Jumat, 20 Maret 2015

Prioritaskan Peningkatan Pertanian di Utara Sungai Brantas

http://mojokertokab.go.id/files/berita/03926366c7.jpg
Bupati MKP pada acara RAT KUD Tani Jaya Kemlagi
Daerah utara sungai seperti Dawarblandong, Jetis, Kemlagi dan Gedeg sering diasumsikan daerah yang gersang dan tidak berpotensi. Namun siapa tahu ternyata daerah tandus ini ternyata mempunyai potensi yang sangat besar namun karena kurangnya perhatian pemerintah sehingga jadi dipandang sebelah mata.  Hal ini disampaikan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa pada saat rapat anggota tahunan KUD Tani Jaya di Kecamatan Kemlagi 19  maret 2015. Di bidang pengairan misalnya banyak waduk dan embung yang tidak tersentuh pemeliharaan. 

Akibatnya waduk dan embung sering mengalami kekeringan pada saat musim kemarau tiba dan pada saat musim penghujan malah mengakibatkan banjir bagi masyarakat sekitar. Akibatnya banyak petani yang mengalami gagal panen atau panennya tidak seperti yang diharapkan. Padahal bila ini dimaintenance dengan tepat maka waduk dan embung akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Untuk itu pada kesempatan ini Bupati menegaskan akan berkoordinasi dengan dinas Pengairan untuk melakukan pengerukan waduk dan embung  dengan menggunakan alat berat.

Tak hanya di bidang pengairan, Mustofa juga berusaha untuk meningkatkan hasil panen padi dengan menjalin kerjasama dengan petani-petani taiwan. Dengan kerjasama tersebut diharapkan hasil panen padi akan meningkat sebesar 100% dimana biasanya 1 ha sawah bisa menghasilkan 10 ton padi maka dengan penggunaan bibit, pupuk dan alat pertanian dari taiwan diharapkan bisa meningkat menjadi 20-25 ton/ha.

Para anggota KUD juga mengusulkan kepada bupati selain memprioritaskan pertanian masyarakat ,bupati diminta untuk memprioritaskan perbaikan jalan di kecamatan Kemlagi. Seperti jalan poros desa Mojowiryo – Mojogebang – Mojowono – Kemlagi yang rusak parah.  Ada juga jalan di Japanan lor – Mojokusumo yang rusak sepanjang 2 km. 

Sejak tahun lalu Bupati Mustofa memang sudah memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto diantaranya infrastruktur jalan sepanjang 1100 km, pemasangan LPJU sampai peningkatan 27 puskesmas menjadi puskesmas  rawat inap. Tak hanya jalan poros, jalan usaha tani di persawahan juga tak ketinggalan ditingkatkan dengan  metode pengecoran untuk meminimalisir maintenance. “Jalan diutara sungai akan dibuat seperti jalan-jalan dikota besar dengan penerangan penuh di sepanjang jalan” urai Mustofa di depan anggota KUD Tani Jaya. (Bagian PDE + Bagian Humas Protokol)