Kamis, 19 Februari 2015

Menteri Marwan Targetkan Produk Desa Bersaing Global

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar
Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) akan mendorong percepatan produk unggulan masyarakat perdesaan bersaing di pasar global.

Selain pengemasan produk, manajemen pemasaran, juga perlunya penerapan market berbasis teknologi untuk memperkenalkan produk masyarakat perdesaan.

“Aumpalagi tahun 2015 nanti, Indonesia memasuki pasar bebas Asia Tenggara seiring ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pasar bebas ini, pasti akan penuh persaingan. Ini akan menjadi perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan daya saing masyarakat desa,” ujar Menteri Desa, Marwan Jafar, Selasa (17/2).

Hampir setiap produk unggulan masyarakat desa, kata Menteri Marwan, sebenarnya sudah banyak diminati oleh konsumen dari luar negeri. Seperti kerajinan bambu, batu manik-manik, aksesoris fashion, dan lainnya sebagainya.

“Konsumen asing lebih banyak membelinya saat berada di Indonesia. Padahal pangsa luar negeri, produk kreatif desa banyak diminati,” ujarnya.

Fenomena yang paling menarik saat ini agar masyarakat bisa memasarkan produk unggulan, kata Menteri Marwan, adalah memanfaatkan sosial media. Media sosial ini, katanya, marak dengan tampilan penawaran produk.

“Sosmed bukan lagi jadi ajang pertemanan, sekarang sudah menjadi ajang transaksi. Tinggal pengemasan gambar saja, diminati,” ujarnya.

Untuk menembus pangsa luar negeri itu, kata Menteri Marwan, penerapan berbasis teknologi perlu diberdayakan oleh masyarakat desa. Masyarakat harus pelan-pelan melek teknologi, agar produk unggulannya bisa langsung merambah konsumen global.

“Makanya, peran Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) perlu secepatnya direalisasikan. Karena akan membuka peluang investasi pengembangan usaha,” ujarnya.

"Karena melalui Bumdes ini dana desa dapat dikelola secara produktif untuk menggerakkan ekonomi desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya," kata mantan anggota DPR RI ini.