Sabtu, 24 Juni 2017

Dari Desa dan Untuk Desa: Menuju Kedaulatan Politik Masyarakat Desa

Sudir Santoso (Ketua Parade Nusantara)
www.kemlagi.desa.id - Sebagaimana postingan kami beberapa hari yang lalu tentang Dari Desa dan Untuk Desa yang merupakan tulisan Ketua Pusat Parade Nusantara (Sudir Santoso) yang merupakan salah satu penggagas lahirnya UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa, Parade Nusantara memiliki ada 2 (dua) tujuan utama dengan lahirnya undang-undang ini, pertama adalah Desa Berdikari Dalam Bidang Ekonomi (sudah dikupas pada postingan yang lalu), kedua adalah Menuju Kedaulatan Politik Masyarakat Desa Indonesia.

Pada bahasan kali ini yang kami share dari akun Ketua Pusat Parade Nusantara (Sudir Santoso) di
https://web.facebook.com/semarbodronoyo.paradenusantara sengaja tidak kami tampilkan secara keseluruhan namun sudah kami lakukan editing.

Oleh karenanya rakyat desa harus diberi pendidikan politik agar memahami ilmu politik yang muara akhirnya berdaulat dalam bidang politik,maka harus ada gerakan pendidikan politik kepada rakyat secara mandiri, swakelolola dan swadaya, kesadaran yang tumbuh dari rahim rakyat sendiri, agar rakyat desa faham dan melek politik, mengerti dan menghargai hak konstitusinya sehingga rakyat memiliki kedaulatan politik.

Program pendidikan politik yang dilakukan bukan untuk kepentingan partai politik menghadapi Pileg dan Pilpres tahun 2019. Pendidikan politik ini diberi nama Program " LUMBUNG SWARA DESA / LSD ".

Secara tehnis secara berjenjang dan bertahap tentang program LSD akan kita paparkan secara bersambung.

Untuk tahap perkenalan Program LSD saya akan mulai dari bertanya kepada rakyat desa Indonesia melalui cerita.

Saat ini mayoritas rakyat desa jika ada Pilkades, Pilkada, Pileg dan Pilpres mau memilih dan mencoblos jika diberi uang, betul ?

Artinya hampir semua hak dan kewajiban dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dinilai dengan uang atau yang menguntungkan secara spontan, benar ?

Jika memang demikian adanya .............besok pagi saya butuh 250 (dua ratus lima puluh) orang rakyat desa dari salah satu desa di Kabupaten Kendal - Jateng, sengaja saya pilih Kabupaten Kendal karena dekat dengan bandara Ahmad Yani Semarang.

Sebanyak 250 orang rakyat desa itu saya jemput dengan 3 bus mewah dari desanya, saya antar ke bandara A Yani Semarang untuk saya ajak naik pesawat terbang menuju Jakarta, gratis tidak bayar tiket pesawat bahkan setiap orang akan saya beri uang saku masing-masing orang Rp.2.000.000 (dua juta rupiah), kira-kira rakyat desa itu mau apa tidak ? jika jawabnya mau dan senang, maka 250 orang desa itu segera masuk pesawat terbang, setelah semua penumpang semua sudah menempati seat nya masing-masing, maka tangga pesawat segera digeser dan pintu pesawat ditutup.

Selanjutnya seorang pramugari yang ramah dan cantik memberi pengumuman sabagai berikut :

Para penumpang yang terhormat, kita akan terbang dari bandara Ahmad Yani Semarang menuju bandara internasional Soekarno - Hatta di Jakarta, penerbangan ini akan ditempuh dalam waktu 45 menit dengan pesawat Boing 737, kita akan terbang dengan ketinggian 26.000 kaki dari permukaan laut.

Perlu saya kenalkan dan disampaikan bahwa pilot yang akan menerbangkan pesawat ini adalah kapten Semar Sudir Santoso, penting saya informasikan juga bahwa Kapten Pilot Semar Sudir Santoso tidak lulus sekolah penerbangan, serta belum pernah menerbangkan pesawat terbang ................

Saya mau tanya dan mohon dijawab secara jujur, setelah semua penumpang pesawat mendengar pengumuman dari pramugara tadi, kira-kira bagaimana sikap dan reaksi semua penumpang pesawat terbang tsb ?

Ingat lho ....naik pesawat terbang gratis pulang-pergi dan diberi uang masing-masing orang Rp. 2.000.0000 (dua juta rupiah).

Mau lanjut terbang ke Jakarta ?, atau minta turun dari pesawat dan batal terbang ?

Saudara masyarakat desa Indonesia ......demikianlah pada saat saudara menjatuhkan pilihan anda pada saat memilih calon pemimpin .

Para calon pemimpin mayoritas pasti akan menutupi rapat semua kekuranganya, bahkan jika perlu berbohong, tidak mau jujur, bahwa sesungguhnya mereka tidak siap, tidak cakap dan tidak mampu menjadi pemimpin saudara, tetapi ambisi dan nafsunya mengalahkan segalanya.

Mereka hanya mengandalkan uang atau modal dan saudara sesungguhnya hanya mendapat recehan belaka.

Haruskah dengan uang recehan itu kau celakakan dirimu dan keluargamu selama 5 tahun kedepan ?