Kamis, 08 Mei 2014

Kartu Peserta BPJS akan diganti dengan sidik jari

http://img.antaranews.com/new/2014/01/ori/20140102Kartu-JKS-001.jpg
Kartu BPJS Kesehatan
Makassar (ANTARA News) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pusat memiliki rencana menggantikan kartu peserta BPJS dengan sidik jari demi memaksimalkan program layanan ke masyarakat.

Kepala Grup Kepesertaan BPJS Pusat dr Budi M Arief, di Makassar, Kamis, mengatakan keinginan itu dikarenakan proses pembuatan kartu yang memakan waktu lama. Sementara kedepannya diprediksi akan semakin banyak masyarakat yang mendaftarkan dirinya sebagai peserta BPJS.

"Kita sekarang sudah mulai menuju fase refleks. Artinya peserta BPJS kedepannya tidak lagi memegang kartu karena proses percetakannya memang membutuhkan waktu. Apalagi masyarakat juga cukup direpotkan mengurus ke Kantor BPJS," katanya.

Terkait rencana tersebut, pihaknya mengaku cukup optimistis dapat terwujud. Alasannya karena keberadaan teknologi juga sangat mendukung.

Selain itu, penggunaan sidik jari juga bukan hal yang baru. Masyarakat, kata dia, hanya belum terbiasa. Apalagi ini mengakt masalah komersialisasi sehingga butuh perencanaan yang lebih matang.

Keberadaan teknologi mencakup masyarakat yang lebih luas, menurut dia, tentu akan membuat program berjalan lebih efektif. Kondisi itupun yang membuat pihaknya cukup yakin bisa melaksanannya kedepan.

"Dengan sidik jari maka masyarakat tidak perlu lagi menunjukan SMS atau kartu peserta BPJS saat berobat. Tentu saja tidak akan repot karena hanya dengan membawa badannya sudah bisa berobat. Untuk layanan kartu atas sms juga dipastikan tetap berlaku, jelasnya.

Selain itu, BPJS dalam waktu dekat juga akan membuat terobosan dengan membuka layanan pendaftaran peserta lewat Short Message Service (SMS) sebagai upaya mempermudah masyarakat menjadi anggota BPJS.

Menurut dia, untuk program layanan ini direncanakan sudah diberlakukan Juli 2014. Melalui pelayanan sms ini maka setiap orang yang memiliki HP bisa langsung mendaftar menjadi peserta BPJS dengan mengikuti petunjuk dari operator.

Untuk proses pendaftaran program lewat sms, kata dia, juga akan lebih mudah. Masyarakat hanya diminta menulis nama, nomor KTP, serta kartu keluarga kemudian mengirimkan smsnya ke nomor yang akan ditentukan kemudian.

Setelah itu, lanjut dia, pihaknya akan membalas sms tersebut dan memberikan petunjuk mengikuti arahan dari operator. Langkah terakhir tentu saja dengan membayar biaya pendaftaran di ATM Bank Mandiri terdekat.

"Masyarakat yang sudah membayar biaya pendaftaran akan mendapat sms balasan yang menyebutkan sudah terdaftar di klinik atau rumah sakit terdekat. Masyarakat sudah bisa berobat cukup menunjukan bukti sms," ujarnya.(*)


Sumber  http://www.antaranews.com