Rabu, 26 Februari 2014

Sambang Desa : Rencana tanggal 10 Maret 2014 Bupati Mojokerto ke Desa Kemlagi

Uri uri budaya asli untuk dorong semangat membangun desa

Kalau tidak ada aral yang melintang, Bupati Mojokerto H. Mustofa Kamal Pasha, SE atau yang lebih dikenal dengan sapaan MKP pada tanggal 10 Maret 2014 akan kunjungi Desa Kemlagi Kec.Kemlagi Kab.Mojokerto dalam acara Sambang Desa.  Untuk tahun 2014 ini kegiatan Sambang Desa diisi dengan pagelaran wayang kulit.
Bupati MKP
Di tahun 2014, Pengembangan pariwisata dan budaya di Kabupaten Mojokerto lebih digalakkan. Ini terlihat dari begitu banyaknya even yang digelar pemerintah daerah bertemakan pariwisata dan budaya. “Tahun ini pemerintah daerah akan melaksanakan 100 kali pagelaran wayang kulit, yang pelaksanaannya berbarengan dengan sambang desa serta even rutin 2 bulan sekali yang digelar oleh dinas pariwisata” ujar Mustofa Kamal Pasa pada pengukuhan pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Sabtu 22 Pebruari 2014.

Ini merupakan tindaklanjut dari penunjukan wilayah Trowulan sebagai destinasi budaya internasional, namun saat ini seni budaya tersebut mulai dilupakan kalangan pemuda. “Pengakuan dunia internasional merupakan potensi pariwisata yang sangat strategis. Atas dasar ini pelestarian budaya harus dikembangkan dan dikenalkan kembali agar generasi muda tidak kehilangan identitas budayanya, ” tambah MKP.

Pernyataan MKP itu terwujud dalam program pengembangan nilai budaya yang pada APBD 2014 ini disediakan dana Rp2,315 M. Yang digunakan untuk kegiatan pagelaran seni dan budaya, pagelaran bulan purnama, Haul syech Jumadil Kubro, serta ruwat agung nuswantoro. Sementara untuk memasyarakatkan olah raga, kegiatan lomba dayung perahu mojopahit tahun ini disiapkan dana Rp450juta.

“Pengembangan wayang kulit disamping merupakan sarana hiburan masyarakat, juga bagian dari usaha uri-uri budaya yang sarat akan petuah bijak nenek moyang,” kata bupati pada sambutannya. Kisah pewayangan dapat dijadikan cermin bagi pemimpin bangsa dan masyarakatnya untuk membangun suatu wilayah agar tercipta masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Pesan tersebut tersampaikan dalam pagelaran wayang kulit yang didalangi oleh Ki Sugilar Kondo Bawono. Dia mengambil lakon “Mbangun Kayangan Suroloyo” pada pagelaran wayang kulit  di eko wisata waduk Tanjungan Kecamatan Kemlagi setelah acara pengukuhan pengurus Pepadi. Ketua Pepadi periode 2013-2018 adalah Sugilar Kondo Bawono dari Kecamatan Pungging.

Pada kesempatan itu, bupati berpesan kepada para dalang lokal agar melaksanakan tugas sesuai bidang profesi. Serta berlaku jujur, adil dan cermat demi pelestarian budaya dan pengembangan wayang kulit. Juga menjalin komunikasi sosial dalam mengelola dan meningkatkan kinerja organisasi. “Semoga berbagai even budaya yang dilaksanakan tahun ini dapat lebih memacu para dalang lokal untuk mengembangkan diri dan menambah kekayaan budaya yang dimiliki Kabupaten Mojokerto,’ pesan MKP.

Acara pagelaran wayang kulit dimulai dengan diserahkannya gunungan oleh bupati kepada dalang. Turut hadir menyaksikan pagelaran itu Wakil Bupati Khoirun Nisa, Forpimda,Ketua TP PKK  Ikfina Mustofa Kamal Pasa, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten serta kepala SKPD yang hadir didampingi istri dan Kepala desa di wilayah kecamatan kemlagi. (Bagian PDE + Bagian Humas Protokol

Sumber:http://mojokertokab.go.id