Selasa, 22 Juli 2014

Presiden SBY: Ada Dua Titik Kritis Pasca Pilpres

Presiden SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Wakil Presiden Boediono menggelar Sidang Paripurna Kabinet, Kamis (17/7) pagi di Kantor Presiden, Jakarta.

Agenda Sidang Paripurna Kabinet kali ini adalah membahas kesiapan dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri 2014. Presiden SBY memastikan agar Menteri-menteri terkait melaporkan persiapan masing-masing menjelang lebaran sehingga nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik dalam mudik lebaran dan Idul Fitri.

Selain itu, Presiden SBY juga menyampaikan situsi sosial, politik, dan keamanan pasca Pilpres 9 Juli lalu yang dapat terjaga dengan baik, walaupun sempat ada euforia kemenangan. Presiden SBY menegaskan bahwa ada 2 titik krisis pasca Pilpres, yaitu tanggal 22 Juli mendatang saat KPU mengumumkan hasil Pilpres dan saat putusan Mahkamah Konstitusi jika ada perselisihan mengenai pemenang Pilpres.

“Jika ada yang menggugat, hal itu ditempuh dengan jalur konstitusi", tegas Presiden SBY.

Presiden SBY juga menyerukan kepada rakyat Indonesia agar menjaga, mengawal, dan berkontribusi dalam proses demokrasi ini, dan MK bersikap profesional dan kredibel dengan memproses segala sesuatunya dengan transparan.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut, hadir Menkokesra Agung Laksono, Menteri ESDM Jero Wajick, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Kapolri Sutarman, seluruh anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, serta Pejabat Tinggi Negara lainnya. (Verbatim-Humas).