Selasa, 14 November 2017

Bonus Demografi Menjelang Pilkada

Gubernur Jawa Timur, DR. H. Soekarwo dalam rapat sambut Pilkada
SURABAYA, www.kemlagi.desa.id  - Tahun 2019 bukan hanya tahun politik karena adanya Pemilu untuk memilih anggota legislatif serta Presiden dan Wakil dan Wakil Presiden, bagi Jawa Timur merupakan tahun berkah. Berkah tersebut merupakan naiknya angka penduduk usia produktif yang dinamakan bonus demografi. Namun bonus demografi akan berubah menjadi musibah bila tidak tertangani.

Gubernur Jawa Timur, DR. H. Soekarwo menyebutkan bila rata-rata perkembangan penduduk Jawa Timur cukup baik. Dengan angka pertumbuhan penduduk di kisaran 0,8 persen maka pertambahan jumlah penduduk menjadi stabil. "Angka pertumbuhan tersebut adalah yang terbaik di Indonesia" tutur gubernur yang akrab dipanggil Pak Dhe tersebut.

Dengan pertumbuhan semacam itu dalam perkiraan statistik pada tahun 2019 akan terjadi peningkatan penduduk usia produktif, yaitu penduduk dengan usia 17 tahun hingga 50 tahun sebagai usia mayoritas. Melimpahnya penduduk usia produktif berarti melimpahnya sumber daya manusia yang siap membangun daerahnya. Jawa Timur menikmati bonus demografi mendahului bonus demigrafi negara Indonesia. "Indinesia baru tahun 2024 mendapatkan bonus demografi tersebut" papar Pak Dhe dihadapan peserta Rapat Koordinasi Peningkatan Ketertiban dan Keamanan Provinsi Jawa Timur menjelang Pilkada Serentak 2018 di Surabaya, Senin (13/11) siang ini.

Meskipun demikian Soekarwo mengingatkan bila bonus demografi dapat berubah menjadi bencana demografi. Bencana itu timbul manakala pemerintah tidak bisa menyediakan cukup lapangan kerja. Diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 326 ribu lebih pencari kerja baru.

"Untuk mengatasi problem itu maka Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah harus ditingkatkan perannya. Tenaga kerja tidak boleh dibiarkan unskill (tanpa ketrampilan - red). Dan itu menjadi Pekerjaan Rumah bagi para Kepala Daerah yang terpilih pada pilkada mendatang" jelas Soekarwo yang telah dua periode memimpin Jawa Timur.

Kegiatan rapat yang diselenggarakan oleh Pemprov Jawa Timur itu diikuti oleh jajaran Forkopimda hingga level kecamatan, KPU Jatim serta KPU kabupaten/kota se-Jatim, Bawaslu Jatim bersama Panwas Kab/Kota seluruh Jawa Timur, dan jajaran Kejaksaan se-Jawa Timur.

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi