Jumat, 18 Mei 2018

Kembali, Kecamatan Kemlagi Juara I Festival Pawai Budaya Majapahit 2018

Penobatan Raden Wijaya (Kecamatan Kemlagi)
www.kemlagi.desa.id - Banjaran Majapahit menjadi tema kolosal pagelaran Festival Pawai Budaya Majapahit Bupati Cup, yang digelar dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke-725 Tahun 2018, Sabtu (12/5-2018) siang di area pelataran depan Museum Trowulan.

Diikuti ribuan peserta dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto, festival yang memasuki tahun kedua ini menghadirkan suguhan penuh warna sejarah Majapahit. Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disparpora) Kabupaten Mojokerto sekaligus panitia pelaksana, Djoko Widjayanto, melaporkan beberapa hal penting terkait acara.

Penobatan Raden Wijaya (Kecamatan Kemlagi)
“Festival ini menampilkan perform para camat dan kades beserta timnya, memperagakan arak-arakan berlatar belakang sejarah Majapahit dengan tema utama yakni Banjaran Majapahit,” jabar Djoko.

Ragam sub tema yang dibawakan masing-masing 18 kecamatan antara lain Babat Tari yang mengisahkan Raden Wijaya menemukan buah maja (Kecamatan Jatirejo), Tuntut Balas Pasukan Cina (Kecamatan Sooko), Tahta Jayanegara (Kecamatan Jetis), Pemberontakan Dharma Putra (Kecamatan Kutorejo), Gajah Mada Sebagai Penyelamat (Kecamatan Ngoro), Gajah Mada Menumpas Pemberontakan (Kecamatan Trawas).

Penobatan Raden Wijaya (Kecamatan Kemlagi)
Sementara Lengsernya Prabu Jayanegara (Kecamatan Pungging), Siasat Penghianatan Ratanca (Kecamatan Dlanggu), Penobatan Tribuana Tungga Dewi Raja Majapahit ke-Tiga (Kecamatan Dawarblandong), Sumpah Gajah Mada Amukti Palapa (Kecamatan Gondang), Nusantara Bersatu (Kecamatan Puri), Perang Bubat (Kecamatan Gedeg), Tan Hana Dharma Mangrwa (Kecamatan Trowulan), Syekh Jumadil Kubro Masuk Majapahit (Kecamatan Pacet), Brawijaya Paras (Kecamatan Mojosari) Perang Paregreg (Kecamatan Bangsal), Reog Ponorogo (Kecamatan Mojoanyar) dan Penobatan Raden Wijaya (Kecamatan Kemlagi).

Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, dalam sambutannya menyatakan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan nguri-uri budaya.

“Festival Pawai Budaya Majapahit Bupati Cup, akan digelar tiap tahun sebagai agenda rutin Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Sarana dan prasarana akan terus kita support sebagai bentuk komitmen pelestarian warisan budaya. Kabupaten Mojokerto yang lekat dengan peninggalan sejarah Majapahit beserta semua keunikannya, menjadi alasan kuat kenapa kita mesti memperbanyak ruang kreatif dan event-event menarik semacam ini untuk mengawal tumbuh kembang tradisi dan budaya,” tuturnya.

Harapan ke depan yang disampaikan wakil bupati yakni agar event rutin ini bisa masuk kategori wisata budaya atau culture tourism.

“Semoga event ini makin besar dari tahun ke tahun, sehingga bisa masuk kategori culture tourism dalam kalender wisata nasional bahkan internasional,” tambahnya yang hadir didampingi istri sekaligus Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, Yayuk Pungkasiadi, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Ismail Pribadi, Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito beserta istri, unsur Forkopimda serta Kepala OPD. 

Penobatan Raden Wijaya (Kecamatan Kemlagi)
Disparpora Kabupaten Mojokerto mengumumkan bahwa hasil Festival Pawai Budaya Majapahit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Mojokerto ke 725 Tahun 2018, sebagai berikut (berdasarkan WAG Kecamatan Kemlagi):
  1. Juara I Kecamatan Kemlagi;
  2. Juara II Kecamatan Dlanggu;
  3. Juara III Kecamatan Sooko;
  4. Juara Harapan I Kecamatan Trawas;
  5. Juara Harapan II Kecamatan Pungging; dan
  6. Juara Harapan III Kecamatan Jatirejo
Sumber http://www.inilahmojokerto.com/