Senin, 13 Juni 2016

Pesantren Modern Al Amanah, Junwangi, Krian (2)

Spirit Membangun Bumdes
Pesantren Modern Al Amanah, Junwangi, Krian (2)
ENTREPRENEURSHIP: Santriwati ikut mengelola koperasi di Asrama Putri Ponpes Al Amanah.
SANTRI juga mendapat ilmu tentang bisnis. Selama 24 jam mereka nyaris bersentuhan erat dengan masalah bisnis. Maklum, mereka mengelola semua usaha di pesantren. Mulai jadi kasir, kulakan di pasar, hingga pembukuan. Dari bisnislaundry, resto, koperasi, kantin, hingga percetakan.

Laba finansial mungkin tidak banyak. Namun, dari sisi keilmuan, para santri mendapat banyak ilmu.Mulai perhitungan laba, pendataan barang, cara negosiasi, skill menawarkan barang, hingga pembukuan yang rinci dan teratur.

Bahkan, mereka menjadi lebih update dengan perkembangan harga barang saat ini. Dengan sistem tersebut, pesantren tidak harus mengeluarkan banyak biaya.

Misalnya, untuk menggaji karyawan. Tidak perlu menggaet orang luar untuk menjalankan bisnis itu. Semua dari santri, oleh santri, dan untuk santri.

”Dengan begini, mereka belajar ber-entrepreneur mandiri sejak dini,” ujar Nurcholis Misbah, pendiri Ponpes Al Amanah.

”Saking rincinya, sehari sekali mereka melakukan pembukuan. Hasilnya diserahkan kepada pembimbing usaha sebelum pukul 09.00,” tambah Ketua Pengasuhan Santri Kundaru Adi Sabara.

Data itu menyeluruh. Mulai data barang yang terjual hingga keuntungan yang didapat. Yang menarik, saat menjajakan produk, santri dituntut menggunakan bahasa wajib. Yakni, bahasa Arab dan bahasa Inggris. Namun, saat Minggu mereka menggunakan bahasa Jawa kromo alias Jawa halus.

”Kami bisa banyak belajar dari tertib data maupun kejujuran. Sekaligus memahami prosedur bisnis yang baik,” ujar Nurnasa Alfu, seorang santri yang menjadi kasir Koperasi La Tahzan 1 di lingkungan asrama putri.

Bersama rekan yang lain, santriwati kelas IX IPS 1 tersebut bertugas saat istirahat sekolah. Setelah sekolah, dia menjalani tugasnya itu hingga menjelang magrib.

Pembeli yang kerap membeludak malah semakin menambah semangatnya. Antrean yang mengekor hingga di luar lingkungan koperasi menjadi tanda bahwa pelayanan santri itu bisa diterima baik oleh santri yang lain.

Usaha seperti Laundry La Tahzan, Resto La Tahzan, Kantin Ahlan wa Sahlan, dan Alber Advertising juga menggeliat. Semua usaha itu tidak pernah sepi karena sudah punya pelanggan masing-masing. Santri yang mengelola usaha tersebut memiliki kebanggaan tersendiri. Namun, kejujuran tetap menjadi kunci.

Selain itu, inovasi dan kreativitas dibutuhkan agar usaha tersebut terus berkembang.

Sumber http://www.jawapos.com/