Jumat, 14 Oktober 2016

Begini Bentuk Permen 'Narkoba' yang Meresahkan Madrasah di Mojokerto

http://cdn-2.tstatic.net/surabaya/foto/bank/images/berita-mojokerto_20161013_165456.jpg
Kepala MI Nurul Huda 2, Mishabul Umam saat menunjukkan permen jari dan lipstik yang disita karena diduga mengandung zat adiktif, Kamis (13/10/2016).
SURYA.co.id|MOJOKERTO - Adanya kabar permen yang diduga mengandung zat adiktif (narkoba) meresahkan  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda 2, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto.Kepala MI Nurul Huda 2, Mishabul Umam menjelaskan, sekira tiga hari lalu dia menerima laporan tentang keluhan permen itu di grup Whatsapp (WA).

"Kalau tak salah, tiga hari lalu ada informasi di grup WA dari wali murid kelas 1 dan 3. Ada siswa yang tidur terlalu lama, kami menduga bisa jadi itu karena permen jari atau kecapaian," terangnya kepada wartawan, Kamis (13/10/2016).

Dari keluhan wali murid itu lalu ditindaklanjuti sekolah. Dari penelusuran sekolah yang diisi 937 siswa mulai kelas 1-6 ini, dia menemukan permen yang dijual Rp 1000 per batang itu di kantin sekolah dan pedagang di luar sekolah.

Untuk langkah antisipasi, sekolah kemudian menyita satu dus dari pedagang di kantin sekolah dan juga satu dus dari pedagang di luar sekolah.

"Kami menyita itu demi keamanan anak-anak karena ada keluhan dari wali murid dari informasi WA. Tak hanya itu, kami juga memberikan penjelasan ke penjual kantin agar tak menjual permen yang diduga ada narkoba. Bahkan, kami  menginformasikan pada siswa agar tak membeli makanan atau minuman aneh-aneh," urainya.

Setelah menyita dua dus permen jari, sekolah juga tetap mengawasi dan memantau distribusi makanan dan minuman di kantin sekolah. Namun untuk pedagang yang di depan sekolah, dia mengaku tak mengawasi dan membina, tapi hanya bisa melakukan imbauan saja.

"Pedagang di kantin mengaku mendapatkan permen jari itu dari pasar. Selain permen jari, kami juga menemukan permen lipstik yang diduga ada zat adiktif," pungkasnya.

Sumber http://surabaya.tribunnews.com/