Kamis, 01 Januari 2015

Tahun 2015 awal kebangkitan desa

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1416233350.jpg
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar
Jakarta - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar mengingatkan, tahun 2015 merupakan awal bangkitnya desa yang mandiri, membangun, dan bermartabat.

Karena akan dimulainya penerapan Undang Undang Desa, termasuk dana untuk pengembangan perdesaan.

“Tahun 2015, segalanya akan mulai berjalan. Diharapkan, tidak ada lagi masalah atau hambatan apapun. Juga yang menyangkut regulasi, struktural kementerian, anggaran hingga nomenklatur kementerian yang baru. Kementerian Desa harus bergerak lebih cepat. Karena masyarakat desa, kawasan tertinggal dan transmigrasi sudah menunggu aksi Pemerintah,” ujar Marwan di Jakarta, Rabu (31/12).

Menurut Menteri Marwan, kinerja pada tahun mendatang akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk melihat langsung, mencari solusi, dan mengeksekusi persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Ini kinerja serius untuk menjadikan desa berwibawa dan menjadi tumpuan generasi mendatang,” ujarnya.

“Selama ini orang beranggapan hidup di desa, kawasan tertinggal, atau transmigrasi sangat sulit meningkatkan hidup. Termasuk juga memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anak. Sekarang tanggapan itu harus bisa terbantahkan bahwa desa sudah memunyai martabat,” ujar Menteri Marwan.
Sejak dilantik menjadi Menteri Oktober 2014, Marwan sudah memetakan kondisi nyata masyarakat desa. Tidak hanya sekedar menerima informasi dari stafnya, tetapi memantau dari perkembangan media dan juga keluhan masyarakat yang diterima melalui pesan pendek selulernya.

Bahkan, kata Menteri Marwan lagi, langsung menanyakan kepada pejabat daerah setempat apabila ada hal yang perlu disikapi secepatnya.

“Saya menerapkan kerja cepat. Kalau perlu, jangan menunggu laporan dari masyarakat tapi segera cari tahu dan langsung bersikap praktis untuk yang sifatnya prioritas,” ujarnya.
Misalnya persoalan perbatasan, Menteri Marwan mengatakan, begitu ada informasi eksodus desa di perbatasan negara di Kalimantan, langsung menghubungi pejabat setempat untuk mengetahui secara rinci masalahnya.

“Dan tak lama kemudian, kita kumpulkan Danrem dan Kodim di Kalimantan untuk berkomitmen mengawal desa perbatasan untuk tetap di Negara Kesatuan Indonesia,” ujar Menteri Marwan.
“Karena menyangkut desa di perbatasan negara, menjadi prioritas dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo untuk diperhatikan. Dan memang patut diperhatikan, karena perbatasan negara merupakan bagian terpenting bagi martabat suatu negara. Ini komitmen serius,” ujar Menteri Marwan.

Beberapa hari yang lalu, Menteri Marwan mengungkapkan, juga mendapat informasi dari media yang mengabarkan banyaknya warga meninggalkan kawasan transmigrasi di kabupaten Sulawesi Selatan.
“Transmigran yang kebanyakan berasal dari Pulau Jawa itu dan sebagian lagi adalah transmigran lokal, merasa tidak diperhatikan,” ujarnya.

“Saya kaget mendapat kabar itu. Karena informasi itu bertepatan dengan rapat pimpinan transmigrasi, saya langsung meminta segera dilakukan investigasi. Cari tahu kebenarannya. Jangan sampai masalah ini lamban ditangani. Saya ingatkan juga, pemerintahan sekarang adalah kabinet kerja, kerja, dan kerja,” ujar Marwan.

Begitu juga keluhan masyarakat melalui pesan pendek telepon selulernya. Kata Marwan, setiap hari jumlahnya mencapai ratusan. Dari soal desa yang tidak diperhatikan, irigasi sawah, pendidikan, infrastruktur, hingga masalah sarana kesehatan.

“Pesan-pesan ini tidak akan saya abaikan dan pasti saya membacanya. Bahkan menyempatkan untuk meresponnya,” ujarnya.

Dari pengalamannya di tahun 2014 yang merupakan penghabisan masa kerja kabinet era pemerintah sebelumnya, Menteri Marwan mengatakan, ternyata banyak yang perlu segera ditangani dan belum dilakukan maksimal.

“Masyarakat pasti sudah menanti komitmen pemerintahan era kerja sekarang ini,” ujarnya.
Sekarang saatnya di tahun 2015, Menteri Marwan mengatakan, harus bergerak cepat. Dari ujung desa utara ke desa selatan. Dari wilayah terpencil pesisir hingga perbatasan negara. Dari kawasan transmigrasi bagian barat hingga ujung timur.

“Sekuat tenaga, saya akan lakoni. Semoga tetap diberi sehat dan semangat demi masyarakat dan martabat negara,” ujar Marwan.