Senin, 16 Juni 2014

Prabowo singgung nasib pekerja "outsourcing"

http://img.antaranews.com/new/2014/06/ori/20140616Debat-Capres-Prabowo-Jokowi-150614-aw-11.jpg
Para Capres
Jakarta (ANTARA News) - Calon Presiden Prabowo Subianto menyinggung nasib pekerja pabrik "outsourcing" atau karyawan alih daya yang harus diperhatikan masa depannya melalui kekayaan negara.

"Kita akan amankan kekayaan negara agar bangsa Indonesia menguasainya dan tidak mengalir ke luar. Uang ini digunakan kepentingan rakyat, naikkan penghasilan, pedagang kecil, pedagang kaki lima, guru-guru honorer. Juga, karyawan pabrik outsourcing harus kita bantu," katanya di Jakarta, Minggu malam.

Dalam pernyataan penutupan pada Debat Capres yang diselenggarakan KPU Pusat dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial" itu, ia menegaskan bahwa jika dirinya bersama Cawapres Hatta Rajasa diberi mandat untuk memimpin Indonesia, maka akan bekerja keras agar ibu dapat tersenyum ketika melepas anaknya berangkat ke sekolah, bapaknya malam hari tidur dengan tenang, karena uang untuk anak dan istrinya cukup tersedia.

"Kami ingin orang kecil tersenyum. Wong cilik melu gumuyu. Kami ingin ekonomi kita untuk rakyat dan berdiri di atas kaki sendiri. Cita-cita kami akan kami perjuangkan," katanya.

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan menginvestasikan uang kesehatan dan pendidikan di Tanah Air guna mengatasi lonjakan jumlah penduduk.

"Penambahan penduduk kita luar biasa, 5 juta setiap tahunnya," katanya.

Untuk mengatasi lonjakan penduduk itu, kata dia, melalui dana "cash" sebagai investasi untuk kesehatan dan pendidikan dengan menutup kebocoran keuangan negara

Selain itu, dirinya juga akan meningkatkan kesejahteraan untuk dokter, bidan, perawat, guna menekan angka kematian ibu-ibu yang tentunya memerlukan investasi yang besar-besaran.

Selain itu, program keluarga berencana (KB) akan mau tidak mau harus dikembalikan.

Pilpres 2014 pada 9 Juli diikuti dua pasangan calon yakni Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomer urut 1 yang didukung enam partai seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, PKS, PPP, dan PBB.

Pasangan calon dengan nomer urut 2 adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang didukung lima partai, seperti PDI Perjuangan, PKB, Partai Nasional Demokrat, Partai Hanura, dan PKP Indonesia.