanjangan Tahap Pencalonan

  1. Pada pendaftaran pertama ternyata belum ada Bakal Calon Kades atau hanya terdapat 1 (satu) Bakal Calon Kades, Panitia memperpanjang waktu penjaringan selama 7 (tujuh) hari, tanggal 2, 5, 6, 7, 8, 9, 12 Agustus 2019 (7 hari kerja);
  2. Penelitian kelengkapan persyaratan administrasi, klarifikasi, penetapan serta pengumuman calon yang berhak dipilih dilaksanakan dalam jangka waktu 20 (dua puluh) hari kerja, tanggal 13 Agustus s/d 9 September 2019 (20 hari kerja), terbagi beberapa tahapan sebagai berikut :
  3. Panitia pemilihan melakukan penelitian kelengkapan persyaratan administrasi, tanggal 13, 14, 15 Agustus 2019 (3 hari kerja);
  4. Panitia pemilihan melakukan klarifikasi pemelitian kelengkapan dan keabsahan adminsitrasi Bakal Calon Kades, tanggal 16, 19, 20, 21, 22, 23, 26, 27, 28, 29, 30 Agustus - 2, 3, 4, 5, 6 September 2019 (16 hari kerja);
  5. Seleksi tambahan apabila Bakal Calon Kades yang memenuhi persyaratan lebih dari 5 (lima) orang, meliputi : pengalaman bekerja di lembaga pemerintahan, tingkat pendidikan, tingkat usia, tanggal 6 Serptember 2019;
  6. Penetapan Bakal Calon Kades menjadi Calon Kades yang berhak dipilih oleh Panitia pemilihan, tanggal 9 September 2019 (1 hari kerja);
  7. Pengumuman Calon Kades yang berhak dipilih, tanggal 9 September 2019.
Perpanjangan Pendaftaran Bakal Calon Kades Yang Tidak Memenuhi Persyaratan Kurang Dari 2 (Dua) Orang

  1. Perpanjangan waktu pendaftaran Bakal Calon Kades yang tidak memenuhi persyaratan kurang dari 2 (dua) orang waktu 20 hari kerja, tanggal 30 Agustus - 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 16, 17, 18, 19, 20, 23, 24, 25, 26 September 2019 (20 hari kerja);
  2. Panitia pemilihan melakukan klarifikasi penelitian kelengkapan dan keabsahan administrasi Bakal Calon Kades oleh Panitia waktu 7 hari kerja, tanggal 27, 30 September - 1, 2, 3, 4, 7 Oktober 2019 (7 hari kerja);
  3. Panitia pemilihan melakukan klarifikasi penelitian kelengkapan dan keabsahan administrasi Bakal Calon Kades, tanggal 27, 30 September - 1, 2, 3, 4, 7 Oktober 2019 (7 hari kerja);
  4. Seleksi tambahan apabila Bakal Calon Kades yang memnuhi persyaratan lebih dari 5 lima) orang, tanggal 27, 30 September - 1, 2, 3, 4, 7 Oktober 2019 (7 hari kerja);
  5. Penetapan Calon Kades yang berhak dipilih disertai dengan penentuan Nomor Urut melalui undian secara terbua oleh Panitia Pemilihan, tanggal 7 Oktober 2019;
  6. Pengumuman Calon Kades yang berhak dipilih, tanggal 7 Oktober 2019.
Tahapan Pendaftaran dan penetapan Pemilih Pilkades

  1. Pendaftaran Pemilih 20 (dua puluh) hari kerja sejak dibukanya pendaftaran, tanggal 22, 23, 24, 25, 26, 29, 30, 31 Juli - 1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15, 16 Agustus 2019;
  2. Penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) paling lama 7 hari kerja, tanggal 19, 20, 21, 22, 23, 26, 27 Agustu 2019;
  3. Pengumuman Daftar Pemilih Sementara (DPS) selama 3 (tiga hari) kerja, tanggal 28, 29, 30 Agustus 2019;
  4. Pemutakhiran DPS sekaligus pencatatan Data Pemilih Tambahan selama 3 (tiga) hari kerja, tanggal 2, 3, 4, September 2019; 
  5. Pengumuman Daftar Pemilih Tambahan selama 3 (tiga) hari kerja, tanggal 5, 6, 7 September 2019;
  6. Penetapan Daftar Pemilih Tetap selama 3 (tiga) hari kerja, tanggal 10, 11, 12 September 2019;
  7. Pengumuman Daftar Pemilih Tetap selama 3 (tiga) hari kerja, tanggal 13, 16, 17 September 2019.
Ikrar, Kampanye dan Masa Tenang

  1. Melakukan ikrar bersama sebelum kampanye, tanggal 14 Oktober 2019 (1 hari kerja);
  2. Kampanye penyampaian Visi dan Misi Calon Kades 3 (tiga) hari kerja, tanggal 15, 16, 17 Oktober 2019;
  3. Masa Tenang 3 (tiga) hari kerja, 18, 21, 22 Oktober 2019;
  4. Pelepasan atribut kampanye, tanggal 18 Oktober 2019.
Tahapan Pemungutan Suara

  1. Pemungutan Suara, tanggal 23 Oktober 2019.
Tahapan Penetapan

  1. Panitia menyampaikan hasil pemilihan kepada BPD selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja, tanggal 24, 25, 28, 29, 30, 31 Oktober - 1 Nopember 2019;
  2. BPD menyampaikan hasil pemilihan kepada Bupati melalui Camat selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja, tanggal 4, 5, 6, 7, 8, 11, 12 Nopember 2019;
  3. Penerbitan Pengesahan Keputusan Bupati selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja, tanggal 13, 14, 15, 18, 19, 20, 21, 22, 25, 26, 27, 28, 29 Nopember - 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 16, 17, 18, 19, 20, 23, 26 Desember 2019;
  4. Pelantikan Kepala Desa Terpilih selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari kerja setelah diterbitkan Keputusan Bupati, tanggal 27, 30, 31 Desember - 2, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11, 12, 13, 16, 17, 20, 21, 22, 23, 24, 27, 28, 29, 30, 31 Januari 2020 - 3, 4, 5, 6, 7 Pebruari 2020.
Dikabarkan atas kerja sama Panitia Pemilihan Kepala Desa Kemlagi dengan Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi