Selasa, 22 Juli 2014

SBY: bisa terima kekalahan itu mulia

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4MSAz-zQjqBKm92U62j_fimJ1YZ-g0WipK71C14k98FB4Rrrr
Presiden SBY
Jakarta (ANTARA News) - "Mengakui kekalahan itu mulia. Mengucapkan selamat kepada yang menang itu indah. Allah Maha Besar, saat kita kalah ya memang kalah kemudian mengucapkan selamat pada yang berhasil maka Allah SWT akan memberikan kemuliaan dan hal yang sama," kata Presiden Susilo Yudhoyono, di Jakarta, Senin.

Dia katakan itu saat menghadiri peluncuran tampilan baru portal berita Kantor Berita ANTARA, www.antaranews.com. Portal berita itu diakui Yudhoyono berimbang dan tidak partisan, terutama pada saat suhu politik nasional menghangat belakangan ini. 

Hadir pada peluncuran portal berita itu, Menteri Koordinator Polhukkam, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Pangestu, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring. 

Direktur Utama Kantor Berita ANTARA, Saiful Hadi, menjadi tuan rumah peluncuran portal berita yang dimanajeri Unggul Ratomo. 

Yudhoyono memandang, sikap bisa menerima kekalahan merupakan sikap yang mulia dan patut diapresiasi dengan baik.

"Besok saat KPU mengumumkan kita melihat ada ketegangan. Namun rakyat Indonesia tidak tegang, masyarakat lebih sejuk, damai, menjalankan kehidupan yang normal," kata dia.

Dia mengatakan, "Meskipun ada kelompok-kelompok tertentu yang nanti malam akan sangat tegang. Tetapi rakyat ingin bukan hanya SBY, tetapi rakyat ingin situasi damai saat kita dapatkan pada pemilu tetap dijaga."

Dia mendorong dan mengingatkan KPU dan Mahkamah Konstitusi yang independen untuk melakukan tugasnya dengan baik dilakukan transparan dan akuntabel."

Yudhoyono mengharapkan bila ada perselisihan maka hendaknya ditempuh cara-cara sesuai peraturan yang ada.

"Jika ada perselisihan dibawa ke Mahkamah Konstitusi, maka harus diputus secara transparan dan akuntabel. Saya senang kedua lembaga itu berkomitmen agar semua hasilnya betul-betul menghadirkan kebenaran yang terjadi," katanya.

Dia menegaskan,"jika besok ada yang tidak menerima hasil perhitungan suara, maka saya sarankan untuk menempuh jalan konstitusional dengan cara damai. Undang-undang kita telah mengatur, memberikan ruang untuk mewadahi hal itu jika besok terjadi."

Kalau dibawa ke Mahkamah Konstitusi, katanya, maka mari didorong MK menjalankan dengan baik agar keputusannya baik dan adil."

"Kalau semua berjalan dengan baik maka 20 Oktober akan terjadi pergantian kepemimpinan nasional dengan damai dan bermartabat," kata dia.