Minggu, 25 Mei 2014

Jokowi dan Prabowo: Menitikberatkan Program Pertanian

http://images.detik.com/content/2014/05/24/1562/155558_prabowojokowi.jpg
Capres Cawapres
Jakarta - Dua capres diundang menghadiri Tanwir Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan program. Di antara konsep-konsep yang disampaikan, soal pertanian adalah salah satu yang sama-sama menjadi titik berat program keduanya.

Capres Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan menyampaikan gagasan lebih dahulu pukul 08.00 Wita. Sedangkan Prabowo yang dijadwalkan pukul 11.00 Wita baru mulai menyampaikan pidato pukul 12.00 Wita.

"Problem pertanian kita saat ini tak ada irigasi yang dibangun. Dan juga hal-hal yang berkaitan dengan konversi lahan dari padi, ubi-ubian, dan lainya ini banyak terkonversi ke lainya seperti perumahan dan tambang," kata Jokowi di Hotel Mesra Samarinda, Jl Pahlawan No 1, Kalimantan Timur, Sabtu (24/5/2014).

Selain itu Jokowi pun menyampaikan soal mahalnya biaya pupuk dan pestisida impor. Menurut Gubernur DKI ini, jika menggunakan pupuk kompos dan pestisida alami, maka beban biaya petani dapat ditekan.

"Mestinya prokdutivitas kita bisa ditingkatkan dengan mengedepankan riset. Riset kita harus diperhatikan pemerintah," ujar sarjana kehutanan UGM ini.

Sementara itu di kesempatan berbeda Prabowo lebih menitikberatkan pada investasi pertanian. Menurut dia program tersebut adalah terobosan menuju ekonomi kerakyatan.

Dia mengambil contoh salah satu rumus investasi aliran neo liberal yang dinilainya tak efektif. Rumus itu berbunyi bahwa 1% pertumbuhan membutuhkan investasi Rp 50 triliun dan menghasilkan 400.000 pekerja.

  "Kalau dalam sistem kita, saya namakan ekonomi kerakyatan. Rp 50 T sama kita, kita bangun 1 juta hektar pertanian. 1 Hektar bisa enam orang pekerja. Dari hulu sampai hilir bisa menciptakan enam orang bekerja jadi dengan investasi yang sama kita bisa hasilkan enam juta orang bekerja," papar Prabowo.

Menurut Prabowo seharusnya sektor pangan di Indonesia diperkuat. Bukan tidak mungkin jika swasembada pangan terwujud kemudian hasil pertanian diolah menjadi bio-energy.

"Indonesia adalah negara tropis. Negara tropis itu sepertiga dunia. Sedangkan kita luasnya sepertiga dari seluruh zona tropis di dunia. Kalau dengan teknologi yang baik kita bisa dua kali panen. Pangan ini kita bisa jadikan komoditas strategis.pangan adalah komoditas strategis. Pangan adalah senjata," kata Prabowo.