Rabu, 02 November 2016

Pungli di Pemkab Masih Marak, Catut Nama Bupati MKP

http://radarmojokerto.jawapos.com/imgs/2016/10/2203_19020_pungli.jpg
Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha
MOJOKERTO – Isu pungutan liar (pungli) yang merebak di sejumlah birokrasi hingga kalangan kelas bawah, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Kemarin, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa (MKP) langsung turun dan menggelar rapat tertutup.

Sumber Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, dalam rapat tersebut, MKP meminta agar pemerintahannya mengedepankan pelayanan masyarakat dan membersihkan aksi pungli. ’’Ini menjadi atensi serius pemerintah. Jangan sampai ada pungli,’’ ungkap sumber di internal pemkab menirukan MKP dalam pertemuan yang dihadiri seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Mojokerto tersebut.

Saat itu, menurut sumber, MKP menegaskan, pungli harus dibersihkan di setiap lini. Bahkan, setingkat birokrasi pun harus disterilkan dari aksi tersebut.

Wanti-wanti MKP di depan kalangan pejabat itu diungkapkan setelah bupati dua periode ini mendapat keluhan dari keluarganya sendiri. Saat itu, salah satu keluarganya hendak mengurus KTP di tingkat kecamatan.

Yang cukup parah, kata dia, pungli yang dilakukan pejabat teras di Pemkab Mojokerto, justru mengatasnamakan dirinya. MKP kerap mendengar adanya pungli yang mencatut namanya.

Sementara itu, meski instruksi MKP itu disampaikan dengan nada dingin, namun hal itu membuat seluruh pejabat ketir-ketir. Bahkan, kabar menyebut, tak satu pun pejabat yang melakukan instruksi bahkan menyelanya. Deretan pejabat itu hanya duduk dan terdiam.Kegeraman MKP atas isu pungli di pemerintahannya, diamini Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi. Dikonfirmasi melalui ponselnya, Pung mengaku, pembersihan Pungli memang menjadi perhatian serius. ’’Ini instruksi pusat. Dan kami akan menjalankannya,’’ tegasnya.

Terkait dengan rencana pembentukan tim Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar), Pung mengaku, masih akan melakukan pembahasan di internal Pemkab Mojokerto. ’’Masih dalam pembahasan,’’ tutur dia.

Yang jelas, Pemkab Mojokerto memang terus berbenah. Termasuk berbagai pelayanan yang sampai saat ini terus ditingkatkan.

Terpisah, isu pungli yang dilakukan kalangan jukir di Kabupaten Mojokerto, disikapi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkomfo). Kadishub Rifai, menuturkan, instruksi MKP tersebut langsung ditindaklanjutinya terutama soal pungli parkir yang cukup meresahkan masyarakat luas.

Rifai menuturkan, saat ini tengah membentuk tim khusus. Mereka inilah yang akan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan penyisiran di sejumlah lokasi. ’’Kita sedang siapkan piranti. Rapatkan barisan dan akan sisir,’’ ujarnya kemarin.

Dengan rencana penyisiran itu, kata dia, masyarakat luas harus berani melakukan perlawanan. Jangan sampai memberikan sepeser pun kepada jukir. ’’Karena mereka sudah ada honor. Dan besarannya sama dengan kota (honor jukir di Kota Mojokerto sebesar Rp 350 ribu),’’ jelas mantan Camat Kutorejo tersebut.