Rabu, 18 Januari 2017

Fokus Kerja Nyata Bidang Infrastruktur

http://mojokertokab.go.id/files/berita/infrasrtuktur3_895c6bb5ec.jpg
Infrastruktur Jalan
kemlagi.desa.id Komitmen pembangunan dan kerja nyata peningkatan sarana jalan, jembatan, LPJU dan proyek Rumah Majapahit di bawah komando Bupati Mojokerto, Mustofa Kamal Pasa, makin menampakkan hasil gemilang.

Berdasarkan data rekapitulasi kegiatan proyek tahun anggaran 2016 Dinas PU Bina Marga Kabupaten Mojokerto, total panjang jalan yang sudah dibangun mencapai 70.299.46 km. Belum ditambah dengan jumlah jalan yang sudah terlaksana di periode pertama kepemimpinannya (2010-2015), mencapai kurang lebih total 650.000 km. Angka ini akan terus naik hingga target pembangunan jalan Kabupaten Mojokerto yang memiliki panjang kurang lebih 1.100 km, terselesaikan seluruhnya dengan baik.

Begitu juga dengan pemasangan LPJU untuk tahun 2016 yang sudah dilaksanakan di 8.292 titik yang tersebar di Kecamatan Pacet, Trawas, Ngoro, Trowulan, Sooko dan Kecamatan Puri. Ini akan melengkapi kenyamanan infrastruktur jalan yang Kabupaten Mojokerto yang mumpuni. Lampu PJU digunakan sebagai penerangan jalan poros kabupaten dan desa.

Meski saat ini masih dalam suasana awal tahun 2017, rencananya pemasangan LPJU akan terus dilakukan demi menunjang infrastruktur jalan. Pemasangan bakal dilakukan di Kecamatan Pungging, Mojosari, Bangsal, Kutorejo, Kemlagi, Dawarblandong, Gedeg dan Kecamatan Jetis dengan total anggaran kurang lebih Rp 32 miliar sebanyak 3.500 titik.  

Kegiatan pembangunan Rumah Majapahit yang didukung BK-Prop tahun 2016 lalu, dilaksanakan di Desa Trowulan sebanyak 62 unit dengan nilai fisik Rp. 4.935.145.000, Desa Watesumpak sebanyak 45 unit dengan nilai fisik Rp. 3.546.491.00 dan Desa Temon sebanyak 47 unit dengan nilai fisik Rp. 3.650.264.000.

Berduet dengan wakilnya, Pungkasiadi, bupati Mustofa Kamal Pasa, berkomitmen untuk terus memberi yang terbaik kepada Kabupaten Mojokerto. “Saya ingin masyarakat bisa terfasilitasi dengan nyaman, infrastrukur jalan di Kabupaten Mojokerto harus yang terbaik   dan tahan lama. Jalan-jalan kita beton, hasilnya bisa dilihat dan dirasakan. Selain tidak gampang rusak, ruas jalan pun nyaman untuk dilalui,” terangnya ditemui dalam sebuah kesempatan.

Dirinya juga menambahkan, pelaksanaan poyek pembangunan infrastrukur diharapkan dapat menjadi akses pengembangan sosial budaya dan ekonomi masyarakat. Secara sosial, komunikasi antar warga yang sebelumnya terhambat oleh kondisi jalan yang rusak, akan dapat mempererat hubungan antar pribadi ketika mereka dimudahkan oleh sarana jalan.

Pada bidang ekonomi, pelebaran jalan memberikan manfaat yang beragam. Berhubungan dengan pengembangan wisata diatas, juga memberikan pengaruh positif pada geliat ekonomi masyarakat di sekitar obyek wisata, disamping menambah PAD pemerintah. Kelancaran transportasi darat akan memudahkan masyarakat untuk memasarkan produk unggulan daerahnya, dan bagi para pekerja dapat memberikan rasa nyaman dan aman menuju tempat kerjanya.

Dengan kondisi jalan yang kokoh dan lebar, bakal menunjang pengembangan kawasan industri. Para investor pun juga tertarik untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Mojokerto. “Jika jalannya lebar dan bagus, banyak investor yang minat untuk mendirikan usahanya di Kabupaten Mojokerto. Kita harap bisa mengangkat geliat perekonomian warga sekitar,” jelasnya.

Sumber http://mojokertokab.go.id/