Minggu, 09 Oktober 2016

Alhamdulillah Bantuan PKH Cair, sekarang Naik 100 Persen

http://radarmojokerto.jawapos.com/imgs/2016/10/2123_18939_fan-antrean%20PKH%20Dawar%20(5).jpg
Cash, penerimaan PKH di wilayah Kecamatan Dawarblandong
MOJOKERTO – Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Mojokerto berpotensi mengalami kenaikan hingga 100 persen. Itu setelah Dinas Sosial (Dinsos) setempat menemukan 13.336 orang yang dinilai layak menerima bantuan rutin dari pemerintah tersebut.

Koordinator PKH Kabupaten Mojokerto Fajar Hariono, mengatakan, saat ini penerima PKH di wilayahnya mencapai 12.735 orang. Sementara, data penerima yang belum tercover mencapai 13.336 orang. ’’Bisa naik dua kali lipat,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Kamis (7/10) kemarin.

Tingginya data penerima baru itu, kata dia, karena pemerintah menaikkan status penerima dari yang semula ’’keluarga sangat miskin’’ menjadi ’’keluarga miskin’’. ’’Peningkatannya luar biasa,’’ papar Fajar.

Meski dinsos sudah mengantongi data penerima hingga mencapai 13.336 orang, namun pengajuan ke Kementerian Sosial (Kemensos) dipastikan bakal dikepras. Itu karena, saat ini, para pendamping PKH tengah melakukan verifikasi faktual ke calon penerima bantuan.

’’Saya yakin pasti berkurang. Dan, pasti ada yang tidak valid,’’ tegasnya. Tingginya angka penerima itu juga disebabkan oleh banyaknya penerima yang berstatus disabilitas dan lansia. Ia menyebut, para disabilitas dan lansia yang terdata mencapai 4.105 orang.

Untuk penerima dengan status lansia, Fajar menilai, mereka harus benar-benar layak dan sesuai dengan spesifikasi yang diturunkan Kemensos. Diantaranya, lansia itu benar-benar sudah tak mampu menjalankan aktivitasnya sendiri. Semua kebutuhannya selalu mengandalkan orang lain.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kabupaten Mojokerto Hariyono, menegaskan, pencairan PKH tahap III berakhir di enam kecamatan. Yakni Kecamatan Gedeg, Jetis, Kemlagi, Dawarblandong, Mojoanyar dan Bangsal. Di lokasi ini, dinsos menurunkan bantuan hingga Rp 1,4 miliar.

Dari enam wilayah tersebut, Dawarblandong dan Kemlagi menjadi titik paling banyak penerima bantuan. Di Kemlagi, penerima PKH yang dipusatkan di Desa Mojodadi tersebut, angka penerimanya mencapai 1.014 orang dengan dana senilai Rp 317 juta.

Sedangkan di Dawarblandong dengan penerima sebanyak 1.131 orang, dana yang dicairkan mencapai Rp 319 juta. Terkait dengan penerima yang bakal membeludak di tahap berikutnya nanti, Hariyono menyebut, belum ada kepastian.

Karena, pemkab hanya memiliki kewenangan pengajuan saja. Sedangkan, penentuan jumlah penerima ditetapkan Kemensos. ’’Sampai sekarang, belum ada tambahan kuota itu,’’ pungkasnya.
Perlu diketahui, pencairan tahap III ini, bantuan PKH yang menyasar ibu hamil mengalami kenaikan. Dari yang semula hanya mendapat bantuan Rp 1 juta, naik menjadi Rp 1,2 juta per tahun. Ibu hamil di tahun ini yang mendapat bantuaan 218 orang, balita sebanyak 4154 anak dengan besaran Rp 1,2 juta per tahun, anak pra sekolah sebanyak 62 anak per tahun senilai Rp 1,2 juta.

Dari kalangan SD sebanyak 8.551 orang dengan nominal bantuan Rp 450 ribu, bantuan pelajar SMP yang menyasar 5.384 siswa dengan bantuan Rp 750 ribu pertahun, dan bantuan pelajar SMA sebanyak 2.662 orang  dengan besaran bantuan Rp 1 juta per tahun.

Sumber http://radarmojokerto.jawapos.com/