Rabu, 24 Oktober 2018

Sulap Eceng Gondok Menjadi Aneka Kerajinan

Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok di Balai Desa Kemlagi
PKK Desa Kemlagi Bersama Rumah Zakat Indonesia Sulap Eceng Gondok Menjadi Aneka Kerajinan

www.kemlagi.desa.id - Eceng gondok sering dianggap sebagai tanaman liar yang dapat mengganggu ekosistem di bawah air. Selain itu, tanaman ini tumbuh lebat dan tak terkendali sehingga sering menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.

Namun, siapa sangka di balik tampilan tanaman ini tersimpan beberapa manfaat yang cukup berguna untuk kehidupan manusia.
Foto bersama nara sumber dan peserta pelatihan eceng gondok di Balai Desa Kemlagi
Salah satunya adalah pemanfaatan enceng gondok menjadi aneka kerajinan

Bahkan tanaman Eceng Gondok dapat dijadikan bisnis besar seperti bisnis pembuatan, tas, tikar, keranjang, kompor, tatakan gelas dan nampan. Dan sekarang dimanfaatkan untuk mendukung industri furniture dan mebel sebagai pengganti rotan yang harganya semakin melambung.

Ibu-ibu PKK Desa Kemlagi sedang ikuti pelatihan
PKK Desa Kemlagi bersama dengan Rumah Zakat Indonesia membina ibu-ibu untuk memanfaatkan eceng gondok ini sebagai salah satu alternatif usaha yang bisa dikerjakan di rumah. Bertempat di Balai Desa Kemlagi, pada hari senin, 22 Oktober 2018, telah diadakan pelatihan pemanfaatan eceng gondok menjadi aneka kerajinan dan dilatih oleh narasumber Bpk.Suliadi, Kemlagi Barat, yang merupakan pengrajin enceng gondok.

Eceng gondok diolah menjadi kerajinan tas, sandal, tempat tisu, tempat buah, dan aneka kerajinan lain
Ibu-ibu PKK Desa Kemlagi serius ikuti pelatihan
Peserta diajarkan bagaimana mengolah eceng gondok, menganyam, dan juga memodifikasi atau mengembangkan bentuk kerajinan dengan anyaman dasar

Hasil pelatihan ini telah dipamerkan pada Lomba KB-Kes tingkat Kabupaten di desa Mojowono, pada tanggal 23 Oktober 2018 dan mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kemlagi, ibu Susiati Tri Cahyo Harianto dan Ibu Sekda Kab. Mojokerto, ibu Heri Suwito beserta jajaran Pemkab Mojokerto.


Hasil Kerajinan Enceng Gondok Ibu-ibu PKK Desa Kemlagi
Hasil kerajinan eceng gondok dari Desa Kemlagi ini juga akan dipamerkan bersama dengan produk unggulan Desa Kemlagi lainnya pada Pameran pekan promosi kewirausahaan tahun 2018, pada tanggal 30-31 Oktober 2018,di Mall City Of Tomorrow Surabaya kerjasama dengan Disnakertrans Kabupaten Mojokerto.

Bu Bidan Desa-pun pingin mejeng dengan tas eceng gondok hasil karya ibu-ibu PKK Desa Kemlagi
Harapannya, ibu-ibu bisa mendapatkan penghasilan dengan menekuni usaha kerajinan yang bisa dikerjakan di rumah ini. Juga produk unggulan Desa Kemlagi semakin luas pemasarannya.

Apresiasi TP PKK Kab. Mojokerto terhadap hasil karya ibu-ibu PKK Desa Kemlagi
Berikut tips bagaimana mengolah Eceng Gondok dari Gulma Pengganggu menjadi bahan baku anyaman adalah sebagai berikut : 

Yang sebagai bahan kerajinan anyaman hanya tangkai daunnya saja.  bagian tanaman lain yaitu akar,daun,tunas dan bunganya dibuang. Daun enceng gondok bisa dipakai untuk kompos atau makanan ternak.Tangkai Eceng Gondok dibersihkan dengan air bersih (dapat juga pakai sabun atau kaporit, agar bersih). Pengeringan dilakukan dengan menjemur pada permukaan lantai semen (kurang-lebih 7 hari).Dengan terlebih dahulu dikeluarkan kandungan airnya dengan di pres secara manual pengeringan akan lebih cepat. Pengelompokan tangkai eceng gondok berdasarkan panjangnya atau besar penampangnya.Tangkai yang sudah kering dapat dibelah belah menjadi bagian-bagian yang lebih tipis

Proses pewarnaan:

Tangkai enceng gondok dibasahi dengan mencelupkan ke dalam air kemudian ditiriskan.
Panaskan air hingga mendidih,dengan komposisi 2 liter air untuk satu gelas bungkus pewarna. Kemudian masukan eceng gondok sehingga terrendam semua selama 15-20 menit.Setelah itu api dimatikan dan biarkan eceng gondok terbenam selama 12 jam sampai 24 jam.
Enceng gondok diangkat dan dicuci kemudian di jemur hingga kering.

Zat pewarna terdiri dari pewarna alami dan warna buatan.
Bahan-bahan warna alami :
Daun sirih, gambir, daun jambu biji, kulit bawang merah, atau kunyit serta bahan-bahan alami lainnya yang harus dicoba hasilnya. Pencelupan dilakukan berulang-ulang setelah terlebih dahulu dikeringkan sebelum dicelupkan kembali kedalam Zat pewarna.Kemudian diangin-anginkan ditempat yang teduh.

Pewarna sintetis / warna buatan
Untuk memperoleh warna krem dilakukan proses pemutihan,antara lain hydrogen peroksida (H2O2). Pemutihan dapat dilakukan dengan membuat larutan kaporit dengan perbandingan 10-15 gram kaporit dalam 1 liter air hangat. Rendam eceng gondok kering selama 10-15 menit setelah dicuci bersih rendam kembali eceng gondok tersebut dalam larutan thio atau hypochlorite 3 gram dalam 1 liter air selama 30 menit (untuk menetralisir kaporit yang dapat merusak eceng gondok), dicuci kembali dan keringkan.

Pengawetan dilakukan dengan menggunakan komposisi 30 gram asam borat ( dipasaran disebut borax atau bleng) yang dilarutankan pada 1 liter air. Setelah asam borat terlarut selam kurang lebih 2-3 jam, diperas dan  dan dijemur hingga kering,dan bahan eceng gondok siap dijual kepada pengrajin atau dianyam sendiri.

Ditulis oleh drh. Nyta Apriantini - Ketua TP PKK Desa Kemlagi
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi

0 komentar :