Sabtu, 07 Februari 2015

Menpora: Dana untuk Lapangan Desa Cair April 2015

 Menpora: Dana untuk Lapangan Desa Cair April
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi
REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mempunyai program untuk menumbuhkan jiwa sepak bola masyarakat. Salah satu caranya, dengan mengadakan lapangan sepak bola di setiap desa.

Menurut Imam, Kemenpora akan mendorong setiap desa untuk membuka lahan olahraga berupa lapangan sepak bola sehingga bisa dijadikan tempat berbagai kegiatan olahraga. Sementara pihak Kemenpora akan menyumbangkan dana untuk menunjang sarana prasarana sebesara 100 juta per desa.

"Kita akan eksekusi secepatnya. Mudah-mudahan April ini dana tersebut sudah bisa tersebar ke semua desa," ujar Nahrawi, saat berkunjung di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (7/2).

Nahrawi mengakui, saat ini tidak semua desa mempunyai tempat kosong untuk pengadaan lapangan. Namun, dia akan ikut membantu dan mengintruksikan Kementrian Agraria agar desa bisa mengadakan lahan kembali. Baik dengan cara pembebasan lahan maupun perbaikan lahan yang sudah ada.

Kemenpora Siapkan Rp25 Miliar untuk Program Lapangan

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga telah mengalokasikan dana sebesar Rp25 miliar untuk program pembangunan lapangan olahraga di desa-desa. Dana tersebut dicomot dari anggaran Kemenpora tahun 2015 yang jumlahnya justru menurun.

Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi menuturkan ia membuat program tersebut agar olahraga lebih memasyarakat.Yang tidak kalah penting ialah adanya fasilitas olahraga di desa-desa diharapkan bisa memunculkan bibit-bibit atlet baru. ''Saya akan meluncurkan program satu desa, satu lapangan sepak bola, satu lapangan voli, satu lapangan bulu tangkis, atau lapangan lainnya. Ini komitmen olahraga, jangan sampai fasilitas olahraga berubah jadi mal,'' katanya Minggu (30/11).

Lebih rinci lagi, Deputi V Kemenpora Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto menjelaskan dana program tersebut sudah tersedia di anggaran 2015 yang berjumlah Rp1,7 triliun.''Dananya diambil dari pospos yang tidak masuk daftar prioritas karena ini sudah amanah untuk membangun fasilitas di desa-desa.''

Desa-desa di daerah terpencil, termasuk perbatasan, menjadi prioritas pembangunan lapangan itu. Pasalnya, kata Gatot, pihaknya ingin warga desa-desa terpencil bisa ikut merasakan kesetaraan lewat fasilitas olahraga.

Untuk menjalankan program tersebut, Gatot menerangkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, dan pemerintah daerah terkait.

''Dari diskusi dengan mereka, kami nanti tahu sarana dan prasarana apa yang harus dibangun. Tiap desa bisa beerbeda. Bisa lapangan apa saja, itu tergantung kebutuhan,'' pungkasnya.

Sebelumnya, Menpora telah merancang program kesejahteraan atlet. Bukan hanya menganggarkan bonus atlet, melainkan juga jaminan masa depan sang atlet. Terutama atlet-atlet yang pernah mengharumkan nama negara di kancah dunia.

Untuk program itu, Kemenpora telah mulai mendata atlet-atlet yang ada di seluruh Indonesia. ''Di masa yang akan datang, kita tidak akan mendengar lagi ada atlet yang berprestasi, tapi di masa tuanya hidup susah,'' ujar Imam.