Minggu, 24 Juli 2016

Tukang Sapu Bergelar Doktor

http://radarsurabaya.jawapos.com/imgs/2016/07/2479_19275_doktor%20tukang%20sepatu.jpg
Kabag Hukum Kab.Sidoarjo, Heri Soesanto
Keinginan untuk mengubah nasib menjadi lebih baik sangat kuat menancap di pikiran Heri Soesanto sejak ABG. 

Di usia 12 tahun, dia merantau ke Sidoarjo dengan hanya berbekal ijazah SMP-nya. Pernah menjadi tukang sapu, kini menjadi PNS dengan menduduki Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

PADAHAL, sejak kecil Heri mengaku tidak pernah memiliki cita-cita. Dia hanya memiliki satu keinginan; mengubah nasib.

Sehingga beberapa hari setelah mendapatkan ijazah SMP, Heri merantau dari kampung halamannya di Ponorogo ke Sidoarjo untuk tinggal bersama kakak tertuanya.

Di Kota Delta ini, anak ke 9 dari 10 bersaudara ini melanjutkan sekolah di SMA swasta. Begitu lulus, Heri mencari pekerjaan apa saja yang bisa menghasilkan uang.

Pernah dia bekerja sebagai sales obat. Karena sering menawarkan obat di RSUD Sidoarjo, pada 1988 dirinya melihat ada lowongan pekerjaan untuk menjadi cleaning service.

“Saya mendaftar dan diterima, cuma tidak ditempatkan di RSUD,” ceritanya.Berikutnya tahun 1988, dirinya ditempatkan sebagai tukang sapu dan penjaga di kawasan GOR. Pada pagi hari dia membersihkan rumput dan jalanan di sekitar GOR, malamnya menjaga lapangan tenis.

Dari sinilah ia mendapat pengalaman menyeramkan tapi mengubah garis hidupnya. Saat berjaga malam, ayah tiga anak ini sering mendengar mesin ketik di ruangan TU sering berbunyi sendiri. Ia ketakutan.

Tapi dari ketakutan itulah dia mengusir rasa takutnya dengan justru belajar mengetik. “Daripada saya takut lihat mesin ketik itu berjalan sendiri, mending saya pakai untuk belajar mengetik,” kata dosen pascasarjana hukum Ubhara ini.

Tahun 1991, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset (DPPKA) Sidoarjo saat itu datang ke GOR.Dia bertanya mengenai keterampilan Heri mengetik. Esoknya, Heri diminta datang ke kantor DPPKA untuk dites dan dia diterima.

Singkatnya, Heri menjadi staf di bagian penetapan pajak DPPKA. Sejak bekerja di kantor itu, semangat Heri meneruskan sekolah pun muncul.Di tahun yang sama, dia kuliah di jurusan hukum di Universitas Jenggala Sidoarjo dan diwisuda tahun 1995.

Selanjutnya, pernah dimutasi di bagian staf analisa jabatan evaluasi dan fungsi di Bagian Organisasi Pemkab Sidoarjo, lantas tahun 1998 dirinya dipindah di bagian hukum dan sempat pula sebagai kepala bagian hukum dan humas di KPU Sidoarjo.

“Kemudian pada 2006 saya kembali lagi ke Bagian Hukum untuk menjadi kepala sub bagian kajian dan dokumentasi hukum,” ucap pria 48 tahun ini.Karena nyemplung ke bagian hukum lagi, Heri memutuskan melanjutkan studi S2 jurusan hukum di Ubhara. Kariernya terus menanjak pada 2012 saat dia menjadi Kepala Bagian Hukum hingga saat ini.

Pada tahun yang sama, dia melanjutkan studi S3 jurusan hukum di Universitas Brawijaya dan baru saja lulus pada 2015 lalu dengan predikat cumlaude.

Menjadi salah satu pejabat di Sidoarjo, dosen, sekaligus doktor memang membuat Heri merasa bangga. Dirinya pun tidak menyangka bisa menjadi lebih dari yang pernah dia cita-citakan. 
“Padahal dulu cuma ingin kerja agar bisa hidup layak, alhamdulillah sekarang bisa sukses,” ujar pria yang tinggal di Perum Auri ini.

Sumber http://radarsurabaya.jawapos.com/