Jumat, 25 Maret 2016

Khofifah, Dulu Jual Es Lilin Sekarang Jadi Menteri

http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2016/03/25/56f4df8ccc108-mensos-khofifah-indar-parawansa_663_382.jpg
Mensos Khofifah Indar Parawansa
VIVA.co.id - Banyak orang tahu Khofifah Indar Parawansa adalah seorang menteri. Tapi sedikit yang tahu seperti apa proses panjang yang ia jalani untuk mencapai predikat orang penting di pemerintahan. Dia pernah menjual es lilin untuk sampai ke posisi itu.
Khofifah menceritakan kisah hidupnya itu di hadapan ratusan anak yatim pada rangkaian Hari Ulang Tahun Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 25 Maret 2016. "Saya kecil dulu biasa jual es keliling," kata dia mulai bercerita.
Waktu itu, lanjut Khofifah, ia masih kelas 2 Sekolah Dasar di kampung kelahirannya di Wonocolo, Surabaya. Es lilin dijualnya kepada teman-temannya di sekolah, juga di kampung saat bermain.
"Ketika uang jualan terkumpul, saya belikan buku. Buku apa saja, bukan cuma buku sekolah," kata alumnus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu.
Selain jualan, Khofifah juga mengaku memungut padi sisa panen yang tercecer di sawah milik neneknya.
"Baru pada tahun 1991, saya disodori tiga formulir pendaftaran jadi anggota DPR. Tahun 1992 saya jadi ketua fraksi, pernah ketua komisi, dan juga pernah jadi wakil ketua DPR RI," ucap Menteri Sosial itu.
Kepada para anak yatim, Khofifah mengatakan bahwa cerita hidup ia sampaikan agar dipahami bahwa mencapai kesuksesan ada proses panjang yang harus dijalani.
"Kalian tahunya kan saya jadi menteri dua kali, masa Gus Dur dan sekarang. Tidak tahu saya bisa begini dulunya jual es lilin," ujarnya.
Khofifah mengatakan bahwa inti meraih kesuksesan ialah kerja keras dan tidak malu. Sekarang, lanjut dia, banyak orang ingin cepat sukses tapi enggan kerja keras dan menjalani proses.
"Sekarang jualan gorengan sambil sekolah diejek, terus berhenti karena malu," tutur Ketua Umum Muslimat NU itu.
Khofifah lantas melempar tanya kepada anak yatim yang hadir. "Anak-anak kalau jualan terus diejek malu, enggak?" Yatim yang hadir serempak mengatakan, tidak. "Nah, begitu. Jangan malu berusaha asalkan halal," kata Khofifah.
Untuk diketahui, doa bersama anak yatim tersebut merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun Muslimat NU ke-70 yang puncaknya pada Sabtu, 26 Maret 2016. Dijadwalkan, Presiden Joko Widodo hadir membuka acara organisasi perempuan NU itu.