Kamis, 30 Juni 2016

Gubernur Soekarwo nyatakan Jatim aman dari vaksin palsu

http://img.antaranews.com/new/2016/02/ori/20160204200.jpg
Gubernur Jawa Timur Soekarwo

Surabaya (ANTARA News) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan di wilayahnya tidak terdapat vaksin palsu di semua rumah sakit maupun Puskesmas sehingga masyarakat tak perlu khawatir.

"Saya sudah mendapat laporan dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, bahwa di Jatim tidak terdapat peredaran vaksin palsu," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Selasa.

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, juga mengaku tak akan berhenti meminta kepada Dinas Kesehatan Jatim maupun kabupaten/kota untuk mengawasi dan mengantisipasi beredarnya vaksin palsu yang meresahkan masyarakat.

"Pokoknya terus lakukan pemeriksaan dan pengecekan. Laporan yang saya terima, rumah sakit juga telah dicek semua oleh Dinas Kesehatan yang hasilnya aman," ucapnya.

Disinggung perlu atau tidaknya pembentukan tim khusus untuk mengasawasinya, orang nomor satu di Pemrov Jatim tersebut menilai tidak perlu karena sudah ada BPOM dan Dinkes yang melakukannya.

"Saya rasa belum perlu ada tim khusus karena pengawasan sudah dilaksanakan BPOM. Yang pasti saat ini Jatim aman dan bebas vaksin palsu," kata Gubernur Jatim dua periode tersebut.

Sementara itu, sebelumnya Dinas Kesehatan Jatim mengerahkan tenaga kesehatan untuk memantau dan memeriksa peredaran vaksin di beberapa rumah sakit dan Puskesmas milik pemerintah maupun swasta di Jatim.

Tim Dinkes Jatim juga telah memberi sosialisasi kepada RS dan Puskesmas, terutama berbadan hukum swasta untuk mewaspadai peredaran vaksin palsu, karena dikhawatirkan lebih mudah masuk ke RS atau Puskesmas swasta.

Sedangkan, Kepala BPOM Jawa Timur I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengaku ikut menelusuri keberadaan vaksin palsu, mulai dari sarana produksi, distribusi, dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI bahkan menerbitkan Surat Edaran pada Jumat (24/6), yang menyebutkan bahwa vaksin yang dipalsukan yaitu vaksin BCG, Campak, Polio, Hepatitis B, dan Tetanus Toksoid.