Kamis, 03 April 2014

Luncurkan Beasiswa 'Presidential Scholarship, Presiden: Ini Cara Menjadi Negara Maju

http://setkab.go.id/media/article/images/2014/04/03/b/e/beasiswa.jpg
Presiden SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Wakil Presiden Boediono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/4), secara resmi meluncurka program beasiswa “Indonesia Presidential Scholarship”, yaitu program beasiswa yang secara penuh dibiayai pemerintah kepada warga negara Indonesia untuk menempuh jenjang pendidikan magister (S2) dan doktor (S3) di sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia.
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan, peluncuran beasiswa  Indonesia Presidential Scholarship” sebagai babak penting dalam perjalanan bangsa kita untuk menuju ke depan menuju Indonesia yang lebih maju, yang merupakan perwujudan dari falsafah “education for all”, pendidikan untuk semua.
“Dengan ekonomi kita yang makin kuat dan terus tumbuh, serta dengan pendapatan dan pembelanjaan negara yang makin besar, maka rasanya kita bisa memberikan peluang yang lebih besar dan lebih luas lagi. Salah satu program aksi yang kita jalankan yang hari ini kita luncurkan yaitu Indonesia Presidential Scholarship,” katanya.
Presiden menekankan, beasiswa Indonesia Presidential Scholarship merupakan cara pemerintah mempersiapkan betul-betul feature leaders yang bisa memimpin kita semua mengawaki pemerintahan dan negara kita ini, agar sepuluh atau duapuluh tahun lagi negara kita bukan hanya menjadi emerging country tetapi juga pada saatnya akan menjadi negara yang maju.
Presiden SBY mengajak para pendidik, para pimpinan perguruan tinggi, dan juga pemimpin dunia pendidikan pada level apapun, untuk benar-benar  meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyebutkan,  anggaran pendidikan sekarang ini berada dalam jumlah atau kisaran yang besar, tetapi itu tidak ada artinya manakala kita tidak benar-benar menjalankan pendidikan atas dasar sistem yang bagus, metodologi yang bagus, evaluasi yang tepat, dan  tentunya semangat dari para pendidik, para dosen dan para guru.
“Ketika negara dan pemerintah telah memberikan peluang, jangan sia-siakan peluang itu. Dan manakala sebagian dari anak-anakku mendapatkan peluang mengikuti pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia (50 PT terbaik), laksanakan tugas itu dengan penuh semangat, kehormatan dan kebanggaan, dan pada saatnya abdikan untuk kepentingan bangsa dan negara kita,” tutur Kepala Negara.
Presiden menegaskan kepada mahasiswa yang terpilih mengikuti program ini, dan bahwa negara menunggu, dan menantikan dharma bhakti mereka untuk kemajuan kita semua.
Dana Abadi
Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengatakan, beasiswa Indonesia Presidential Scholarship ini semula disampaikan oleh Presiden sejak awal 2013 untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun pada tahun 2045 dimana bangsa Indonesia akan memiliki populasi usia muda yang besar. Diharapkan dengan program beasiswa ini akan lahir pemimpin baru yang berpengetahuan, berketerampilan, serta cinta dan bangga dengan tanah airnya.
Gagasan program ini sudah ada sejak awal 2013, namun baru kali ini resmi diluncurkan. "Ketika kiamat esok hari, kita punya benih, maka tanamlah benih tu. Masa kampanye bukanlah masa yang steril dalam kebaikan, selama tidak disalahgunakan," ujar M. Nuh.
Mengenai nama beasiswa Indonesia Presidential Scholarship, Mendikbud menegaskan, itu tidak ada kaitannya dengan politik atau masa kampanye, karena itu adalah nama program untuk  beasiswa prestisius bangsa. Siapapan Presiden Indonesia, kata Mendikbud, nama program beasiswa bagi WNI yang melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi luar negeri terkemuka itu tetap “Indonesia Presidential Scholarship.
Mendikbud menegaskan, dengan adanya beasiswa Indonesia Presidential Schlarship maka semakin banyak jenis beasiswa yang dijalankan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LDP). Sebelumnya LPDP sudah menjalankan program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Data terakhir jumlah penerima BPI sudah ada sekitar 1.500 orang.
“Anggaran untuk dua jenis program beasiswa itu adalah Rp 500 miliar per tahun. Dana itu merupakan bagian dari hasil pengelolaan dana abadi pendidikan yang berjumlah Rp 15 triliun lebih,” papar Mendikbud.
Dengan dibiayai langsung oleh pemerintah, seorang pejabat yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri atas beasiswa dari negara lain meyakini, mahasiswa Indonesia akan memiliki semangat dan rasa percaya diri yang lebih saat menyelesaikan pendidikan magister atau doctoral di luar negeri. Karena ia akan merasa benar-benar menjadi duta negara dan bangsa Indonesia.
Peluncuran program beasiswa Indonesia Presidential Scholarship itu dihadiri oleh Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Wamenag Nasaruddin Umar, dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko. (EJW/ES)