Kamis, 02 Februari 2017

Tiap Desa di Kab.Mojokerto akan dibentuk Pengurus Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit

Audiensi Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit dengan Bupati MKP 
www.kemlagi.desa.id - Membaca website Kabupaten Mojokerto tentang Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit tentunya sangat menarik untuk kita cermati, apalagi kita sebagai orang Mojokerto yang notabene sebagai orang yang berada di bekas pusat kerajaan Majapahit ada di wilayah Mojokerto.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto antusias sekali dalam menggali kembali kehidupan, adat istiadat dan kebudayaan Majapahit terbukti sejak beberapa waktu yang lalu telah membuat program Kampung Majapahit yang dibangun disekitar kawasan Kecamatan Trowulan, pembangunan pendopo kecamatan bernuansa Majaphit yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Mojokerto.

Kali ini Bupati Mojokerto H. Mustofa Kamal Pasha atau lebih akrab dipanggil Bupati MKP memerintahkan kepada kepala desa di wilayah Kabupaten Mojokerto untuk membentuk Pengurus Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit yang beranggotakan tokoh masyarakat desa dituangkan dalam surat keputusan kepala desa.

Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit, memaparkan proker (program kerja) serta harapan menghidupkan lagi nuansa Majapahit di Kabupaten Mojokerto. Keinginan tersebut direspon secara positif oleh Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, yang menerima mereka dalam acara audiensi di peringgitan rumah dinas bupati, Senin 30 Januari 2016  pagi kemarin.

“Kami merencanakan beberapa proker jangka panjang maupun pendek, diantaranya adalah harapan untuk mereplika kembali Majapahit. Dimana nantinya ada suatu kawasan yang bisa dimanfaatkan sebagai obyek wisata, dengan kekhasan Majapahit yang kental sebagai daya tariknya. Mencari nasab atau keturunan Majaphit, dan soan ke paguyuban raja-raja nusantara juga merupakan bagian dari impian kami,” tutur juru bicara Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit, Ki Gitut.

Ketua rombongan dewan, Purwanto, menyampaikan maksud yang senada dengan Gitut. Dirinya menambahkan jika mereka ingin membentuk badan pelestari tiap desa di  wilayah Kabupaten Mojokerto.

“Kami ingin bersinergi dengan pemerintah maupun masyarakat, yang memiliki pandangan serta harapan sejalan dengan visi misi kami. Jika kawasan khas Majapahit bisa segera direalisasikan, kita juga berharap ada bangunan tempat-tempat ibadah seluruh agama yang diakui di Indonesia. Tidak lupa fasilitas dan sarana pendukung seperti sentra kerajinan khas Majapahit dan pusat kuliner. Itu mimpi kami, semoga bisa diwujudkan segera. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang sangat serius meletakkan Majapahit dalam tiap sendi pembangunan. Contohnya Kampung Majapahit, pembangunan pendopo kecamatan, serta infrastruktur jalan,” harap Purwanto.   

Bupati Mojokerto menyambut baik dan merespon positif ide-ide segar Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit. Dikatakannya bahwa peran aktif dan sinergi lembaga adat dengan pemerintah, mampu membangkitkan kembali gairah seni budaya maupun kearifan lokal.

“Peranan aktif dari lembaga pemerhati seni adat dan budaya maupun kearifan lokal, sangat dibutuhkan demi eksisnya identitas budaya asli kita. Kita menyambut positif ide-ide segar dari Dewan Lembaga Pelestari Adat dan Kebudayaan Majapahit. Selanjutnya akan kita komunikasikan lebih lanjut bagaimana langkah selanjutnya,” tandas bupati di acara yang juga dihadiri Plt Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin.

Sumber http://mojokertokab.go.id/