Sabtu, 22 Februari 2014

Di China ada desa terkaya di dunia, bagaimana dengan desa di Indonesia ?

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda : "Tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri china"
( mungkin itulah yang mendasari para wakil kita di DPR yang belum lama ini study banding ke desa-desa yang ada di China, dan ....lahirlah UU No 6 Tahun 2014 ttg Desa )

 Pemimpin yang baik akan membawa kemakmuran kepada rakyatnya, walaupun cuma pemimpin kelas desa….
http://www.tnol.co.id/images/stories/2012/MEI/Wisata__Griya/Desa_Hua_Xi/W020081216501959331994.jpg
sudut desa
Desa ini bernama Desa Hua Xi. Ia terletak di Provinsi Jiang Shu, di negeri Republik Rakyat Cina. Pada tahun 1961, desa ini hanyalah berupa sebuah desa kecil yang terbelakang dan dengan jumlah penduduk hanya 1520 orang, yang tergabung dalam 380 keluarga.
Kebangkitan desa ini terjadi ketika desa dipimpin oleh Wu Renbao, seorang Sekretaris Partai di Desa Hua Xi itu. Meskipun Wu Renbao ini berasal dari keluarga petani dan tidak berpendidikan tinggi, namun ia memiliki visi yang luar biasa sebagai pemimpin. Sebagai pemimpin, ia berpegang pada semboyan: “Kebahagiaan dinikmati rakyat, kesulitan dipikul pejabat.”
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x200-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-4.jpg
pojok kampung
Dengan semboyannya itulah, Wu memimpin masyarakat desanya dalam prinsip: “Maju dan makmur bersama.” Dan ternyata ia benar dengan apa yang dilakukannya, sehingga Desa Hua Xi dan penduduknya bisa meraih kemajuan dan kemakmuran sampai kini. Sehingga seorang pengunjung dari Amerika sampai menyatakan, “Pak Wu ini tak ubahnya seperti Lee Kuan Yew di Singapura.”
Kesabaran dan kerja keras perlahan memperlihatkan hasilnya. Dan ketika memasuki dasawarsa 80-an, perkembangan yang amat pesat terjadi. Hal itu dipicu oleh adanya politik “Membubarkan Komune Rakyat”, yang mulai dijalankan dengan memperkenankan tiap desa untuk berinisiatif menjalankan usahanya sendiri, sesuai dengan kondisi masing-masing dan kebutuhan pasar. Desa telah diizinkan untuk menggunakan tanahnya buat berproduksi sesuai yang dikehendaki, dan sejalan dengan tuntutan pasar.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x225-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-5e03d2a214dc44bdcbefd089.jpg
rumah-rumah warga
Setelah Desa Hua Xi berhasil meningkatkan produksi pertaniannya dengan mekanisasi, Wu mengajak warga desa untuk malangkah maju dan mengembangkan usaha industri, yang kemudian diwujudkan dengan membangun pabrik baja dan pipa baja.
Pertumbuhan usaha di Desa Hua Xi menjadi lebih pesat setelah Wu menggabungkan beberapa desa di sekitarnya, yang berimbas pada penambahan jumlah tenaga kerja yang diperlukan untuk industri, sehingga hasil produksi baja per tahunnya bisa mencapai 2,2 juta ton. Sedangkan berbagai jenis pipa-pipa untuk sepeda, sepeda-motor, dan perabot rumah-tangga, hampir mencapai 300 ribu ton per tahun. Hasil produksi Desa Hua Xi ini bahkan sudah ada yang diekspor ke Amerika, Kanada, Eropa, Australia, dan juga beberapa negara Asia Tenggara.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x212-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-46861001goldenpagoda.jpg
bangunan desa
Meski Desa Hua Xi telah menjadi kaya, namun tidak berarti apa-apa seandainya seluruh Tiongkok tak ikut menjadi kaya. Itu sebabnya di tahun 2001, Desa Hua Xi memperluas lagi wilayahnya dengan menggabungkan 16 desa di sekitarnya, menjadi satu pengurusan Desa Hua Xi, untuk maju bersama.
Dengan penggabungan banyak desa itu, yang artinya penambahan tenaga kerja, maka Desa Hua Xi menjadi besar dan lebih makmur lagi, lengkap dengan produksi bahan pangan, yang meliputi buah-buahan, pohon, peternakan, dan perikanan.

http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x171-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-Street-view-in-Huaxi-Village.jpg
sudut jalan
Di bawah pimpinan Sekretaris Partai, Wu Renbao, akhirnya Desa Hua Xi sekarang berhasil menjadi desa termaju dan termakmur di seluruh Tiongkok. Dengan penduduk lebih dari 30 ribu orang dan luas areal lebih dari 30 Km², dari hasil menggabungkan 16 desa di sekitarnya, kini setiap keluarga di desa itu tidak hanya mempunyai rumah berbentuk vila berukuran 400 – 600 m², tapi juga memiliki mobil sedan, bahkan ada yang sampai 3 mobil.
Pada tahun 2005, Desa Hua Xi tercatat berhasil mencapai penjualan produksi senilai lebih 30 milyar Yuan. Mereka lantas membangun pagoda, tugu emas, danau, taman internasional dan taman petani, bahkan membangun proyek tamasya dengan 80 pemandangan alam yang indah. Selama ini Desa Hua Xi telah melayani tamu-tamu dari lebih 120 negara dan daerah. Bahkan ditargetkan, setiap tahunnya bisa menerima 1 juta orang yang ingin melihat keberhasilan Desa Hua Xi.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x225-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-huaxi-village.jpg
teras rumah
Dua tahun silam, 2010, mereka menyelenggarakan peringatan 50 tahun pembangunan Desa Hua Xi, yang saat itu telah memperoleh hasil produksi senilai 50 milyar buat memakmurkan 50 ribu warga. Itu merupakan perwujudan dari perkembangan serasi antara ekonomi, penduduk, sumber alam, dan lingkungan. Lebih lanjut mereka akan terus maju untuk mempertahankan status sebagai “Desa No. 1 Di dunia” dengan meningkatkan kebudayaan, keserasian, dan harmonis.
Penduduk Desa Hua Xi menyatakan, keberhasilan yang dicapai Desa Hua Xi sehingga menjadi begitu makmur, tidaklah terlepas dari kepemimpinan Wu Renbao. Itu sebabnya mereka lantas tak ingin pimpinan mereka diganti oleh orang lain. Karena sejak tahun 1961, Desa Hua Xi selalu dipimpin oleh Wu Renbao.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x200-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-2010112711382359.jpg
kebun desa
Namun karena Wu sudah menjadi lanjut usia, maka beberapa tahun yang lalu ia berkeras untuk mengundurkan diri. Karena itu, anak ke-4 Wu Renbao lalu diangkat sebagai penggantinya. Hal itu menjadi petunjuk bahwa pandangan mereka masih tetap sebagai petani yang feodal, sehingga menganggap bahwa keberhasilan yang membawa kehidupan makmur ialah seorang pemimpin, pribadi orangnya, bukan sistem yang diterapkannya.
Sebenarnya, bagaimana Wu Renbao mengatur pembagian hasil-kerja di Desa Hua Xi ini? Rupanya, ia menggunakan prinsip “mendapatkan sesuai dengan hasil kerja”, yang artinya “kerja makin keras mendapatkan makin banyak” dipegang teguh dan dilaksanakan dengan tegas.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x203-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-13945603_131n.jpg
desa di sore hari
Sistem pembagian keuntungannya ialah, 20% untuk Grup Hua Xi yang melancarkan usaha, sedangkan yang 80% untuk kegiatan usaha. Dari yang 80% itu, dibagi menjadi 10% untuk bonus pemborong, 30% untuk bonus manager dan teknisi, 30% untuk bonus pegawai/buruh, dan 30% sisanya sebagai akumulasi modal untuk mengembangkan usaha.
Mereka berpegang pada semboyan: “Pembagian lebih sedikit, akumulasi modal lebih besar, mencatatkan saham lebih besar”. Pelaksanaannya? Ternyata bonus yang seharusnya jatuh ke tangan pribadi pemborong, buruh/pegawai, kenyataannya hanya 20% saja yang diuangkan dan diterima oleh orang yang bersangkutan, dan selebihnya 80% dicatatkan sebagai pembelian saham perusahaan Hua Xi Grups. Dengan begitu, maka sekarang ini saham perusahaan Hua Xi Grup telah lebih 70% menjadi hak-milik kolektif, dan kurang dari 30% saham milik Komune Hua Xi semula.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/327x219-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-202.jpg
kegiatan warga

Dan bagaimana pula dengan kehidupan petani/buruh di Desa Hua Xi? Praktis mereka tidak ada hari libur, Sabtu dan Minggu tetap bekerja. Setahun hanya 2 hari libur, yaitu di Tahun Baru Imlek. Jadi, mereka yang penduduk pendatang, harus lebih dulu mengajukan permohonan pada Kepala Barisan Produksi apabila mau pulang kampung. Sedang bagi yang hendak mengeluarkan uang simpanannya, yang dalam bentuk saham itu, juga harus lebih dulu mengajukan permohonan pada Dewan Desa.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/320x213-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-20111107hangout0570.jpg
desa di malam hari

Dengan sistem demikian, maka setiap penduduk Desa Hua Xi, sudah mempunyai simpanan setidaknya 1 juta Yuan. Selain itu, pembangunan perumahan yang berbentuk vila dan pembelian mobil sedan, yang dibagikan pada setiap penduduk desa itu, sebenarnya diambil dari simpanan saham yang terkumpulkan itu.
http://www.tnol.co.id/images/stories/thumbs/300x198-images-stories-2012-MEI-Wisata__Griya-Desa_Hua_Xi-2010112711383527.jpg
laut di desa

Jaminan sosial untuk warga desa juga cukup baik, artinya, masalah pengobatan, sekolah anak-anak dari Taman kanak-kanan sampai Universitas, ditanggung Dewan Desa, juga perawatan manula ditanggung sepenuhnya oleh Dewan Desa. Namun yang agak aneh ialah, Dewan Desa Hua Xi telah membuat ketentuan, bahwa, seandainya ada penduduk Desa Hua Xi ingin keluar meninggalkan Desa Hua Xi, maka saham yang masih tersimpan, rumah dan mobil, menjadi hak-milik desa. Artinya, rumah dan mobil itu bukan hak milik mereka masing-masing, cuma hak guna saja. Sedangkan pencatatan saham yang didapat juga bukan menjadi milik pribadi warga. Tapi tetap menjadi hak milik Komune Rakyat. Kesimpulannya, mereka dipatok mati di Desa Hua Xi untuk agar bisa menikmati hasil kerjanya selama hidupnya.

Sumber:http://www.tnol.co.id/