Jumat, 25 Maret 2016

Kinerja Pendamping Desa, Kades: Mereka malah "tolah-toleh" bingung

http://cdn.metrotvnews.com/dynamic/content/2016/03/25/503898/DV1t2LiRbO.jpg?w=635
Ribuan peserta calon tenaga pendamping desa mengikuti tes perekrutan

Metrotvnews.com, Surabaya: Kerja pendamping desa yang direkrut Pemerintah Provinsi Jawa Timur dianggap tak memuaskan. Sebagian besar pendamping desa ternyata tak membantu kepala desa terkait administrasi Dana Desa 2015.

Idam Kholiq, Kepala Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, mengatakan pendamping desa merupakan orang baru. Ternyata, orang yang mendampinginya mengurusi Dana Desa tak berpengalaman dan tidak paham soal administrasi.

Idam mengaku mendapat bantuan dua pendamping desa. Tapi Idam menilai mereka tak cakap. Mereka tak lihai memberikan pendampingan. Mereka juga bingung soal prosedur pencairan Dana Desa.

"Mereka (pendamping desa, red) malah tolah-toleh kaya orang bingung. Wajar, karena mereka orang baru dan mungkin belum paham soal administrasi," kata dia.

Salam, Kepala Desa Patar, Kecamatan Sangkapura, mengungkapkan hal serupa. Peran pendamping desa belum maksimal.

Salam dan Khaliq berharap pemerintah memilih pendamping desa dari orang yang paham administrasi. Ia mengaku setuju jika pemerintah melakukan seleksi ulang pendamping desa. 
"Harapan kami pendamping desa itu orang yang punya pengalaman, paling tidak paham soal administrasi. Semoga saja pemerintah menyeleksi ulang pendamping desa," kata Salam.

Kementerian Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi melakukan perekrutan tenaga pendamping desa pada 2015. Mereka disiapkan untuk mendampingi kepala desa mengurusi Dana Desa, mulai dari persiapan perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan Dana Desa. 

Beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu lulusan Strata 1 dengan IPK minimal 2,5; berusia maksimal 27 tahun; belum menikah, dan tak terikat kontrak kerja. 

Sedianya mereka bekerja mulai 2015. Namun pada kenyataannya, pemerintah menerjunkan mereka baru pada Februari 2016.