Jumat, 31 Maret 2017

Presiden Tekankan Dana Desa untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Desa

Presiden Joko Widodo
www.kemlagi.desa.id – Presiden Joko Widodo minta pemanfaatan dana desa ditekankan pada upaya peningkatan produktivitas perekonomian desa, upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan di desa. Selama ini pemanfataan dana desa lebih banyak untuk memperbaiki infrastruktur dengan persentase 29 persen.

“Diseimbangkan dengan pengembangan potensi ekonomi desa. Terutama di sektor pertanian, perikanan, serta industri usaha mikro, kecil, dan menengah di desa,” kata Jokowi dalam rapat terbatas yang membahas pembangunan desa, Rabu (29/3).

Jokowi menambahkan pemanfaatan dana desa harus mulai diikuti dengan partisipasi warga dalam hal pengawasan. Sehingga penggunaan dana desa bisa dipastikan tepat sasaran.

“Pendekatannya tidak bisa parsial atau sektoral, tapi harus integratif dari hulu ke hilir,” ujar Jokowi.

Dalam rapat tersebut Jokowi juga memberi catatan soal penyaluran dana desa yang dinilainya masih lamban. Hal itu terlihat dari empat kabupaten yang dana desanya belum cair dari rekening kas umum negara ke kas umum daerah karena keterlambatan dari pemerintah kabupaten/kota. Selain itu terdapat pula 240 desa yang belum menerima dana desa karena berbagai faktor.

“Saya minta segera diatasi. Tahun ini, saya minta dipastikan betul semua desa bisa menerima dana desa,” katanya.

Jokowi meyakini ketimpangan antardaerah bisa ditangani. Jika pemerataan berhasil terwujud maka angka urbanisasi akan berkurang.

“Urbanisasi pada 2025 diprediksi mencapai 60 persen. Sementara itu, persentase kemiskinan di pedesaan tercatat mencapai 13,96 persen atau hampir dua kali lipat dari persentase penduduk miskin di kota sebesar 7,7 persen,” tutur Jokowi. Besaran dana desa tahun ini mencapai Rp 60 triliun dari yang sebelumnya Rp 47 triliun.

Sementara itu Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjoyo mengatakan dana desa pada 2018 akan naik lagi hingga mencapai Rp120 triliun.

“Tahun ini dana desa yang dikucurkan sebesar Rp60 triliun dengan rata-rata per desa menerima sebesar Rp800 juta. Tahun depan ada rencana dinaikkan lagi menjadi Rp120 triliun dan setiap desa menerima sebesar Rp1 miliar lebih,” kata Eko saat memaparkan kinerja Kemendes PDTT di depan peserta dialog kepala desa dan lurah se-Kabupaten Malang dan Kota Batu di Universitas Islam Malang (Unisma) di Malang, Jawa Timur.

Eko menuturkan dana desa yang dikucurkan ke desa-desa dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada 2015, dana yang dikucurkan sebesar Rp20,76 triliun atau rata-rata per desa menerima sebesar Rp280,3 juta. Dana ini meningkat menjadi Rp46,98 triliun dan setiap desa menerima dana sebesar Rp643,6 juta pada 2016.

Eko mengakui dana desa berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional. Data statistik mencatat pada 2016, dana desa berkontribusi sebesar 0,9 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB), penyumbang 0,04 persen dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dan menyerap tenaga kerja hingga mencapai 2,34 juta jiwa.

Tahun ini, kata Eko, Kemendes PDTT miliki empat program prioritas, yaitu produk unggulan desa atau produk unggulan kawasan perdesaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membangun embung air desa dan menciptakan sarana olahraga desa (Raga Desa).

Diposting oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi