Senin, 13 Juni 2016

Pesantren Modern Al Amanah, Junwangi, Krian (1)

Spirit Membangun Desa
http://www.jawapos.com/imgs/2016/06/33909_52255_Sda%201%20pesantren.jpg
DI LUAR RUANG: Sejumlah santri Ponpes Al Amanah Desa Junwangi, Kecamatan Krian, sedang belajar di sebuah gazebo yang berada di sekitar lingkungan pesantren.

Ada nuansa berbeda saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amanah di Desa Junwangi, Krian, Sidoarjo. Ada harmoni antara ilmu, alam, dan spirit gotong royong.

Ponpes Al Amanah seluas 5.000 meter persegi itu dikelilingi banyak persawahan. Terasa begitu sejuk dan asri saat memasuki kawasan ponpes.Pepohonan rindang turut mengihiasinya. Mulai pohon berkayu hingga berbagai tanaman toga.

’’Tempat mana pun bisa digunakan untuk belajar. Sebab, ilmu bisa datang dari mana pun,’’ ujar KH Nurcholis Misbah, pendiri Ponpes Al Amanah.

Hampir setiap sudut pesantren dibuat senyaman-nyamannya. Semua penghuni berupaya untuk menjaga keasrian ponpes. Maklum, selain belajar di dalam kelas, santri kerap menghabiskan waktu di luar kelas.

Mulai di gazebo khas pedesaan di sejumlah titik, ruang kelas di bawah pohon bambu, laboratorium alam, hingga lahan pertanian.Di tempat-tempat seperti itulah para santri mendapatkan ilmu tambahan. Contohnya, pendidikan berkarakter cinta lingkungan di laboratorium alam.

Mereka dengan leluasa belajar cara menanam berbagai tanaman. Mulai palawija, toga, sayur, sampai buah-buahan.Tidak tanggung-tanggung, mereka belajar dari menyemai biji, merawat tanaman dengan menyiraminya, menyiangi, hingga memanen.

’’Ada kepuasan tersendiri saat mereka makan hasil panen itu bersama-sama,’’ lanjut Nurcholis.Agar semakin banyak ilmu yang didapatkan, mereka memajang nama ilmiah pada batang tanaman tersebut.

Papan nama itu tidak dipaku, tetapi hanya diikatkan di batang tanaman dengan tali. Selain itu, para santri pun tertarik untuk ikut menanam hingga memanen padi di sawah.

Alat-alatnya disediakan dari pondok. Saat musim tanam tiba sekitar April, mereka bergotong royong manebar benih padi. Setelah benih tumbuh, mereka lalu menanamnya.

Benih ditebar secara merata ke seluruh sawah. Nah, sambil menunggu panen, rerumputan yang tumbuh di sekitar padi mereka cabuti.

’’Saat panen, padi pun mereka potongi sendiri menggunakan sabit,’’ ungkap Kundaru Adi Sabara, ketua kepengasuhan santri. Dari situlah tumbuh jiwa kebersamaan.

Ada semangat gotong royong, kemandirian, dan tekad untuk bekerja keras. Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat menjadi bekal hidup mereka setelah tidak lagi nyantri. Selain tanam-menanam, ada pembelajaran yang berkaitan dengan peternakan.

Pengetahuan-pengetahuan tambahan tersebut juga menjadi salah satu hal yang membuat lingkungan pesantren makin terasa alami.Saat memasuki kawasan asrama putri, misalnya. Kolam-kolam lele tampak berjajar di taman depan asrama. Pemandangan tersebut bersanding alami dengan pohon mangga dan aneka tanaman hias.

’’Jadi, tenteram rasanya di dekat sini mendengar suara-suara air dari kolam itu,’’ ujar Kundaru.Tak jauh dari kolam lele akan terdengar suara kepakan sayap dan bunyi khas burung merpati. Suaranya bersahut-sahutan karena jumlahnya ratusan.

Burung-burung itu bertengger hanya sekitar 15 meter dari kolam. Ada yang hinggap di pohon mangga, berjalan-jalan di kandangnya, dan sibuk mematuki makanan di paving street halaman asrama.

’’Kalau sore dan pagi, halaman ini kayak di Paris gitu. Banyak merpati mematuki makanan di sini nunggu dilempari jagung,’’ ujar pengasuh asal Lumajang tersebut.

Merpati-merpati itu sudah sangat akrab dengan para penghuni pondok. Malah, kadang mereka langsung menghampiri saat melihat orang yang membawa jagung.’’Padahal, kadang merpati itu disembelih. Jumlahnya hingga ratusan ekor. Tapi, nggak habis-habis,’’ jelas Kundaru. Burung tersebut pun dimasak sendiri dan dimakan bersama.

Nuansa begitu guyub. Harmoni dengan alam tersebutlah yang tetap dijaga. Tidak hanya pengurus, melainkan semua elemen di pesantren Al Amanah.

Mereka yakin, karakter cinta lingkungan yang ditanamkan akan selalu melekat di benak mereka. Juga, kelak mereka akan menuai buahnya.

Sumber http://www.jawapos.com/