Sabtu, 07 Juni 2014

Pelapor Kasus Babinsa Diperiksa Bawaslu

http://images.detik.com/content/2014/06/06/1562/181007_bawaslu.jpg
Bawaslu
Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum Nasrullah mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran pemilu oleh sejumlah anggota Babinsa. Pada Jumat (6/6/2014) pagi pelapor kasus tersebut sudah diminta keterangan di kantor Bawaslu.

Menurut keterangan saksi, dia hanya membaca salah satu media dan dijadikan dasar pelaporan. Saksi menurut Nasrullah mengaku tidak melihat sendiri oknum Babinsa yang diduga melakukan pelanggaran. Melainkan hanya membaca salah satu berita dan itu dijadikan dasar pelaporan.

"Saya pikir dia akan membawa orang langsung yang merasakan. Andai kata pun itu ada, kami tidak terburu - buru menjustifikasi itu Babinsa atau bukan," kata Nasrullah di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (6/6/2014).

Bawaslu menurut Nasrullah akan melakukan investigasi untuk mencari keterangan mengenai dugaan Babinsa yang mengkampanyekan salah satu pasangan calon tersebut.

"Kami punya cara mengerahkan beberapa orang, tetap kami gak mau langsung menjudge ada kemungkinan. Kami berkoordinasi terlebih dahulu. Butuh klarifikasi yang lebih dalam. Kami tetap akan coba investigasi," kata nya.

Bawaslu mengaku tidak mau tergesa-gesa mengambil sikap dalam kasus dugaan anggota Babinsa yang mendata dan mengarahkan warga ke salah satu pasangan Calon Presiden (capres).

Anggota Bawaslu lainnya Nelson Simanjuntak mengatakan hingga kini belum ada barang bukti terkait dugaan pelanggaran oleh Babinsa tersebut. "Semua masih berdasarkan 'katanya-katanya'.

"(Tindakan Bawaslu?) Kami akan melihat sejauh mana peristiwa itu. Kalau itu terkait dengan ketidaknetralan TNI atau misalnya membuat tindakan tidak netral menentukan pasangan tertentu itu bisa terkena pidana," kata Nelson.