Selasa, 04 Maret 2014

Jelang Pamilu, BI Ingatkan Peredaran Uang Palsu

http://statik.tempo.co/data/2013/07/17/id_202872/202872_620.jpg
Ilustrasi Uang Palsu
TEMPO.CO, Jember - Bank Indonesia (BI) Jember meminta masyarakat untuk mewaspadai uang merah alias uang palsu. Pasalnya, BI memprediksi uang palsu banyak beredar menjelang pelaksanaan pemilihan umum legislatif awal bulan April 2014 mendatang. "Biasanya peredaran upal (uang palsu) pada saat pemilu meningkat," kata Kepala BI Jember, Ahmad Bunyamin, di kantornya, Selasa, 4 April 2014. (Baca: Polisi Tangkap Dua Tersangka Pengedar Uang Palsu).

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih teliti mengenali keaslian uang rupiah selama pemilu. Salah satu langkah yang dilakukan, katanya, Bank Indonesia melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengenal uang rupiah melalui media atau datang ke tempat-tempat keramaian di Jember. "BI minta masyarakat terus waspada adanya upal setiap saat, tidak hanya saat ada pemilu saja," katanya. (Baca: BI Musnahkan 135.110 Lembar Uang Palsu).

Feri Tumpal, Deputi Manajemen Internal dan Sistem Pembayaran BI Jember, mengatakan selama bulan Januari hingga Februari 2014 saja, BI Jember mecatat uang palsu yang ditemukan sekitar Rp 20 juta lebih. Padahal, menurut dia, bulan-bulan sebelumnya hanya sekitar satu atau dua laporan penemuan upal di masyarakat. "Sejak awal tahun ini, malah ada dua sampai tiga laporan upal setiap minggu," katanya. (Baca: Indef: Indikator Uang Layak Edar Semakin Menurun).

Sutomo, pengamat politik dari Universitas Jember, mengatakan politik uang tetap akan mewarnai pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun 2014. Saat ini, kata dia, banyak calon anggota legislatif dan tim sukses membagi-bagikan uang kepada masyarakat dengan harapan agar dipilih dalam pemilu. "Sebagian besar masyarakat bersikap pragmatis dalam politik dan kondisi ekonomi masih kacau. Pasti ada saja yang memanfaatkan situasi untuk mengedarkan uang palsu," kata dia.
Sumber: tempo.co