Minggu, 11 Juni 2017

Guruku Yang Satu Ini Masih Mengajariku Tentang Pengelolaan Sampah

KH Mas'ud Yunus (Walikota Mojokerto) saat ikut nimbang sampah di bank sampah
www.kemlagi.desa.id – KH. Mas’ud Yunus (Walikota Mojokerto) adalah guru kami (sewaktu admin, belajar di SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto). Meski sudah tidak lagi melalui proses belajar-mengajar di ruang kelas, namun sepak terjang Kyai Ud (sapaan akrab KH. Mas’ud Yunus) masih menjadi bahan pelajaran dan tuntunan bagi murid-muridnya yang kini sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri dengan bermacam-macam profesi.

Kali ini kami disuguhkan suatu pelajaran tentang pengelolaan sampah yang kami yakin bahwa pelajaran ini amat bermafaat bagi kita semua dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan dan masyarakat disekitar kita.

Ada beberapa kebijakan beliau – Kyai Ud yang sudah dilaksanakan dan memang masyarakat merasakan langsung manfaatnya bahkan pemerintah pusatpun menaruh perhatian akan programnya, sehingga Kota Mojokerto dinominasikan sebagai Kota penerima Adipura Tahun 2017.

Kebijakan KH. Mas’ud Yunus (Walikota Mojokerto) terkait pengelolaan sampah :
  1. Masyarakat dibiasakan hidup bersih, sehat dan indah sejak di lingkungan terkecil. Kita juga punya Kader Lingkungan Berseri di setiap wilayah yang merupakan agen perubahan yang paham dan peduli tentang pengolahan lingkungan;
  2. Mengadakan lomba Kampung Bersih Sehat, Teduh, Indah dan Aman (KASIH SETIA) di tiap-tiap lingkungan;
  3. Karena merubah perilaku hidup bersih dan sehat tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi butuh waktu dan gerakan sehingga dapat menjadi karakter dan kebiasaan masyarakat Kota Mojokerto;
  4. Semakin banyaknya taman-taman ruang terbuka hijau di Kota Mojokerto;
  5. Semakin indahnya TPA Randegan yang dulunya kumuh, kini dijadikan tempat wisata dan edukasi yang nyaman dan kekinian;
  6. Strategi pengelolaan sampah, pembentukan Bank Sampah di setiap lingkungan, pengembangan energi alternatif ramah lingkungan, sanitasi lingkungan berbasis masyarakat, program cuci sampah rumah yang terintegrasi dengan PSN setiap hari Jumat, clean city dan layanan pengaduan terkait PJU, pohon tumbang dan sampah liar; dan
  7. Program bayar pajak (Pajak Bumi Bangunan) pakai sampah berhadiah umroh.
Itulah pelajaran yang dapat kita petik dari kebijakan seorang KH. Mas’ud Yunus (Walikota Mojokerto) tentang pengelolaan sampah, mudah-mudahan dapat kita terapkan dilingkungan kita masing-masing. Amin Ya Robbal Alamin.

Baca juga Gerakan Bayar Pajak Pakai Sampah
Baca juga Pemanfaatan Limbah Potong Hewan Untuk Biogas

Sumber http://www.inilahmojokerto.com/
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi