Kamis, 21 Mei 2015

Bertemu Petani Tebu di Mojokerto, Jokowi Bahas Swasembada Gula 2018?

http://www.suaranews.com  Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke PG Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto bertemu dengan para petani tebu. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan Indonesia bisa swasembada gula pada tahun 2018.

"Tantangan di negara kita, di semua sektor ada. Misalnya, di minyak dan gas ada mafia migas, di perikanan kita kehilangan Rp 300 triliun per tahun. Begitu juga di beras, ada yang menekan supaya impor beras, ini kepentinganya importir. Contoh impor gula 3 juta ton, harga Rp 4 ribu per kilo, untung Rp 7 ribu per kilo kali 3 juta, jadi untungnya Rp 21 triliun," ungkapnya, Kamis (21/05/2015).

Masih kata Jokowi, Indonesia swasembada gula baru bisa diselesaikan 2018 yang bisa menguntungkan petani jika konsep dilaksanakan dengan benar.

Menurutnya, pemerintah akan memberi tambahan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 975 milar, untuk pabrikan gula lainnya sebesar Rp 3,5 triliun.

"Tapi tugasnya, harus bisa menyelesaikan masalah yang ada dan ini perlu waktu. Saat ini, persaingan kita bukan lagi antar-PTP, tapi antarnegara. Siapa yang efisien, baik, dia yang menang. Saya akan memantau perkembangan gula ini, meski saya tidak bisa selalu bertemu, tapi saya punya orang untuk memantau," ujarnya.

Usai menggelar dialog dengan para petani tebu, Jokowi menyalahkan sirene tanda dimulainya musim giling 2015 di PG Gempolkrep. Kemudian Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan ke pabrik bioetanol di samping PG Gempolkrep dan kembali ke Surabaya melalui jalur darat.


Jokowi dukung hilirisasi produk tebu non-gula
Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto, milik PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X), Kamis (21/5)/15)
KANALSATU - Presiden Joko Widodo meminta pabrik gula BUMN untuk mengintensifkan hilirirasi produk tebu nongula. Dengan mewujudkan industri tebu yang terintegrasi, pabrik gula tidak hanya memproduksi gula, tapi juga bioetanol dan listrik dari olahan limbah tebu.

Jokowi mengatakan, pemerintah berkomitmen mendukung pengembangan industri gula terintegrasi. Tahun ini, melalui Kementerian BUMN, pemerintah mengucurkan dana penyertaan modal negara (PMN) Rp3,5 triliun khusus untuk pabrik gula milik BUMN.

"Kita ingin swasembada gula 2018. Tadi dilapori, di Brazil, pabrik gula juga memproduksi bioetanol, listrik, CO2, dan lain-lain. Pemerintah mendukung, PMN untuk industri gula Rp3,5 triliun," kata Presiden Jokowi dalam kunjungan ke Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto, milik PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X), Kamis (21/5/15).

Jokowi menjelaskan berbagai perbaikan menuju industri gula terintegrasi juga akan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan tambahan produk nongula, bagi hasil ke petani tebu juga bisa meningkat. "Nanti akan ada tambahan pendapatan bagi petani dari itu," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga meminta Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel yang mendampingi untuk mengumumkan harga patokan petani (HPP) gula. Mendag mengumumkan bahwa HPP gula 2015 ditetapkan sebesar Rp8.900 per kilogram, meningkat dibanding HPP 2014 sebesar Rp8.400.

"Saya minta HPP itu ada yang bertanggung jawab, Menteri BUMN mengawal dan bertanggung jawab untuk membelinya," kata Jokowi yang langsung disambut tepuk-tangan para petani.