Minggu, 26 Februari 2017

Inspirasi Minggu: Raja Sedekah

Fuad Nashori dan Keluarga
Oleh DR. Fuad Nashori, S.Psi.,M.Si

www.kemlagi.desa.id - Orangnya masih relatif muda. Namun, sudah kaya. Seperti umumnya orang kaya, ia menikmati rizkinya. Ia punya rumah bagus di perumahan elit. Ia suka jalan-jalan naik motor gede ke berbagai daerah di Indonesia. Ia juga punya mobil mewah.  Saat ke rumahnya di Bandung, saya tanya berapa harga mobilnya. Ia jawab: "2,7 M." Saat saya tanya berapa perusahannya, ia jawab ada di Bandung, Cimahi, dan Bogor. Tak diragukan, ia memang kaya.

Kebetulan ia kaya bawaan, sebuah istilah untuk menggambarkan ia dilahirkan dari keluarga kaya. Saat mahasiswa mobilnya sudah bagus. Ia juga tinggal di salah satu perumahan paling elit di Yogya.

Seingat saya, saat berstatus mahasiswa (dia lulus awal 2000-an) saya perlakukan dia sama dengan mahasiswa lain. Kemampuan akademiknya biasa saja. Seperti mahasiswa biasa yang lain, saya membimbingnya cenderung pelan-pelan. Waktu itu, seingat saya dia juga memperlakukan saya biasa saja.


Silaturahmi saya terbangun lagi ketika saya melanjutkan studi S3 di Bandung (2010). Saya dan beberapa alumni UII suka ngumpul-ngumpul, salah satunya buka puasa bersama di rumah tokoh kita ini. Tokoh kita ini  -karena pertimbangan tertentu- saya samarkan saja dengan nama Bekti. Bagi saya, Bekti adalah RAJA sedekah. Itu menurut saya lho. Ia menunjukkan perilaku bersedekah yang mengejutkan saya. Kita lihat saja.

Kejutan sedekah pertamanya adalah ketika ia mengantar saya dari rumahnya ke Stasiun Kota Bandung. Itu setelah acara kumpul alumni psikologi UII di rumah Bekti (note: salah seorang alumni datang bersama suaminya yang ternyata Tere Liye). Sambil menyetir mobil, Bekti bertanya: "Apakah Bapak bersedia saya hadiahi BB Torsch?" Saya salah tingkah. Waduh bagaimana menjawabnya, kata hati saya. Saya dengar-dengar HP ini sangat mahal: sekitar 4,5 jt. Waktu itu BB lagi jadi trendsetter. "Apa ndak terlalu bagus?" Pertanyaan yang naif sebenarnya. Dia jawab: "Untuk Bapak saya rasa cocok." Karena tahu setiap akhir pekan saya ke Bandung, ia pun bilang: "Minggu depan ya, Pak." Ia penuhi janjinya. Saya agak susah menyimpulkan sedekah ini. Dugaan saya ia berpikir pemberiannya harus disenangi oleh yang menerimanya, kalau bisa mendongkrak penampilan orang yang diberi sedekah. Kesimpulan saya: RAJA Sedekah memberi sesuatu yang berkualitas tinggi. Kata kunci: KUALITAS.

Selain itu, Bekti mengejutkan saya ketika ia menyatakan siap memberikan sedekah secara rutin. Saat tidak begitu sibuk sehabis S3, saya mengisi waktu dengan sekolah S2 kedua saya (Agama dan Filsafat di UIN Yogya). Ternyata saya bertemu dengan sejumlah teman sekelas yang kesulitan bayar SPP dan biaya hidup. Saya sampaikan hal ini kepada Bekti. Ia bilang: "Siap, Pak, tiap bulan saya kirim 6 juta," Tugas saya adalah membagi untuk 12 mahasiswa yang kuliah di UIN Yogya plus sejumlah mahasiswa UII, Unsiq Wonosobo, dan sebuah PTS di Kediri. Ringkas kata: RAJA sedekah beramal besar secara istikomah. Kata kunci: ISTIKOMAH.

Kejutan berikutnya adalah Bekti juga membantu orang yang kepepet. Saat kuliah S3 di Bandung, saya mendengar ada mahasiswa S2 psikologi profesi Unpad yang kesulitan bayar SPP. Saya bilang ke mahasiswa bahwa saya akan hubungi kenalan saya, yaitu Bekti. Bekti ternyata mau meminjami biaya studi satu semester. Setelah lulus si mahasiwa asal Sulawesi ini mengucapkan terima kasih sudah dikenalkan dengan Bekti. Ketika saya konfirmasi, yang bersangkutan -Nurul namanya- bilang: "Tadinya saya menawarkan untuk dibayar angsur, tapi beliau membebaskan dengan secepat kilat." Saya  artikan: RAJA Sedekah mau memberi pinjaman besar kepada orang yang dalam kondisi sulit dan sangat butuh, bahkan membebaskannya. Kata kunci: BUTUH.

Ya, Bekti sangat cepat dalam keputusan mengeluarkan sedekah. Saya sampaikan kepada Bekti bahwa orang di kampung saya di Mojokerto menyampaikan permohonan sumbangan untuk pembangunan TPQ. Mereka butuh bantuan. Tidak sampai lima menit dia sudah kirim uang ke rekening saya. Sepuluh juta. Pastinya: RAJA sedekah beramal besar dengan sangat cepat. Kata kunci: CEPAT.
Selain itu, Bekti Mau bantu siapa saja. Beberapa bulan lalu saya dapat proposal dari tempat KKN saya waktu  S1 (1993) di Wonosobo. Intinya ada program pengembangan masyarakat. Bekti segera kirim lima juta. Kesimpulan saya, ia mau bantu siapa saja. Kata kunci: SIAPA SAJA.

Yang paling mengejutkan adalah apa yang terjadi ketika lebih kurang jam 24 malam saat saya belum tidur. Saat itu malam ganjil pertama di sepertiga terakhir bulan ramadhan. Ada teman yang menafsirkan mungkin itu lailatul qadar. Saat itu saya sedang baca buku. Dia japri: "Pak fuad, selamat malam. Tiba-tiba saya mikir Bapak. Bersediakah saya umrohkan?" Lagi-lagi saya kesulitan menjawab. Akhirnya saya memilih jawaban: "Mas Bekti sudah tahu jawabnya. Ya." Katanya, dia akan segera kirim 25 juta. Masyaallah. Alhamdulillah. Saya tanyakan: "Bolehkah saya memakainya untuk umroh saya dan istri, dengan catatan kekurangannya saya yang menutup. Kebetulan istri saya sudah lama ingin umroh." Ia malah bilang: "Besok saya tambahi 5 juta. Saya akan kirim 30 juta." Besok pagi rekening saya benar-benar bertambah 30 juta. Tentu segera saya pakai daftar umroh. Berdua alhamdulillah cuma bayar 33 juta (30 juta dari Bekti, 3 juta dari dompet saya). Simpulannya: RAJA Sedekah beramal di segala waktu, termasuk tengah malam. Kata kunci: KAPAN SAJA.

Kesimpulan: RAJA Sedekah memberikan sedekah yang ber-KUALITAS, ISTIKOMAH, CEPAT, untuk SIAPA SAJA, sesuai KEBUTUHAN, dan KAPAN SAJA.

Saya doakan semoga Raja Sedekah dan keluarganya selalu dilapangkan rizkinya dan hatinya. Bagi saya dan pembaca, memang tak mudah ketika hendak meneladaninya. Tapi, siapa tahu mulai hari ini kita bisa melakukannya dari lambat ambil keputusan bersedekah menjadi cepat, dari hari tertentu jadi kapan saja, dari bersedekah dengan kualitas apa adanya menjadi kualitas baik. Bismillah.

DR. Fuad Nashori, S.Psi.,M.Si adalah arek asli Desa Mojoranu Kec.Sooko Kab.Mojokerto, saat ini mengabdi sebagai dosen UII Yogyakarta dan aktif di Asosiasi Psikologi Islam.

Ditulis kembali oleh Tim Pengelola Infornasi Desa Kemlagi