Senin, 14 Juli 2014

Atasi Seteru Capres, Bawaslu Diharapkan Contoh Rasulullah

Pasangan Capres-Cawapres No 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa & Capres No 2 Joko Widodo saat debat final Capres-Cawapres 2014 di Jakarta, Sabtu (5/7/2014).
VIVAnews - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, hari ini Sabtu 12 Juli 2014 mengelar silaturahmi dan buka puasa di kediamannya. Para pejabat negara, antara lain ketua Komisi Pemilihan Umum, Husni Kamil Malik dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, datang dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Husni berkesempatan memberikan tausiah ramadan. Dirinya menceritakan bagaimana Nabi Muhammad shallalahu alaihi wassalam pada masa lalu dapat mempersatukan para pemimpin kaum Quraisy yang berebut untuk meletakan Hajar Aswad.

Dirinya menceritakan pada saat itu Muhammad belum dikenal sebagai nabi utusan Allah. Di usia 35 tahun, Muhammad datang dengan ketulusan hati mampu meredam konflik perebutan kekuasaan saat itu.

"Beliau berhasil mengumpulkan seluruh pimpinan kaum Quraisy itu kemudian  membentangkan kain yang dapat dipegang oleh seluruh pimpinan lalu Hajar Aswad dapat diletakan secara bersama," ujarnya.

Berpedoman pada pengalaman Rasullullah tersebut, dirinya berharap Bawaslu dapat menjadi penengah perseteruan antara kedua pasang capres-cawapres saat ini.

"Nah Gelar Al Amin diperoleh Nabi Muhammad dalam momentum itu.  Mudah-mudahan ketua Bawaslu dapat menyelesaikan perseteruan dua calon ini," tambah dia. (ren)