Jumat, 16 Mei 2014

Pasar Raya Desa Kemlagi raih juara 4 dalam lomba pasar desa tingkat Jawa Timur 2014

Kades Kemlagi Abd. Wahab, SE menerima hadiah dari Wagub Jatim Syaifullah Yusuf
www.kemlagi.desa.id - Alhamdulillah meskipun baru 1 (satu) tahun Pasar Raya Desa Kemlagi yang pengelolaannya dilakukan sepenuhnya oleh desa dengan membentuk pengurus dan pengawas pasar pada tahun 2014 ini dapat meraih juara 4 dalam Lomba Pasar Desa tingkat Jawa Timur.  Penyerahan hadiah dilakukan pada acara Puncak Peringtatan Bulan Bhakti Gotorng Royong dan Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Jawa Timur 2014.

Dengan diraihnya juara tersebut diharapkan kedepan dapat lebih meningkatkan peranan pasar desa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa.

Temu Karya Pemenang Lomba (Kades Kemlagi dan Pengelola Pasar Raya Kemlagi ) dengan Bappemas Jatim
Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo menegaskan, nilai khas luhur gotong royong di Jawa Timur harus tetap dipertahankan dan hancurkan faham liberalisasi yang kini marak berkembang di masyarakat. Karena adanya liberalisasi ternyata telah menjadikan tatanan masyarakat menjadi rusak dengan mottonya "Wani Piro".

Demikian dikatakan Pakde Karwo sapaan Gubernur Soekarwo pada Puncak Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-42 Tingkat Jawa Timur di Alun Alun Ngawi, Selasa (13/5).

Menurut Pakde Karwo, mengapa gotong royong itu harus dipertahankan dan diperingati, karena itu adalah sarana dan cara bangsa Indonesia dalam menyelesaikan masalah karena tahu masyarakatnya majemuk baik, golongan, ras, maupun suku. Artinya, semua dimusyawarahkan. Jangan terseret antar suku, ras atau golongan. "Pileg selesai ya sudah, Semua harus kembali pada dasarnya, yaitu khas musyawarah mufakat seperti jaman dulu, keputusan berdasarkan rembug deso tanpa membedakan segalanya," ujarnya.

Kalau nilai khas itu tidak dipertahankan dan terkena liberalisasi yang datang tanpa sopan santun, maka dua hal akan terjadi, yakni pemerintah tidak dipercaya masyarakat. "Muncul wani piro, kekuasaan dan uang menjadi segalanya. Karena itu, stop itu kata wani piro. Karena itu, saya mengajak pada masyarakat Jatim harus kembali pada sikap gotong royong, teruskan sikap adiluhung, dan dongeng pada anak harus pada anak," tambahnya.

Hal/korban yang kedua, organisasi sosial dan sipil di masyarakat akan hilang karena kalah dengan kekuasaan dan sikap wani piro. Maka dari itu, inilah fungsinya mengapa gotong royong diperingati dan dipertahankan.

Ditambahkannya, dengan gotong royong, maka akan membuka ruang yang lebar pada masyarakat. Hidupkan kembali rembug desa, agar nilai nilai khas desa tidak hilang. "Saya minta pada Bapemas dan Kades agar dilombakan itu rembug desa dan cari yang terbaik. Maksudnya agar suara rakyat kecil ini belajar untuk bisa didengarkan. Ini penting. Intinya, gotong royong harus memang dan jangan kalah dengan liberaliasi dengan wani piro-nya," tambahnya.

Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengatakan, visi Ngawi yang ramah selalu ingin sejahtera dan berakhlak berbasis pedesaan, sehingga posisi desa akan dikembangkan terus. Saat ini, tanaman padi di Ngawi 400 ribu surplus setelah dimakan orang Ngawi ini akan ditingkatkan terus.

Selain itu, program gerakan tuntas gizi buruk ada 420 anak dengan gizi buruk pada awal 2013. Ngawi punya program, pimpinan SKPD wajib jadi bapak asuh, sehingga kini tinggal 138 anak gizi buruk pada akhir tahun 2013.

Ngawi juga memiliki wisata sejarah Benteng Pendem dibangun pada 1839 sebagai pusat pertahanan Belanda. Ada batik Ngawi dan teh Jamus. Jika tidak singgah dulu, maka kurang lengkap dalam berkunjung ke Ngawi.

Kepala Bapemas Prov Jatim, Zarkasi mengatakan, kegiatan dilaksanakan dengan harapan mampu meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat dalam upaya meningkatkan sikap kegotongroyongan dan penguatan integritas bangsa menuju masyarakat adil, makmur, sejahtera, dan mandiri.

Dalam rangka BBGRM dan HKG PKK juga dilaksanakan penilaian gotong royong terbaik, lomba pasar desa, lomba kesatuan gerak PKK, lomba 10 program PKK se-Jatim. Selain itu, juga dilaksanakan pameran kerajinan dan produk unggulan Jatim selama tiga hari (13 - 15 Mei) yang diikuti 118 pameran se-Jatim. (put/foto;pno)


Dikabarkan oleh Tim Pengelola Informasi Desa Kemlagi