Minggu, 27 Desember 2015

Menteri Marwan: Penggunaan Dana Desa Dimonitor Lebih Ketat

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/531442220005.jpg
ilustrasi
Solo - Menteri Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menegaskan, penggunaan dana desa harus dimonitor lebih ketat agar tidak ada penyalahgunaan.

"Ini memang harus kita monitor secara lebih ketat lagi cara penggunaan dana desa itu meskipun kami sudah membentuk Permen (Peraturan Menteri) ataupun SKB (Surat Keputusan Bersama) tiga menteri yang arahnya supaya penggunaan dana desa itu betul digunakan sebagimana mestinya," ujar Marwan seusai silaturahmi dengan para kepala desa dan perangkat desa se-Indonesia, di Solo, Sabtu (26/12).

Adapun cara memperketat pengawasan penggunaan dana desa tersebut, lanjut dia, dengan membangun infrastruktur dan padat karya seperti yang diinginkam presiden.

"Memang ke depan ini harus kita perketat dalam arti penggunaan termasuk perencanaan mereka harus kita awasi secara serius supaya tidak ada penyelewengan," ujar Marwan.

Selain itu, lanjut dia, untuk memfasilitasi transparansi penggunaan dana desa, diharapkan agar rincian penyalurannya dapat dipublikasi di papan pengumuman di setiap desa.

"Anjurannya memang ini untuk transparansi. Sudah kami anjurkan juga untuk transparansi," tambah Marwan.

Untuk ke depannya, kata Menteri Marwan, publikasi penggunaan dana desa secara otomatis harus dipasang di papan pengumuman di setiap desa.

Kepala desa, kata Marwan, tidak perlu takut akan kriminalisasi atas penggunaan dana desa yang tidak sesuai secara tidak sengaja.

"Saya berkali-kali sudah sampaikan, saya sudah berkoordinasi dengan KPK, Kejagung dan bahkan Kapolri sudah membikin terusan ke seluruh Kapolres se-Indonesia supaya tidak ada kriminalisasi mengenai itu dan kita sudah umumkan dimana-mana," tambahnya.