Sabtu, 07 Juni 2014

KSAD Perintahkan Pangdam Usut Dugaan Babinsa Terlibat Pilpres

http://images.detik.com/content/2014/06/06/1562/ksadbudiman.jpg
KSAD Jendral TNI Budiman
Jakarta - Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kabar pengerahan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mengkampanyekan calon pasangan capres/cawapres tertentu.

"KSAD memerintahkan untuk mengusut tuntas dugaan keberpihakan Babinsa di Jakarta Pusat," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Andika Perkasa
dalam keterangannya, Kamis (5/6/2014).

Menurut Andika, KSAD juga langsung memerintahkan Asisten Operasi KSAD dan Wakil Asisten Pengamanan KSAD untuk melakukan teleconference dengan seluruh Pangdam. Teleconference berlangsung pada pukul 13.00 WIB, Kamis (5/6).

"Guna menekankan sekali lagi ke jajaran masing-masing tentang posisi netral prajurit TNI AD di Pilpres 2014," sambungnya.

Perintah ini disampaikan KSAD setelah menerima laporan dari pemberitaan media massa yang menyebutkan dugaan adanya Babinsa mendatangi rumah warga di Jakarta Pusat dan mengarahkan untuk mendukung calon tertentu.

"Sejak sebelum Pileg KSAD sudah berulang kali menegaskan sikap netral prajurit TNI AD dalam Pemilu 2014. Beliau akan tetap memegang komitmen tersebut untuk memastikan Pemilihan Presiden 2014 berlangsung tanpa ada intervensi dan tekanan dari pihak manapun, termasuk dari Prajurit TNI AD sendiri," tegas Andika.

Karena itu dia memastikan KSAD akan serius menangani dugaan keberpihakan Babinsa ini dalam Pilpres. "Dan akan memberikan sanksi kepada mereka sesuai temuan dalam pemeriksaan," ujar Andika.