Minggu, 19 November 2017

Kegiatan Pemicuan Jamban

Sambutan Kades, Abd. Wahab, SE
www.kemlagi.desa.id - Bertempat di rumah Kepala Dusun Kemlagi Utara, Bapak Irwan telah dilaksanakan kegiatan pemicuan jamban pada hari Sabtu, 18 November 2017.  Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Petugas Sanitasi UPT Puskesmas Kemlagi (Ibu Menik), Bidan Desa (Ratna Marlongen), Kader Kesehatan Desa Kemlagi, Ketua RW dan RT se Dusun Kemlagi Utara serta masyarakat Dusun Kemlagi Utara.

Ibu Menik selaku petugas sanitasi UPT Puskesmas Kemlagi, menyampaikan bahwa program atau kegiatan pemicuan jamban ini ditujukan sejauh mana tingkat kesadaran warga Desa Kemlagi untuk tidak buang air besar di sembarang tempat. Meskipun jika dalam satu rumah tangga tidak memiliki jamban atau WC, namum dalam berbuang air besar tidak sembarang tempat itu bisa dikatakan bagus, dan akan lebih bagus lagi kalau miliki jamban atau WC sendiri.

Dari Pemerintah Desa Kemlagi sendiri melalui Bapak Kepala Desa Kemlagi, Abd. Wahab, SE bahwa untuk program jambanisasi sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir dan setiap saat meminta data kepada masing-masing Ketua RT jika ada warganya yang belum miliki jamban untuk segera melaporkannya kepada Pemerintah Desa.

Lebih lanjut Kades Kemlagi menyampaikan jika masih ada warga yang belum memilki jamban atau WC dan terutama untuk warga yang kurang mampu, maka Pemerintah Desa Kemlagi akan terus menganggarkan untuk program jambanisasi terutama untuk warga yang kurang mampu.

Warga antusias ikuti kegiatan
Kasi Pemerintahan Desa Kemlagi, M. Ainur Rofiq juga menyampaikan bahwa untuk saat ini warga Desa Kemlagi sudah memahami tentang pentingnya kesehatan diri dan lingkungan yang salah satu adalah tidak BAB ( Buang Air Besar) sembarangan.
Diskusi Kader Kesehatan Sesudah Acara
Ibu Menik selaku petugas sanitasi UPT Puskesmas Kemlagi berharap agar Desa Kemlagi bisa segera dapatkan sertifikat desa bebas BAB sembarangan atau bisa dikatakan sebagai ODH (Open Defecation Free). Open Defecation Free (ODF) adalah kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini. Agar usaha tersebut berhasil, akses masyarakat pada jamban (sehat) harus mencapai 100% pada seluruh komunitas. Juga peran aktif seluruh komponen masyarakat Desa Kemlagi mutlak diperlukan.
Kader Kesehatan Sedang Buat Peta
Peran seluruh komponen masyarakat Desa Kemlagi terutama kader kesehatan sebagai pioner atau penggerak kesehatan masyarakat sangatlah diperlukan, lanjut Ibu Menik.

Referensi : http://kknm.unpad.ac.id/
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi