Kamis, 06 April 2017

Bayar PBB, Kecamatan Kemlagi Dapat Apresiasi Dari Bupati Mojokerto

ilustrasi
www.kemlagi.desa.id – Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) menginstruksikan agar seluruh kecamatan menggenjot perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB) tahun ini. 

Akan tetapi, instruksi tersebut banyak diabaikan para camat. Terdapat 11 kecamatan yang tak menjalankan. Hal itu terlihat dari buruknya perolehan PBB hingga memasuki triwulan kedua ini. Hanya 7 kecamatan yang mampu menembus target tersebut. 

Yakni, Kecamatan Dawarblandong, Mojosari, Mojoanyar, Gedeg, Sooko, Kutorejo dan Kemlagi. Ketujuh kecamatan ini mampu menembus PAD di atas 15 persen. Sementara, 11 kecamatan lainnya masih berada di bawah 15 persen. 

Bahkan,  terdapat lima kecamatan dengan perolehan PAD PBB di kisaran 5 persen saja. Dari 11 kecamatan itu, Kecamatan Jatirejo, tercatat sebagai kecamatan dengan perolehan PAD terendah di 18 kecamatan. 

Hingga memasuki triwulan kedua, kecamatan ini hanya bertengger di angka 4,68 persen. Padahal, sepanjang tahun 2017, Kecamatan Jatirejo ditargetkan mampu menembus angkaRp 1,8 miliar. Sementara, hingga 31 Maret, realisasi sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hanya senilai Rp 88 juta saja. 

Selain Jatirejo, Kecamatan dengan perolehan PAD PBB terendah adalah Kecamatan Trowulan dengan pendapatan senilai 5,58 persen atau sekitar Rp 197 juta dari target sebesar Rp 3,53 miliar. Di kecamatan ini, pendapatan PBB masih minus Rp 3.339 miliar. 

Peringkat buruk ketiga adalah Kecamatan Puri. Dengan target PAD sebesar Rp 3.381 miliar, hanya realisasi Rp 208 juta  atau 5,81 persen. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko, menjelaskan, Bupati Mustofa Kamal Pasa sudah menelurkan instruksi kepada seluruh camat agar perolehan PBB sesuai dengan target yang telah ditentukan. 

Semisal, target hingga Februari sebesar 5 persen, Maret mencapai 15 persen, April 30 persen, hingga Mei 45 persen, dan September tembus 100 persen. ’’Ini sudah instruksi yang harus ditaati seluruh camat,’’ tuturnya. 

Diharapkan, camat mampu menjalankan instruksi tersebut. Sehingga, camat tak perlu kebingungan saat mendekati pengujung tahun. ’’Karena, sejak awal sudah ada progress yang jelas,’’ papar Teguh. 

Ia tak berharap, pencapaian di sejumlah kecamatan tercecer dan tak mampu memenuhi target. ’’Jangan sampai seperti itu. Karena, target PBB menjadi penyokong pendapatan yang cukup besar untuk pembangunan,’’ imbuhnya. 

Teguh menyebut, tahun 2017 ini, Pemkab Mojokerto mentargetkan pendapatan PBB mencapaiRp 43,5 miliar.  Sementara, saat ini hanya terpenuhi 12,61 persen saja

Sumber http://radarmojokerto.jawapos.com/
Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi