Sabtu, 31 Mei 2014

Siapa yang Disindir SBY Obral Janji UU Desa, Prabowo atau Jokowi?

http://images.detik.com/content/2014/05/30/1562/111712_jokopas.jpg
Pasangan Capres-Cawapres
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyindir capres yang obral janji soal Undang-undang Desa. Diantara dua capres yang bakal bertarung di Pilpres 2014, Jokowi atau Prabowo Subianto yang disindir SBY?

"Saya tahu mana-mana yang bisa dilakukan pemerintah dan mana yang di luar kemampuan. Obral janji bisa jadi masalah dan membawa petaka di masa datang," ujar SBY dalam sambutan rapat terbatas kabinet bidang Polhukam, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/5/2014).

SBY menuturkan, obral janji memang menarik. Tapi kalau tidak ditepati bisa jadi petaka bagi jalannya republik dan bangsa ke depan.

Lalu siapa gerangan capres yang disindir SBY?

Belakangan ini Prabowo Subianto lebih sering mengumbar janji menggelontorkan dana Rp 1 miliar ke desa. Sebenarnya ini bukan hal baru karena UU Desa sudah mengatur hal tersebut.

Salah satu program yang dijanjikan oleh pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memang menggelontorkan dana sebesar Rp 1 miliar per desa per tahun. Janji ini pun ditegaskan oleh Prabowo saat menerima dukungan dari Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

"Kami sudah mencantumkan capaian-capaian yang ingin kami capai. Kepada perangkat desa, saya termasuk yang pertama kali tanda tangan. Kami akan alokasikan Rp 1 miliar untuk desa atau kecamatan. Dua per tiga uang di Indonesia beredar di Jakarta, kami akan mengirim uang ke desa-desa. Itu komitmen kami," kata Prabowo di Rumah Polonia, Jl. Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Senin (26/5/2014).

Selain berjanji alokasi Rp 1 miliar/desa, Prabowo juga ingin membuka lahan-lahan untuk dijadikan sawah. Nantinya, lapangan kerja baru akan tercipta secara merata.

"Kami akan membangun 3.000 km (sawah), ini nanti banyak lapangan pekerjaan baru," ujar pria berusia 62 tahun ini.

Nah setelah mengumbar janji tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini meminta para perangkat desa mengamankan suara bagi Prabowo-Hatta. Ia mencurigai bahwa ada yang hendak membeli negara Indonesia. "Kelihatan ada kekuatan besar yang mau membeli negara ini. Kita harus jawab, negara ini tidak bisa dibeli. Saya mohon, Pak Hatta juga, semua memohon kepada kalian-kalian amankan suara kita di bawah," ucap mantan Danjen Kopassus ini.

Sementara kubu PDIP juga pernah menggunakan UU Desa untuk kampanye Pileg lalu. Namun capres PDIP Jokowi tak segamblang Prabowo mengumbar janji tersebut.

Lalu siapa sebenarnya yang disindir SBY?