Kamis, 16 April 2015

ADD Belum Cair, Perangkat Desa Dililit Utang

Hasil gambar untuk perangkat desa
Ujian Perangkat Desa
BANJAR, (PRLM).- Perangkat desa pesimis Alokasi Dana Desa (ADD) bakal cair pada Bulan April 2015. Agar roda pemerintahan desa tetap berjalan, beberapa perangkat desa terpaksa meminjam uang kepada pihak ketiga atau menggadaikan barang miliknya.

Mundurnya pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) diperkirakan terkait dengan belum tuntasnya persayaratan administrasi untuk mencairkan dana. Beberapa persoalan yang menjadi penghambat , di antaranya karena desa kesulitan membuat Rencana Jangka Menengah Pembanguan Desa (RPJMDes) serta Rencana Kerja Pemerintah Desa ( RKP Desa).

"Kami sangat berharap ADD segera cair, soalanya semakin lama, hutang bakal semakin menumpuk. Hari ini saja (Rabu (15/2/2015) saya mengajukan pinjaman Rp 2 juta lagi ke pihak ketiga. Untuk memerbaiki LCD yang juga digunakan untuk pelayanan masyarakat, terpaksa nganjuk ," tutur Kepala Seksi Pemerintahan Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kandar Ubay.

Dia juga terpaksa menggadaikan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sepeda motor. Uang hasil menggadaikan itu dimanfaatkan untuk menutup biaya operasional desa. Selain untuk membeli beberapa alat tulis kantor, juga membiayai kegiatan lainnya.

"Sebentar lagi Linmas (Perlindungan Masyarakat) ulang tahun, mau tidak mau, juga harus ada biaya. Termasuk kepentingan mendadak lainnya. Tidak hanya perangkat desa, ketua RT, RW, sampai sekarang juga belum mendapat insentif," ungkap Kandar Abay.