Senin, 02 Juni 2014

Pilpres 2014: Prabowo - Hatta Nomor 1, Jokowi - Jusuf Kalla Nomor 2

http://setkab.go.id/media/article/images/2014/06/02/c/a/capres_cawapres_3.jpg
Pengundian Nomor Urut Capres-Cawapres
Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dipimpin ketuanya Husni Kamil Manik dan dihadiri seluruh Komisioner KPU, di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (1/6) siang, telah menyelesaikan tahap undian nomor urut pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli mendatang.

Pasangan H. Prabowo Subianto dan H.M. Hatta Rajasa meraih nomor urut 1 (satu), sementara pasangan Ir. Joko Widodo (Jokowi) dan H.M. Jusuf Kalla meraih nomor urut 2 (dua).

Dalam undiah yang dilakukan 2 (dua) tahap itu, semula pasangan Jokowi – Jusuf Kalla mendapat keuntugan mengambil nomor urut lebih dahulu, setelah sebelumnya Cawapres dari kedua pasangan yaitu Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa mengambil nomor undian secara bersamaan. Saat itu, Jusuf Kalla mendapatkan nomor urut lebih besar, yaitu 8 (delapan), sementara Hatta Rajasa mendapatkan nomor 4 (empat). Karena mendapatkan nomor lebih besar, masa Jokowi mendapatkan keuntungan lebih besar karena berhak mendapatkan nomor urut lebih dahulu, sementara Prabowo baru berhak mengambil nomor urut setelah Jokowi.

Namun, ketika kedua pasangan Capres-Cawapres membuka nomor urut yang harus dilakukan secara bersamaan, pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto – Hatta Rajasa meraih nomor urut 1, sementara pasangan Jokowi – Jusuf Kalla meraih nomor urut 2.

Dalam sambutannya sesuai menerima penetapan nomor urut Pilpres 2014 yang diserahkan Ketua KPU Husni Kamil Manik, Calon Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU yang telah bekerja keras menyelenggarakan tahapan demokrasi. “Alhamdulillah semua berjalan dengan tertib,” kata Prabowo didampingi Cawapres Hatta Rajasa.

Prabowo berjanji akan bekerja keras untuk rakyat Indonesia, dan akan menghormati keputusan rakyat Indonesia pada Pilpres, 9 Juli 2014 mendatang.

Sementara Capres Joko Widodo menyampaikan, nomor urut 2 yang diraih bersama pasangannya Jusuf Kalla adalah simbol keseimbangan. Ia menyebutkan, ada Capres ada Cawapres, ada tangan kanan ada tangan kiri, “Semua harmoni dalam sebuah keseimbangan untuk menuju Indonesia yang harmoni dan penuh kesimbangan.”

Ketua KPU Husni Kamil Manik menyebutkan, dengan penetapan nomor urut  itu, ia meminta tim pemenangan masing-masing pasangan Capres-Cawapres bisa mempedomani tahapan kampanye Pilpres yang akan dilaksanakan pada 4 Juni sampai 5 Juli 2014.

“Agar dapat melaksanakan kegiatan kampanye yang semaksimal mungkin, dan tidak melakukan kegiatan yang merugikan, mendeskreditkan, dan melakukan pemfitnahan,” harapnya.

Naik Bajaj dan Berdiri di Atas Kap Mobil
Sebelumnya saat memasuki Gedung KPU untuk mengikuti pengundian nomor urut Pilpres itu, kedua pasangan memiliki gaya yang berbeda. Cawapres Jusuf Kalla didampingi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum partai pendukungnya tiba lebih dulu di Gedung KPU, disusul oleh Joko Widodo yang terlihat turun dari kendaraan Bajaj.

Sementara pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa didampingi Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Presiden PKS Anis Matta berdiri di atas kap mobil yang mengantarnya dari Bundaran Hotel Indonesia, tiba beberapa saat setelah pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah duduk santai di Gedung KPU.

Prabowo Subianto didampingi Hatta Rajasa langsung mendatangi pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Selain itu, Prabowo-Hatta juga menyalami seluruh pendukung Joko Widodo – Jusuf Kalla yang duduk di barisan depan, mulai Megawati, Surya Paloh, Sutiyoso, Muhaimin Iskandar, termasuk Letjen (Purn) Luhut Panjaitan.