Kamis, 12 Januari 2017

Kisah Inspiratif dari Seorang Teman : Orang Baik

http://2.bp.blogspot.com/-9gdG6GCRXNw/T3CUQ7Cx8TI/AAAAAAAAAI8/6H7-nbP60uQ/w1200-h630-p-nu/fuad+nashori+bem+j+bki+uin+suka.jpg
DR. Fuad Nashori, S.Psi, M.Si
kemlagi.desa.id - Tulisan ini kami ambil langsung dari nara sumber melalui media whatsapp group SMP Islam Brawijaya Mojokerto 1985 dan sudah mendapatkan ijin dari DR. H. Fuad Nashori, S.Psi, M.Si selaku nara sumber dengan gaya bahasa dan penulisan yang bersangkutan untuk dimuat dalam website ini.

Bagaimana dan siapa orang baik ? 

Saya ikuti pendapat Ust Syatori Abdul Rouf, seorang ustaz asal Yogyakarta. Yaitu, orang yang memiliki niat baik dalam melakukan sesuatu dan perilakunya berdampak positif bagi orang lain dan lingkungannya. Orang baik tidak selalu menyenangkan hawa nafsu kita, namun ia melakukan sesuatu yang positif bagi (keseluruhan) hidup kita. Kadang ia mengeritik kita, yang boleh jadi menjadikan kita tak enak hati sesaat, tapi sangat positif bagi hidup kita.

Saya bersyukur kepada Alloh bahwa saya begitu sering bertemu dan bergaul dengan orang baik. Keluarga, tetangga, teman kerja, teman organisasi, mahasiswa, 99,99 persen orang baik. Sebagian dari mereka teramat baik. Secara subjektif saya boleh berkata ortu, mertua, dan istri adalah orang-orang terbaik dalam hidup saya.

Well, para pembimbing skripsi, pembimbing tesis, dan promotor disertasi saya adalah orang-orang yang luar biasa baik. Semoga Alloh balas kebaikan mereka di dunia akhirat.

Tanpa menafikan nama-nama yang lain, saya punya sebuah nama yang sangat spesial. Beliau adalah Kusdwiratri Setiono. Saya biasa memanggilnya Ibu Tri. Seorang guru besar Psikologi Unpad Bandung.

Saya pertama kali mengenal beliau (1994) saat membaca tulisannya di Jurnal Psikologi dan Masyarakat, yang terbit tahun 1990-an. Beliau menulis artikel tentang penalaran moral. Sebuah tulisan yang sangat saya sukai. Sebuah tulisan yang banyak saya kutip untuk skripsi saya di UGM.

Dikarenakan berpikir ada ahlinya, saya ingin memahami subjek ini lebih mendalam dari beliau. Saya telepon dari Yogya. Syukur alhamdulillah beliau membuka diri untuk berdiskusi di Kampus Dago.

Saya merasa begitu terhormat ketika memasuki ruangan kerjanya. Beliau tampak sangat siap menyambut saya. Di mejanya ada belasan atau bahkan puluhan buku yang bertema moral judgment. Tentu beliau menanggapi dengan suka hati topik dan judul skripsi yang saya ajukan. Sesekali menunjukkan bab buku yang terkait dengan isi pembicaraan kami. Di akhir pertemuan beliau mempersilakan saya meng-copy buku-buku tersebut. Saya masukkan dalam tas saya dan tas yang beliau pinjamkan buku2 tsb. Dari peristiwa ini saya catat orang baik adalah orang mau berbagi hal terbaik yang dimilikinya kepada orang lain.

Tiga tahun berikutnya (1997), saya beri undangan ke beliau bahwa saya akan menikah di Sukabumi, lebih kurang 3 jam ke arah barat dari  Bandung. Beliau lagi-lagi memberikan surprise. Beliau datang bersama suami beliau. Hal yang sangat istimewa. Saya sungguh tak menduganya. Dari sini saya catat orang yang sungguh-sungguh baik adalah orang yang memberi surprise yang menyenangkan.

Tak lupa, sering saya bertemu beliau di acara-acara temu ilmiah psikologi, saya sangat sering bertegur sapa dan bertukar kabar dengan beliau. Saya sangat senang setiap bertemu karena orang ini tampak selalu menunjukkan kasih sayangnya. Saat mengirim tulisan ke jurnal ilmiah yang saya kelola beliau juga mengirim leaflet adanya peluang-peluang konferensi di luar negeri. Beliau juga menunjukkan bahwa beliau selalu mengingat saya. Saya catat lagi orang baik suka menunjukkan perhatian individual.

Ketika akhirnya saya memutuskan Unpad sebagai tempat studi S3 saya, saya memiliki harapan agar beliau bersedia menjadi salah seorang pembimbing disertasi. Alloh mengabulkan doa saya. Di kampus inilah saya menemukan salah satu penggalan kisah terindah dalam hidup saya. Saya dibimbing oleh promotor-promotor terbaik, orang-orang yang teramat baik. Para promotor yang sangat dekat secara personal (misalkan saya sempat menginap di rumah Prof Zulrizka dan Kang Gimmy, dengan inisiatif sendiri mereka mengajak makan di restoran terbaik di Bandung, dsb).

Saya fokuskan ke Ibu Tri. Beliau menyediakan diri untuk membimbing saya setiap akhir pekan. Yang istimewa - dan ini dibilang teman2 saya sebagai kisah termanis - adalah hampir selalu tiga promotor saya hadir dalam bimbingan bersama. Ibu Tri sekalipun usianya sudah lebih dari 70 tahun, hampir selalu hadir dalam bimbingan.

Ada beberapa sikap yang menunjukkan beliau orang yang sangat baik. "Mas Fuad, bila nanti ada perbedaan pendapat antara saya dan Promotor Utama, anda ikuti saja pendapat beliau," ungkap beliau. Sebuah sikap yang menunjukkan kerendahhatian. Orang baik selalu berendah hati.

Suatu saat Ibu Tri minta agar bimbingan dilakukan di rumah beliau. Saat ada di rumahnya, saya mendapat kabar bahwa secara mendadak beliau ada di luar rumah. Beliau pesan agar saya masuk dalam rumah dan bersantai-santai di sana. Saya catat orang baik adalah orang percaya kepada orang lain.

Sebagai orang yang baik, Ibu Tri juga memberitahu saya kalau ada yang salah. Pada suatu hari saya membuat janji dengan beliau di rumah beliau. Saya pikir tamu yang baik ya bawa oleh-oleh. Saya bawa bakpia Yogya. "Saat periode bimbingan gini baiknya mahasiswa tak bawa oleh-oleh. Ini agar tidak ditafsirkan macam-macam. Kalau mau ngasih nanti saja setelah lulus, " ungkap beliau. "Setelah hubungan pembimbing-mahasiswa selesai, berubah jadi hubungan personal, dikasih pesawat pun saya terima." Saya paham orang baik adalah orang yang meluruskan apa yang bengkok.

Di bawah para pembimbing yang hebat, alhamdulillah saya dapat menyelesaikan studi dengan sangat lancar. Ketika saya menunjukkan sedikit kekecewaan karena tidak cumlaude (syarat cumlaude di Unpad min 3,8, saya dapat 3,78), beliau berbisik. "Disertasi anda sangat bagus, dapat nilai terbaik." Orang yang baik bisa membaca perasaaan orang lain dan menghiburnya.

Ringkas cerita, senangnya bertemu dan bergaul dengan orang-orang terbaik. Semoga kebaikan mengalir terus kepada penerus-penerus kebaikan. Menjadi amal baik bagi mereka dan kita sebagai penerusnya.

Yogyakarta, 12 Januari 2017, 9:06 WIB
Keterangan :
DR. Fuad Nashori, S.Psi, M.Si, adalah alumni :

  • SD/MI di Desa Mojoranu Kec.Sooko Kab.Mojokerto;
  • SMP Islam Brawijaya - Kota Mojokerto;
  • SMAN Sooko Mojokerto;
  • Universitas Gajah Mada Yogyakarta ( S1 dan S2); dan 
  • Universitas Padjajaran Bandung ( S3)
Nara sumber adalah sahabat baik pengelola website ini sejak SMP hingga SMA