Minggu, 26 November 2017

PPK Dan PPS Pilgub 2018 Dilantik

Pelantikan PPK dan PPS Pilgub 2018
www.kemlagi.desa.id - Pelantikan PPK dan PPS Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur 2018 dilantik serentak oleh KPU Kab. Mojokerto, Rabu (22/11) siang ini. Pelantikan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor KPU, Jl. RAA Kromo Adinegoro No 1-2 Mojokerto.

Pelantikan dengan acara pengambilan sumpah/janji itu dilakukan oleh ketua KPU, Ayuhanafiq, dihadapan para tamu undangan dari Forpimda, para Camat, perwakilan kepala desa dan pengurus Parpol yang ada di kabupaten Mojokerto.

Peserta pelantikan didampingi oleh rohaniawan dari agama Islam, Kristen dan Hindu. Tercatat masing-masing ada satu orang PPS yang beragama kristen dan Hindu.

Pelantikan dan pemgambilan sumpah diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara pelantikan dengan disaksikan dan ditandatangani oleh perwakilan peserta. Ikut membubuhkan tanda tangan dalam berita acara itu, Ketua KPU dan para rohaniawan. Yasto Utomo mewakili PPK yang dilantik dan Widya Yuli A mewakili PPS yang beragama Islam. Berita Acara juga dibuat oleh Yudha Dwi K yang beragama kristen serta Marini Susanti dari agama Hindu.

Pelantikan dihadiri oleh Edy Taufiq, Kepala Bakesbangpol Kab. Mojokerto yang hadir mewakili Bupati Mojokerto bersama perwakilan Forkopimda. Beberapa camat dan perwakilan kepala desa juga hadir dalam kesempatan itu. Tidak ketinggalan ikut menyaksikan pelantikan, para pengurus partai politik yang ada di Kabupaten Mojokerto.

Sebanyak 1002 orang diambil sumpahnya oleh Ketua KPU Kab. Mojokerto, Ayuhanafiq. Mereka itu terdiri dari 90 anggota PPK di 18 kecamatan dan 912 anggota PPS di 304 desa/kelurahan.

Bupati Mojokerto Minta PPK dan PPS Bekerja Profesional

Bupati Mojokerto, Mustafa Kamal Pasa, minta anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) bekerja secara profesional. Permintaan itu disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kab. Mojokerto, Edy Taufiq.

"Penyelenggara pemilu harus bertindak netral dan bekerja profesional sebagaimana ketentuan dalam peraturan perundangan" tegas bupati yang akrab dengan panggilan MKP tersebut.

Menurut MKP, pemilihan kepala daerah yang akan menentukan pemimpin propinsi Jawa Timur tahun 2018 nanti bermakna strategis untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dan penyelenggara pemilu, termasuk PPK dan PPS harus memfasilitasi rakyat untuk memilih pemimpin sesuai kehendaknya.

Tidak lupa Bupati MKP mengucapkan selamat pada para anggota PPK dan PPS yang dilantik. "Saya ucapkan selamat pada semuanya yang sudah dilantik dan kalian merupakan orang-orang terpilih setelah melalui sekian proses rekrutmen" ujarnya yang disambut dengan tepuk tangan dari perserta pelantikan dan undangan.

Sumber http://kpu-mojokertokab.go.id/
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi