Minggu, 20 April 2014

Tanamkan Perangai Mudah Mengucapkan “Terima Kasih” dan Budaya Antri pada Anak

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/12/29/0250400catsanakkidal780x390.jpg
Perilaku orang tua akan dicontoh oleh anak
KOMPAS.com -Jika ingin anak memiliki perilaku yang baik di lingkungan sosial, itu harus dimulai dari orangtuanya terlebih dahulu. Jadi, bila orangtua terbiasa bersikap sopan pada orang lain, tidak mustahil anak pun bakal menduplikasi tingkah laku yang serupa.
Awali dengan membiasakan anak untuk mengucapkan kata “Tolong”, “Terima Kasih”, “Permisi”, dan “Maaf”. Sampaikan pada anak bahwa dirinya adalah makhluk sosial yang memerlukan pertolongan dan keberadaan orang lain. Dengan demikian, diperlukan sikap dan ucapan yang sopan supaya tidak menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain.
Selain itu, ajarkan anak bila ingin meminta tolong pada orang lain, ungkapkan dengan gaya bicara yang santun. Sebab, salah gaya bicara bisa membuat permintaan tolong terkesan seperti memerintah.
Kebiasaan lain yang patut dilatih pada anak sejak usia dini adalah budaya antri. Mungkin, bagi sebagian orangtua menanamkan kesadaran mengantri adalah hal sepele dan tak terlalu mendesak.
Padahal sebenarnya, menerapkan budaya antri bisa menumbuhkan sifat sabar, tertib pada aturan, dan membentuk tabiat menghargai hak orang lain. Selain itu, kebiasaan mengantri juga dapat merangsang empati anak, misalnya dengan memberikan tempatnya kepada orang lansia atau ibu hamil yang memiliki stamina tubuh kurang prima.
Etika lain yang sama penting dan wajib diajarkan pada anak adalah aturan bersosialisasi. Tanamkan pemikiran “Perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan” dalam benak si kecil. Apabila ingin anak mengikuti dan mengaplikasikan nilai-nilai hidup positif ini, orangtua harus mengingatkan dan melatih mereka terus menerus, sampai akhirnya benar-benar diaplikasikan sang buah hati dalam keseharian.
Ingat, metode mengasuh dan mendidik anak yang paling efektif harus diiringi dengan contoh nyata. Jangan hanya mengajarkan lewat kata-kata saja, karena orangtua juga wajib bersikap, berperilaku, dan berbicara sesuai dengan apa yang patut ditiru oleh anak.